@rizky_grosir20: salting di gombalin mah biasa aja, kalo salting karena di borong itu luar biasa😍✨ #knitwear #rajut #sweater #cardigan

rizky_grosir20
rizky_grosir20
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 22 August 2026 09:15:00 GMT
174
1
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @rizky_grosir20, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Memberi nasihat sering kali jauh lebih mudah daripada memikul beban yang sedang dipikul orang lain. Dari luar, kita dapat dengan mudah berkata, “Sabar saja,” seolah-olah semua luka bisa sembuh hanya dengan satu kalimat. Padahal setiap orang sedang membawa beban yang tidak selalu terlihat. Apa yang tampak ringan bagi kita, bisa menjadi ujian terberat bagi orang lain. Karena itu, sebelum menasihati, belajarlah untuk memahami. Kesabaran bukan sekadar kata-kata yang diucapkan ketika melihat orang lain sedang kesulitan. Kesabaran adalah perjuangan yang hanya benar-benar dipahami oleh mereka yang menjalaninya. Orang yang kehilangan orang tercinta, berjuang menghadapi penyakit, memikul tekanan ekonomi, atau bertahan di tengah luka batin memiliki pergulatan yang tidak bisa diukur dari luar. Kita mungkin mengetahui ceritanya, tetapi belum tentu memahami rasa yang sedang ia alami. Bukan berarti kita tidak boleh mengingatkan tentang kesabaran. Nasihat tetap penting, tetapi cara menyampaikannya harus dibungkus dengan empati. Terkadang, seseorang lebih membutuhkan telinga yang mau mendengarkan daripada mulut yang terus memberikan petuah. Kehadiran yang tulus, pelukan, doa, atau sekadar menemani dalam diam sering kali jauh lebih menguatkan daripada seribu kalimat yang terasa menggurui. Hidup akan mengajarkan bahwa setiap orang, cepat atau lambat, akan bergantian berada di posisi yang membutuhkan kesabaran. Hari ini mungkin kita yang memberi semangat, besok bisa jadi kita yang memerlukan penguatan. Kesadaran itulah yang membuat kita lebih berhati-hati dalam berbicara dan lebih lembut dalam memperlakukan sesama. Sebab kita tidak pernah tahu ujian apa yang suatu hari akan mengetuk pintu kehidupan kita sendiri. Maka, jika melihat seseorang sedang berjuang, jangan terburu-buru menghakimi cara mereka menghadapi rasa sakit. Hadirlah dengan empati sebelum memberi nasihat, dengan doa sebelum penilaian, dan dengan kasih sayang sebelum kesimpulan. Sebab kalimat yang paling menyembuhkan bukan selalu yang paling bijaksana, melainkan yang lahir dari hati yang benar-benar ingin memahami. Dan sering kali, memahami seseorang adalah bentuk kebaikan yang lebih besar daripada sekadar mengajarinya tentang kesabaran.
Memberi nasihat sering kali jauh lebih mudah daripada memikul beban yang sedang dipikul orang lain. Dari luar, kita dapat dengan mudah berkata, “Sabar saja,” seolah-olah semua luka bisa sembuh hanya dengan satu kalimat. Padahal setiap orang sedang membawa beban yang tidak selalu terlihat. Apa yang tampak ringan bagi kita, bisa menjadi ujian terberat bagi orang lain. Karena itu, sebelum menasihati, belajarlah untuk memahami. Kesabaran bukan sekadar kata-kata yang diucapkan ketika melihat orang lain sedang kesulitan. Kesabaran adalah perjuangan yang hanya benar-benar dipahami oleh mereka yang menjalaninya. Orang yang kehilangan orang tercinta, berjuang menghadapi penyakit, memikul tekanan ekonomi, atau bertahan di tengah luka batin memiliki pergulatan yang tidak bisa diukur dari luar. Kita mungkin mengetahui ceritanya, tetapi belum tentu memahami rasa yang sedang ia alami. Bukan berarti kita tidak boleh mengingatkan tentang kesabaran. Nasihat tetap penting, tetapi cara menyampaikannya harus dibungkus dengan empati. Terkadang, seseorang lebih membutuhkan telinga yang mau mendengarkan daripada mulut yang terus memberikan petuah. Kehadiran yang tulus, pelukan, doa, atau sekadar menemani dalam diam sering kali jauh lebih menguatkan daripada seribu kalimat yang terasa menggurui. Hidup akan mengajarkan bahwa setiap orang, cepat atau lambat, akan bergantian berada di posisi yang membutuhkan kesabaran. Hari ini mungkin kita yang memberi semangat, besok bisa jadi kita yang memerlukan penguatan. Kesadaran itulah yang membuat kita lebih berhati-hati dalam berbicara dan lebih lembut dalam memperlakukan sesama. Sebab kita tidak pernah tahu ujian apa yang suatu hari akan mengetuk pintu kehidupan kita sendiri. Maka, jika melihat seseorang sedang berjuang, jangan terburu-buru menghakimi cara mereka menghadapi rasa sakit. Hadirlah dengan empati sebelum memberi nasihat, dengan doa sebelum penilaian, dan dengan kasih sayang sebelum kesimpulan. Sebab kalimat yang paling menyembuhkan bukan selalu yang paling bijaksana, melainkan yang lahir dari hati yang benar-benar ingin memahami. Dan sering kali, memahami seseorang adalah bentuk kebaikan yang lebih besar daripada sekadar mengajarinya tentang kesabaran.

About