@sorotmedia: Kondisi bangunan SMP PGRI Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, cukup memprihatinkan. Sejumlah bagian bangunan, termasuk plafon ruang kelas, mengalami kerusakan dan terdapat bagian yang berlubang sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa maupun guru. Di tengah kondisi bangunan yang membutuhkan perbaikan tersebut, sekolah yang berada di Kalurahan Kepek, Kapanewon Saptosari itu juga menghadapi persoalan minimnya jumlah peserta didik. Saat ini, total siswa SMP PGRI Saptosari hanya berjumlah 14 orang. Kepala Sekolah SMP PGRI Saptosari, Supiyo menjelaskan bahwa pada tahun ajaran 2026 sekolahnya mendapatkan 7 siswa baru. Sementara itu, siswa kelas VIII berjumlah 4 orang dan kelas IX sebanyak 3 orang. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab rendahnya jumlah siswa yang mendaftar. Namun, kondisi tersebut menurutnya telah berlangsung sejak pandemi Covid-19 sekitar tahun 2020. “Mungkin warga KB-nya pada berhasil atau bagaimana, saya juga kurang paham,” katanya sembari tersenyum, Jumat (21/8/2026). Ironisnya, jumlah tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah tersebut hampir mendekati jumlah siswanya. Saat ini di sana terdapat 11 orang guru, termasuk kepala sekolah. Tak hanya dihadapkan dengan persoalan minimnya jumlah siswa, Supiyo juga mengungkapkan kondisi pendapatan para guru. Ia menyebut dirinya menerima honor sekitar Rp 405.000 per bulan, termasuk dari kegiatan mengajar. “Gaji saya selaku kepala sekolah hanya Rp 405.000 per bulan. Segitu itu sudah plus mengajar. Guru di sini ada juga yang terima gaji Rp100.000 lebih berapa gitu, saya nggak hafal. Yang jelas nggak sampai Rp 200.000 per bulan,” ungkapnya. Menurut Supiyo, sekolah juga mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang besarannya sekitar Rp 1 juta untuk setiap siswa. Dengan jumlah siswa yang hanya 14 orang, tentu dukungan pembiayaan yang diterima sekolah menjadi sangat terbatas. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Supiyo berharap SMP PGRI Saptosari tidak sampai ditutup. Ia justru berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi bangunan sekolah yang selama ini belum mendapatkan perbaikan secara memadai. “Kalau cita-cita saya itu sekolah ini malah justru jangan tutup, karena memang butuh perbaikan kondisi ruangan di sana-sini. Karena sudah lama rusak dan belum bisa direnovasi,” tuturnya. Ia meyakini perbaikan sarana dan prasarana sekolah dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan minat masyarakat menyekolahkan anaknya di SMP PGRI Saptosari. “Kalau gedungnya sudah memadai dan nyaman, dibangun oleh pemerintah, saya yakin kedepan akan mendapatkan lebih banyak siswa baru dibanding sekarang ini,” pungkas Supiyo.

sorotmedia
sorotmedia
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 22 August 2026 04:22:11 GMT
17964
286
10
143

Music

Download

Comments

qaiz._.2211
Some :
sekolah swasta yg TDK dibisniskan ya gini, fokus mengajar mencerdaskan anak bangsa tnp mmbebani murid trllu bnyk, Krn mungkin mayoritas sekitar menengah kebawah pndapatany, msh tetap bertahan luar biasa 👍🙏🙏🙏.
2026-08-22 05:00:31
8
kila2732
sunshine💢🌞 :
kui to sekolah bosok
2026-08-22 13:39:54
2
andriyanta_1988
ISI DUNIA :
semoga dapat perhatian
2026-08-22 11:44:31
0
giyartime
CuanMe° :
semoga mendapat perhatian dari pemerintah 🤲
2026-08-22 12:02:24
1
albirru_banyu_bening
Banyu Bening :
Semoga mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah
2026-08-22 11:35:43
1
aisynkhn
a mother :
sekolah ku dulu iniii🥹
2026-08-22 13:54:51
0
zegaisnaramadhan
🆙 :
padahal swasta lo
2026-08-22 04:42:00
0
ali_gfx2
—Alzz4you!! :
@badak abadii ratau imortal sekolahmu🥲🥲
2026-08-22 11:55:21
1
To see more videos from user @sorotmedia, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About