@lekpa.clinton: Oooh c’est le niveau #pourtoi #fypシ

On n’a plus peur
On n’a plus peur
Open In TikTok:
Region: CM
Saturday 22 August 2026 08:17:46 GMT
1520
210
15
4

Music

Download

Comments

frerotatock02
frerotatock🇨🇲 :
Peur même d’abord de quoi?
2026-08-22 15:52:14
1
bbmongoleofficiel2
bbmongoleofficiel2 :
Salut big vous n’avez même pas répondu à ma vidéo que je vous est fait 🥺
2026-08-22 17:50:50
1
michele9335
Doudou ❤️❤️🥰🥰🥰 :
Excellent week-end boss 🥰🥰🥰
2026-08-22 08:31:41
1
b.n21404
íb ëļėğãn̈ĉē :
✌️✌️✌️
2026-08-23 16:06:17
1
ossongomarcel0
Jj 🇨🇲🇷🇺 :
🔥🔥🔥
2026-08-22 17:33:03
1
mitterrand.mittou
Mitterrand mittous 💥✍️ :
❤️❤️❤️
2026-08-23 11:22:30
1
To see more videos from user @lekpa.clinton, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ada kisah menarik di balik penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Sumatra dan Kalimantan pada 2015. Di tengah kepungan asap dan luasnya lahan yang terbakar, Presiden Joko Widodo tidak hanya memerintahkan pemadaman, tetapi juga menelusuri mengapa kebakaran yang berulang selama bertahun-tahun seolah sulit dicegah. Dari pengecekan di lapangan dan koordinasi dengan pemerintah daerah, muncul persoalan mendasar: sejumlah daerah yang rawan karhutla ternyata tidak memiliki anggaran khusus untuk penanganannya. Jokowi kemudian meminta pemerintah daerah mengubah pola tersebut. Daerah-daerah yang memiliki wilayah rawan kebakaran diminta mengalokasikan anggaran, bukan hanya untuk memadamkan api ketika sudah membesar, tetapi juga untuk melakukan pencegahan sejak dini. “Tidak ada anggaran” tidak boleh lagi menjadi alasan. Pemerintah diminta menyiapkan langkah konkret, mulai dari pembuatan kanal bersekat dan embung hingga memastikan ketersediaan sumber air untuk pemadaman. Langkah itu menjadi bagian dari perubahan pendekatan penanganan karhutla: **jangan menunggu api membesar, jangan menunggu hujan turun, dan jangan menunggu bencana menjadi krisis.** Pengalaman 2015 menjadi pelajaran mahal. Pemerintah kemudian memperkuat pencegahan dan pemadaman sejak titik api masih kecil. Presiden juga menegaskan bahwa api sekecil apa pun harus segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran besar. Sebab, karhutla bukan sekadar persoalan api. Di baliknya ada kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, perekonomian, lingkungan, hingga kerugian negara yang sangat besar. Tahun 2015 menjadi salah satu titik balik penting: **karhutla tidak boleh lagi dianggap sebagai kebakaran musiman yang cukup ditunggu sampai padam sendiri. Pencegahan harus direncanakan, dianggarkan, dan dilakukan sejak dini. #berita #jokowi #jokowidodo #margaach #sumatra
Ada kisah menarik di balik penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Sumatra dan Kalimantan pada 2015. Di tengah kepungan asap dan luasnya lahan yang terbakar, Presiden Joko Widodo tidak hanya memerintahkan pemadaman, tetapi juga menelusuri mengapa kebakaran yang berulang selama bertahun-tahun seolah sulit dicegah. Dari pengecekan di lapangan dan koordinasi dengan pemerintah daerah, muncul persoalan mendasar: sejumlah daerah yang rawan karhutla ternyata tidak memiliki anggaran khusus untuk penanganannya. Jokowi kemudian meminta pemerintah daerah mengubah pola tersebut. Daerah-daerah yang memiliki wilayah rawan kebakaran diminta mengalokasikan anggaran, bukan hanya untuk memadamkan api ketika sudah membesar, tetapi juga untuk melakukan pencegahan sejak dini. “Tidak ada anggaran” tidak boleh lagi menjadi alasan. Pemerintah diminta menyiapkan langkah konkret, mulai dari pembuatan kanal bersekat dan embung hingga memastikan ketersediaan sumber air untuk pemadaman. Langkah itu menjadi bagian dari perubahan pendekatan penanganan karhutla: **jangan menunggu api membesar, jangan menunggu hujan turun, dan jangan menunggu bencana menjadi krisis.** Pengalaman 2015 menjadi pelajaran mahal. Pemerintah kemudian memperkuat pencegahan dan pemadaman sejak titik api masih kecil. Presiden juga menegaskan bahwa api sekecil apa pun harus segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran besar. Sebab, karhutla bukan sekadar persoalan api. Di baliknya ada kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, perekonomian, lingkungan, hingga kerugian negara yang sangat besar. Tahun 2015 menjadi salah satu titik balik penting: **karhutla tidak boleh lagi dianggap sebagai kebakaran musiman yang cukup ditunggu sampai padam sendiri. Pencegahan harus direncanakan, dianggarkan, dan dilakukan sejak dini. #berita #jokowi #jokowidodo #margaach #sumatra

About