@pemuda_selatan_: Kisah tersebut bermula ketika sepasang naga asal Tiongkok menemukan seorang bayi perempuan terapung di tengah laut dan merawatnya penuh kasih sayang hingga tumbuh dewasa. Konflik pecah tatkala orang tua kandung sang putri—yang merupakan raja dan ratu dari Kerajaan Asralanoka—berhasil melacak keberadaan anak mereka dan berniat menjemputnya pulang. Kesalahpahaman memicu pertempuran dahsyat di lautan antara armada kerajaan melawan sepasang naga yang tidak ingin menyerahkan anak angkat mereka. Suara gaduh dan jeritan dari peperangan tersebut mengusik ketenangan pertapaan Syekh Tuan Tapa. Tergerak untuk menyelesaikan pertikaian, ia turun tangan dan melompat dari atas puncak gunung langsung ke pesisir pantai. Hentakan kaki raksasanya saat mendarat di atas batu karang begitu kuat hingga meninggalkan bekas telapak kaki berukuran raksasa yang kini menjadi ikon utama wisata Tapaktuan. Setelah pertempuran sengit yang berhasil dimenangkan oleh sang pertapa dengan menaklukkan kedua naga, pihak Kerajaan Asralanoka dan sang putri akhirnya selamat. Sebagian dari rombongan kerajaan tersebut kemudian memilih menetap di kawasan itu, yang dipercaya masyarakat setempat sebagai cikal bakal penduduk lokal. Sementara itu, Syekh Tuan Tapa diyakini wafat dan dimakamkan di kawasan Kampung Padang dengan ukuran makam yang tidak biasa panjangnya. Hingga saat ini, jejak telapak kaki karang dan berbagai situs peninggalan tersebut tetap dijaga sebagai warisan legenda yang memperkaya khazanah sejarah budaya Aceh Selatan. #viral #fyp #aceh #legenda #indonesia