Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@solanhshop1994nb: Bộ Đồ Lụa Đôi Tay Dài Quần Dài
Quần Áo Hot Trend✅
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 23 August 2026 07:32:00 GMT
258
1
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
2.84MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
2.84MB
)
Watermark .mp4 (
2.98MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @solanhshop1994nb, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Pick your event. Make your mark. The arena is calling, will you answer? 🏃 #IDVAsianGames #identityv #fyp
Cài app roborock trên qrevo 5AE, đơn giản xem là biết sử dụng ngay @RoboLife - Nhà Thông Minh @RoboLife - Ecovacs Chính Hãng #robolife #nhathongminh
In collaboration with @Horse Beach Club 📍Pantai Dlodo - Tulungagung, Jawa Timur. In frame : @Hera Ijtihada *info slot reservasi berkuda 🐎 di Tulungagung/Trenggalek 📞 Yolanda : 0858-1117-8188 ***** #sewadroneblitar #berkudatulungagung #berkudatrenggalek #naikkuda #blitarfromabove
POV 3 | Hujan mulai turun sejak sore. Awalnya hanya gerimis tipis yang membasahi halaman depan. Langit sudah berubah gelap bahkan sebelum jam menunjukkan pukul lima tadi, sementara angin beberapa kali membuat ranting pohon di depan rumah bergerak tidak beraturan. Mama dan Papa sudah berangkat keluar kota sejak pagi. Mereka baru akan kembali besok malam. Tidak ada pesan panjang sebelum pergi. Hanya beberapa pengingat biasa yang bahkan rasanya tidak perlu disampaikan kepada kalian. Jangan lupa mengunci pintu. Kalau keluar, kabari. Jangan pulang terlalu malam. Setelah itu, rumah sepenuhnya menjadi milikmu dan Juhoon selama dua hari ke depan. Sebenarnya tidak ada yang berbeda. Setelah pulang sekolah, kamu langsung masuk kamar. Juhoon juga melakukan hal yang sama. Kalian sempat berpapasan di dapur ketika kamu mengambil minum, tetapi tidak ada percakapan yang terjadi. Juhoon hanya melirik sekilas, kemudian kembali berjalan seperti biasa. Menjelang malam, hujan justru semakin deras. Suara air mulai menghantam atap dengan cukup keras hingga terdengar sampai ke dalam kamar. Kamu yang sejak tadi duduk di depan laptop akhirnya menyerah dan menutup layar. Listrik beberapa kali sempat berkedip. Kamu menoleh ke arah lampu kamar. Sekali. Dua kali. Lampu itu kembali stabil. "Jangan mati dulu, deh" Kamu mengembuskan napas pelan, lalu bangkit dari tempat tidur. Perutmu mulai terasa lapar. Kamu mengambil ponsel yang tergeletak di samping laptop dan keluar kamar. Lorong lantai dua dalam keadaan sepi. Pintu kamar Juhoon tertutup rapat. Kamu sempat meliriknya sebentar sebelum akhirnya menuruni tangga menuju lantai bawah. Baru beberapa langkah memasuki ruang keluarga, suara benturan terdengar dari arah belakang rumah. Kamu langsung berhenti. Suara itu cukup keras. Seperti sesuatu yang jatuh. Kepalamu perlahan menoleh ke arah pintu belakang. Tidak ada apa-apa yang terlihat dari tempatmu berdiri. Hanya suara hujan yang memenuhi seluruh rumah. Kamu mengerutkan kening. Mungkin pot tanaman. Atau sesuatu yang tertiup angin. Namun beberapa detik kemudian, suara itu terdengar lagi. Kali ini lebih jelas. Kamu berdiri diam. Alismu sedikit bertaut, sementara tangan yang memegang ponsel turun perlahan di sisi tubuh. "Apaan, sih?" Kamu berjalan mendekati pintu belakang. Rumah terasa jauh lebih sunyi ketika hanya ada suara hujan di luar. Langkahmu melambat ketika semakin dekat dengan pintu. Tanganmu baru saja menyentuh gagang pintu ketika suara langkah terdengar dari arah tangga. Kamu menoleh. Juhoon turun dengan kaus hitam dan celana pendek rumahan. Rambutnya sedikit berantakan, beberapa bagian masih jatuh tidak beraturan di dahinya, seolah dia benar-benar baru saja bangun. Tatapannya masih berat ketika berhenti melihatmu berdiri di dekat pintu. "Apa?" Kamu mengangguk ke arah belakang rumah. "Ada suara" Juhoon menatap ke arah yang kamu tunjuk, lalu kembali melihatmu. Wajahnya masih datar. "Terus?" Kamu mengernyit menatapnya. "Lo nggak denger?" "Denger" "Terus lo santai aja?" Juhoon hanya mengangkat satu alis. Kedua tangannya masuk ke saku celana pendeknya. "Harusnya?" Jawabannya membuatmu mendengus pelan. Kamu kembali memegang gagang pintu. Namun sebelum sempat membukanya, suara petir tiba-tiba menggelegar. Sangat dekat. Cahaya putih menyambar dari luar jendela. Dalam waktu yang hampir bersamaan, lampu rumah mati. Seketika seluruh ruangan berubah gelap. Kamu refleks tersentak mundur. Bahumu terangkat dan napasmu tertahan. "Aaakkk!!" Baru satu langkah mundur, kakimu hampir mengenai sisi meja kecil di belakang. Namun sebelum tubuhmu benar-benar kehilangan keseimbangan, sesuatu menangkap tanganmu. Jari-jari seseorang melingkari pergelangan tanganmu. Kuat. Cepat. Seolah terjadi sebelum orang itu sempat berpikir. Kamu membeku. Dalam gelap, kamu tidak bisa melihat apa-apa. Hanya suara hujan yang terus menghantam atap dan napas yang masih tertahan di tenggorokanmu. Dan tangan Juhoon yang masih menggenggam pergelangan tanganmu. Beberapa detik berlalu. "Makanya jangan sembarangan mundur" [++di saluran] #pov #juhoon
#peaceful #night
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy