@sardorofishal:

SARDOR FAZLIDDINOV
SARDOR FAZLIDDINOV
Open In TikTok:
Region: UZ
Saturday 22 August 2026 08:52:25 GMT
153
14
3
1

Music

Download

Comments

rashidov.jonibek
Rashidov Jonibek :
Yaxshidan yoʻq ekanmi😅
2026-08-22 14:54:41
0
aziz.norpolotov
Aziz Norpolotov :
🥰🥰🥰
2026-08-22 09:03:41
0
sheroz777777
Sheroz Oripov :
👍👍👍
2026-08-22 09:09:54
0
To see more videos from user @sardorofishal, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

💡Penjelasan Syaikh As-Sudais Tentang Hukum Perayaan Maulid Nabi ﷺ 🎙Syaikh Prof. Dr. Abdurrahman As-sudais (Imam & Khotib Masjidil Haram Makkah) 📡Peringatan Maulid itu sesungguhnya baru muncul pada abad keempat atau keenam. Perayaan itu diadakan pada masa pemerintahan dinasti-dinasti yang tidak dikenal berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah, tidak pada akidah tauhid, dan tidak pula berjalan di atas manhaj Salafus Shalih. Lalu, apakah mengikuti mereka dalam perkara yang mereka ada-adakan itu lebih utama daripada mengikuti Rasul pembawa petunjuk ﷺ? Semua ini merupakan bentuk kasih sayang dan belas kasih kepada umat beliau ﷺ. Beliau itu sangat penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin. Beliau ﷺ tidaklah wafat kecuali setelah benar-benar menyampaikan risalah dengan sejelas-jelasnya. Maka, orang-orang yang mengada-adakan perkara baru setelah wafatnya beliau Secara tidak langsung menuduh beliau bahwa beliau belum menyampaikan risalah secara sempurna. Sebab jika maulid-maulid ini memang sunnah, pasti beliau sudah menyampaikannya agar kita bisa mengamalkannya. Namun faktanya beliau tidak menyampaikannya, sementara Allah telah menyempurnakan agama ini. Beliau tidak menyampaikannya kepada kita, padahal Allah telah menyempurnakan agama ini melalui firman-Nya:
💡Penjelasan Syaikh As-Sudais Tentang Hukum Perayaan Maulid Nabi ﷺ 🎙Syaikh Prof. Dr. Abdurrahman As-sudais (Imam & Khotib Masjidil Haram Makkah) 📡Peringatan Maulid itu sesungguhnya baru muncul pada abad keempat atau keenam. Perayaan itu diadakan pada masa pemerintahan dinasti-dinasti yang tidak dikenal berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah, tidak pada akidah tauhid, dan tidak pula berjalan di atas manhaj Salafus Shalih. Lalu, apakah mengikuti mereka dalam perkara yang mereka ada-adakan itu lebih utama daripada mengikuti Rasul pembawa petunjuk ﷺ? Semua ini merupakan bentuk kasih sayang dan belas kasih kepada umat beliau ﷺ. Beliau itu sangat penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin. Beliau ﷺ tidaklah wafat kecuali setelah benar-benar menyampaikan risalah dengan sejelas-jelasnya. Maka, orang-orang yang mengada-adakan perkara baru setelah wafatnya beliau Secara tidak langsung menuduh beliau bahwa beliau belum menyampaikan risalah secara sempurna. Sebab jika maulid-maulid ini memang sunnah, pasti beliau sudah menyampaikannya agar kita bisa mengamalkannya. Namun faktanya beliau tidak menyampaikannya, sementara Allah telah menyempurnakan agama ini. Beliau tidak menyampaikannya kepada kita, padahal Allah telah menyempurnakan agama ini melalui firman-Nya: "Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu." (QS. Al-Ma'idah 3). Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata: "Sungguh, Rasulullah ﷺ dan para sahabat setelah beliau telah menetapkan sunnah-sunnah. Berjalan di atas sunnah-sunnah itu merupakan komitmen terhadap jalan orang-orang yang beriman. Barangsiapa menyelisihinya, berarti ia telah mengikuti selain jalan orang-orang yang beriman. Allah akan membiarkannya leluasa mengikuti jalan yang dipilihnya, dan memasukkannya ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali." #SejarahIslam #KajianSunnah #MaulidNabi #DakwahTauhid #creatorsearchinsights

About