Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@officaltiwa3:
TIWA_D_STYLIST
Open In TikTok:
Region: GB
Friday 21 August 2026 19:55:11 GMT
173
28
1
2
Music
Download
No Watermark .mp4 (
5.9MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
5.9MB
)
Watermark .mp4 (
6.02MB
)
Music .mp3
Comments
Ask of Queen🪷🌸 :
Okayyy that's meeee😂😂❤️❤️❤️
2026-08-21 20:44:07
0
To see more videos from user @officaltiwa3, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Where are you from? Sometimes I look at the world and wonder how many of you are out there, quietly listening to my music and carrying your own stories and struggles. No matter how far away you are, I hope you know that your presence means something to me. We may be separated by oceans, countries, and miles, but music has a way of bringing hearts together. Tell me your country and leave your flag below. I want to know where my Army is today. And if you’re having a difficult day, I hope you remember that somewhere out there, someone is thinking of you and wishing you a little more peace. Thank you for being here, no matter where in the world you are.
#loveofmylife🤩💓✨
#🥹 #💔 #duhok #🖤 #❤️
got shorts on btw xx
Hari-hari setelah Miu mengetahui hubungan Lena dan Faye berjalan seperti biasa. Setidaknya dari luar. Kelas tetap berlangsung. Tugas tetap menumpuk. Orm tetap membuat keributan, Lingling tetap menjadi orang yang paling sering menghentikannya, dan P’Charlotte tetap menjadi pengamat yang seolah mengetahui semuanya. Hanya satu hal yang berubah. Miu. Ia tidak benar-benar menghilang. Ia masih datang ke kelas. Masih ikut rapat. Masih berbicara dengan semua orang. Tetapi kepada Lena, ia menjadi jauh lebih berhati-hati. Tidak ada lagi pesan sederhana setelah kelas. Tidak ada lagi pertanyaan apakah Lena sudah makan. Tidak ada lagi tatapan yang terlalu lama. Semuanya terasa biasa. Terlalu biasa. Pagi itu, Lena duduk di kelas sambil menatap ponselnya. Layar percakapannya dengan Miu masih terbuka. Pesan terakhir mereka beberapa hari lalu hanya membahas tugas. Lena mengetik sesuatu. Sudah sarapan? Ia menatap kalimat itu beberapa detik. Kemudian menghapusnya. “Kenapa aku mau bertanya begitu?” “Karena kamu penasaran.” Lena langsung menoleh. P’Charlotte sudah duduk di sebelahnya. “P’Charlotte!” P’Charlotte tersenyum. “Kamu terlalu mudah ketahuan.” “Aku cuma melihat ponsel.” “Dengan nama Miu di layar?” Lena langsung mengunci ponselnya. P’Charlotte tertawa kecil. “Tidak apa-apa.” “Aku sudah punya Faye.” “Aku tahu.” Lena terdiam. “Justru karena itu aku bingung.” P’Charlotte tidak langsung menjawab. “Kamu tidak perlu merasa bersalah hanya karena menyadari seseorang masih penting bagimu.” “Tapi aku pacaran dengan Faye.” “Dan Faye tidak pernah meminta kamu berhenti menjadi dirimu sendiri.” Lena menunduk. Kalimat itu membuatnya semakin banyak berpikir. --- Siang hari, mereka semua berkumpul di kantin. Faye duduk di sebelah Lena. Mereka sedang membicarakan rencana akhir pekan ketika Orm tiba-tiba menunjuk meja di belakang. “Miu sendirian lagi.” Lingling melihat sekilas. “Biarkan.” “Kenapa kamu tenang sekali?” “Karena bukan urusanku.” Orm mengangguk pelan. “Benar juga.” P’Charlotte melirik Orm. “Kamu bisa berpikir juga ternyata.” Orm tersinggung. “P’Charlotte!” Tawa kecil pecah di meja mereka. Lena ikut tersenyum. Namun beberapa detik kemudian, ia kembali melihat Miu. Miu sedang membaca sesuatu. Seolah tidak memperhatikan mereka sama sekali. Lena merasa ada ruang kosong yang aneh. Faye menyadari tatapan itu. “Kamu mau memanggil Miu?” Lena langsung menoleh. “Tidak.” Faye tersenyum kecil. “Baik.” Tidak ada kecemburuan dalam suaranya. Justru itu membuat Lena merasa semakin bersalah. --- Sore hari, hujan turun tiba-tiba. Lena dan Faye berdiri di depan gedung fakultas. Faye membuka payung. “Kita bisa berbagi.” Lena tersenyum. “Baik.” Mereka berjalan bersama. Beberapa meter dari sana, Miu berdiri di bawah atap gedung. Ia melihat keduanya berjalan menjauh. Tangannya menggenggam payung yang belum dibuka. P’Charlotte muncul di sampingnya. “Kamu tidak pulang?” “Sebentar lagi.” P’Charlotte melihat ke arah Lena. “Kamu masih menyukainya.” Miu diam. “Aku tidak akan menyangkal.” “Lalu kenapa terus menjauh?” “Karena dia bahagia.” P’Charlotte menatapnya. “Dan kamu?” Miu tersenyum tipis. “Aku akan baik-baik saja.” Jawaban yang terdengar tenang. Terlalu tenang. --- Malamnya, Lena duduk di kamar. Ia sudah berbicara dengan Faye lewat pesan. Faye mengirimkan ucapan selamat malam seperti biasa. Lena tersenyum membaca pesan itu. Namun setelah beberapa menit, ia membuka percakapan dengan Miu. Tidak ada pesan baru. Lena menatap layar cukup lama. Ia akhirnya mengetik. Besok kamu datang ke kampus? Jarinya berhenti di atas tombol kirim. Lena menghapusnya. Kemudian mencoba lagi. Terima kasih soal tugas tadi. Dihapus lagi. Lena meletakkan ponselnya di kasur. “Kenapa aku seperti orang bodoh?” Ia menutup wajah dengan kedua tangan. Di satu sisi, ia bahagia bersama Faye. Di sisi lain, ia mulai menyadari bahwa kehilangan perhatian Miu ternyata membuat hatinya terasa kosong. Dan yang paling menakutkan... ia mulai merindukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah menjadi miliknya. #au #fyp #lenamiu #faye_malisorn #storytime
Petition for Benedict to go shirtless again in Doctor Strange 3 ☺️ #doctorstrange #strangesb1tch #benedictcumberbatchedits
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy