@𝕡𝕒𝕡𝕒_𝕒𝕫𝕒𝕞_🥀🪽 :
Ketika Megawati Soekarnoputri memperjuangkan Puan Maharani dan Prananda - banyak yang menganggapnya sebagai regenerasi kepemimpinan partai.
Ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membangun jalan politik Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono, publik menyebutnya sebagai hak partai menentukan penerusnya.
Namun ketika Joko Widodo mendukung Kaesang Pangarep, tiba-tiba muncul kepanikan. Blusukan dianggap investasi politik. Bertemu rakyat ditafsirkan sebagai kampanye terselubung.
Bukankah itu juga dilakukan hampir semua ketua umum partai di Indonesia?
Hartarto menteri era Orde Baru, mengkader anaknya, Airlangga Hartarto. Agung Laksono Mengkader anaknya, Dave Laksono. Zulkifli Hasan mendorong anaknya, Zita Anjani. Harry Tanoe pun mengkader empat anaknya juga, Angela, Valencia, Jessica dan Warren Tanoesodibjo. Semua menjadi caleg.
Amien Rais yang pernah dijuluki tokoh reformasi mempromosikan empat anaknya, Hanafi Rais, Hanum Rais, Mumtaz dan Baigaqy Rais ke panggung politik. Jadi anggota DPR RI dan pengurus partai bentukannya.
Kalau membangun penerus adalah kesalahan, maka ukur dengan ukuran yang sama kepada semua. Kalau itu adalah hak politik yang dijamin demokrasi, maka hak itu juga berlaku bagi Jokowi.👑
2026-08-22 03:03:42