@digolx: Publicação 11 @Digolx assistindo Haikyu #fyp #anime #haikyuu #reaction

DIgolx
DIgolx
Open In TikTok:
Region: BR
Saturday 22 August 2026 03:05:13 GMT
199
4
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @digolx, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pimpin doa untuk negeri, atau membaca LPJ agar kursi depan senang? Pertanyaannya mungkin terdengar tajam. Namun yang ingin kita periksa bersama bukanlah orangnya, melainkan bentuk dan arah ucapan yang disampaikan. Ada indikator yang sebenarnya bisa kita amati bersama di ruang publik: * Penuh dengan deretan angka dan laporan capaian. * Lebih banyak memuji daripada memohon keselamatan dan berkah. * Yang disebut hanya mereka yang memiliki jabatan dan kedudukan. * Beban serta kesulitan masyarakat luas hampir tidak terdengar. Lalu, ujian terakhirnya sangat sederhana: Seandainya kursi depan itu kosong, apakah lantunan doanya akan tetap berbunyi sama? Dalam Vācā Sutta (AN 5.198), Buddha menguraikan lima kualitas ucapan yang baik: tepat waktu, benar, lembut, bermanfaat, dan disampaikan dengan niat batin yang baik (cetanā). Artinya, sekadar
Pimpin doa untuk negeri, atau membaca LPJ agar kursi depan senang? Pertanyaannya mungkin terdengar tajam. Namun yang ingin kita periksa bersama bukanlah orangnya, melainkan bentuk dan arah ucapan yang disampaikan. Ada indikator yang sebenarnya bisa kita amati bersama di ruang publik: * Penuh dengan deretan angka dan laporan capaian. * Lebih banyak memuji daripada memohon keselamatan dan berkah. * Yang disebut hanya mereka yang memiliki jabatan dan kedudukan. * Beban serta kesulitan masyarakat luas hampir tidak terdengar. Lalu, ujian terakhirnya sangat sederhana: Seandainya kursi depan itu kosong, apakah lantunan doanya akan tetap berbunyi sama? Dalam Vācā Sutta (AN 5.198), Buddha menguraikan lima kualitas ucapan yang baik: tepat waktu, benar, lembut, bermanfaat, dan disampaikan dengan niat batin yang baik (cetanā). Artinya, sekadar "benar" saja belum cukup. Dalam Abhayarājakumāra Sutta (MN 58), Buddha juga memberikan perspektif penting: sesuatu yang benar dan bermanfaat tetap dapat disampaikan meskipun tidak selalu menyenangkan untuk didengar, asalkan kita bijaksana mengetahui waktu yang tepat. Jadi, doa yang jujur bukanlah masalah. Cara, manfaat, dan ketepatan waktunya yang menentukan. Kita tentu tidak bisa mengetahui isi hati orang lain, tetapi kita selalu bisa menguji apa yang tampak dan terdengar: * Apa yang diucapkan? * Siapa yang disebut? * Siapa yang terlupakan? * Apa manfaat nyatanya bagi batin banyak orang? Sebagai komunitas yang juga rutin membuka acara dengan doa, pertanyaan-pertanyaan ini pertama kali kami tujukan kepada diri kami sendiri. Jika suatu hari kami luput atau terlena, silakan ingatkan kami. Agama akan senantiasa memiliki martabat luhur ketika ia berani menjadi suara nurani, tanpa kehilangan kelembutan dan ketulusannya. Kalau kursi depan kosong, semoga doa kita tetap sama. 🪷 --- Menurutmu, apa esensi terpenting dari sebuah doa bersama di ruang publik agar tetap menyentuh nurani banyak orang? Bagikan pandanganmu di kolom komentar ya! 👇 Sādhu, sādhu, sādhu. 🙏 --- Anchor Dharma: Vācā Sutta (AN 5.198), Abhayarājakumāra Sutta (MN 58), & Cetanā.

About