@shahidmahmoodkamala: #kamala #foryou #pakistan #foryourpage #punjabi

shahidmahmoodkamala
shahidmahmoodkamala
Open In TikTok:
Region: GB
Saturday 22 August 2026 14:02:14 GMT
243007
17868
796
1872

Music

Download

Comments

faisalbashir710
Faisal Bashir :
Proud to be a khatana
2026-08-24 14:18:12
3
argujjar19
ADNAN RAZA گجر 💞 :
I'm muslin GUjjar khtana ❤️❤️🥰🥰
2026-08-25 13:40:56
1
ikrammeeran273
🦅CHAUDHARY IKRAM🦅 :
بندے ویچ انسانیت ہونی چاہے زات کوی بھی ہو لوگ عزت کرتے ہیں ان زاتوں پاتوں میں کج نہیں رکھا
2026-08-23 03:32:55
54
gujjar_kingdomm
SULTANGUJJAR🦁 :
Khatana Gujjar Kundoana 👑
2026-08-23 03:18:17
19
kamrangujjar302
سردار کامران گجر 🦅🥷 :
Proud to be khatana👑🥰
2026-08-24 18:18:17
4
saif_gujj4r00
سیف کھٹانہ گجر🐊💎 :
Geo♥️
2026-08-23 11:58:12
7
iftikhar.222
اسٹیٹ لائف :
جانی گجرکھٹانہ
2026-08-25 04:25:28
9
usmanhabib.7
〽️𝕒ن𝕚𝕚𝕚_𝙂𝙐ج𝘼𝙍. :
گجر زات میں کسی گوت کو کسی گوت پر فوقیت حاصل نہیں سب برابر ہیں
2026-08-24 09:15:33
12
farooqjanmusafarofficia
🎧Singer Farooq Jan🎸🎙️ :
چوہان گجر خیبرپختونخوا
2026-08-24 13:27:58
8
amna4481
♥️Amna Khatana♥️ :
Yes my dad told me the history about Khatana’s
2026-08-23 13:08:56
6
javedabbas4154
javed gujjar0155 :
کھٹانہ گجر ❤️🥰
2026-08-23 02:34:47
10
khalid.hameed19
Khalid Hameed :
میاں خالدحمید کھٹانہ گوجر
2026-08-24 17:30:50
1
anasgujjar370
ANAS GUJJAR :
Alhumdulilah 😁
2026-08-24 19:13:40
1
ahsangujar10
Ahsan ali Gujjar :
zindabad ❤️
2026-08-24 12:58:19
0
jockeyclan
1234 :
pind Dina Chak, Kundoana Gujjar
2026-08-23 04:27:33
7
bablu_gujjar57
👑⚖️Bablu Gujjar🇫🇷 :
Khatana Gujjar
2026-08-22 18:02:43
21
shabir.gujjar
گجر😍🥰 صاحب :
کسانہ گجر بارے دسو کچھ
2026-08-23 04:11:19
7
love315548
جانی گجر :
کھٹانہ گجر ضلع گجرات پنڈ شیر گڑھ
2026-08-22 20:36:00
26
choudhryaliraza040
Choudhry Ali Raza Gujjar :
جناب مہرانہ گوت پر بھی ویڈیو بنائیں❤️
2026-08-22 16:43:09
6
chwaseem412
چوہدری وسیم گجر گجرات :
کھٹانہ گجر صاحب لکھو
2026-08-23 04:30:39
6
gujjar.saab779
gujjar saab :
پنڈ حاجی آئمہ جہلم کھٹانہ برادران 🥰❤️🥰
2026-08-22 19:34:59
7
faisalabdulbasit_
فیصل عبدالباسط :
sb adam ki ulad hain is pe b video banao ta k sb musalman ak ho jaye ak soch rakh k tamam muslim apny bahio ki help kary
2026-08-22 20:05:19
6
meharmachiwall
عدنان مہر ماچھیوالیہ :
الحمدللہ ۔کھٹانہ گجر ماچھیوال
2026-08-22 18:27:25
10
.gujjar4173
Ali Gujjar :
علی کھٹانہ گجر جمن چنڈالہ
2026-08-22 22:06:10
8
khatanagujjar804
درویش گجر :
allahumdullaih gujjar khatana of Malik pur gujrat
2026-08-22 20:47:41
6
To see more videos from user @shahidmahmoodkamala, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kutipan ini mengingatkan bahwa jalan menuju kemuliaan di sisi Allah tidak selalu ditandai oleh amalan-amalan yang tampak besar di mata manusia. Ada amal yang sederhana, dilakukan dalam sunyi, tetapi memiliki nilai yang sangat agung. Salah satunya adalah membersihkan hati dari dendam dan memaafkan orang lain sebelum memejamkan mata. Ungkapan ini merujuk pada sebuah kisah yang masyhur dalam literatur hadis. Diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah menyebut seorang laki-laki sebagai penghuni surga. Ketika para sahabat ingin mengetahui rahasia amalnya, mereka mendapati bahwa ibadah sunnahnya tidak tampak luar biasa dibandingkan yang lain. Namun, ia mengaku bahwa setiap malam ia tidak menyimpan rasa dengki atau kebencian terhadap seorang Muslim, dan ia memaafkan orang-orang yang pernah berbuat salah kepadanya. Riwayat ini terdapat dalam karya seperti *Musnad Ahmad*, meskipun para ulama berbeda pendapat mengenai penilaian sanadnya. Terlepas dari pembahasan tersebut, makna yang dikandungnya selaras dengan banyak ajaran Islam tentang pentingnya kebersihan hati. Memaafkan bukan berarti menganggap kezaliman itu benar atau berpura-pura bahwa luka itu tidak pernah ada. Memaafkan adalah keputusan untuk tidak membiarkan kebencian terus menguasai hati. Seseorang masih boleh mencari keadilan, menjaga batasan, atau menjauh dari orang yang terus berbuat zalim. Namun, ia tidak membiarkan dendam menjadi penghuni tetap di dalam jiwanya. Hal yang membuat sikap ini begitu mulia adalah karena memaafkan sering kali lebih sulit daripada melakukan banyak amalan fisik. Salat malam dapat dilakukan oleh tubuh, sedangkan memaafkan menuntut perjuangan hati. Puasa dapat menahan lapar, tetapi memaafkan menuntut seseorang menundukkan ego, melepaskan keinginan untuk membalas, dan menyerahkan urusan kepada Allah. Namun, kutipan ini juga perlu dipahami secara bijaksana. Tidak semua luka dapat sembuh dalam satu malam. Ada pengkhianatan, kehilangan, atau kezaliman yang membutuhkan waktu panjang untuk diproses. Karena itu, seseorang tidak perlu merasa berdosa apabila ia belum mampu memaafkan seketika. Yang terpenting adalah terus berusaha agar kebencian tidak menguasai dirinya dan memohon pertolongan Allah untuk melembutkan hatinya. Dalam Islam, memaafkan merupakan akhlak yang sangat dianjurkan, tetapi tidak diwajibkan dalam setiap keadaan. Al-Qur'an memuji orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan sesama, sekaligus mengakui hak seseorang untuk menuntut keadilan atas kezaliman yang dialaminya. Dengan demikian, memaafkan adalah pilihan yang luhur, bukan pembenaran terhadap perbuatan zalim. Kutipan ini juga mengajak kita menjadikan malam sebagai waktu membersihkan hati, bukan hanya membersihkan tubuh. Sebelum tidur, kita biasa mematikan lampu, mengunci pintu, dan meletakkan telepon genggam. Barangkali yang juga perlu kita lakukan adalah memeriksa hati: adakah kebencian yang masih ingin kita pelihara, atau adakah kesempatan untuk menyerahkan semuanya kepada Allah dan tidur dengan jiwa yang lebih lapang? Pada akhirnya, manusia tidak mengetahui apakah ia masih akan diberi kesempatan menyambut pagi. Karena itu, menutup hari dengan hati yang lebih bersih adalah salah satu bekal terbaik yang dapat dibawa menghadap Allah. Bukan karena kita melupakan luka, tetapi karena kita memilih untuk tidak membiarkan luka itu menguasai seluruh kehidupan kita. Sebab terkadang, amalan yang paling berat bukanlah yang paling banyak gerakannya, melainkan yang paling dalam pengaruhnya terhadap hati. Dan hati yang mampu memaafkan dengan tulus adalah hati yang telah memberi ruang lebih luas bagi rahmat Allah daripada bagi dendam kepada sesama.  #fyp #nasehat #hijrah #dakwah #motivasi
Kutipan ini mengingatkan bahwa jalan menuju kemuliaan di sisi Allah tidak selalu ditandai oleh amalan-amalan yang tampak besar di mata manusia. Ada amal yang sederhana, dilakukan dalam sunyi, tetapi memiliki nilai yang sangat agung. Salah satunya adalah membersihkan hati dari dendam dan memaafkan orang lain sebelum memejamkan mata. Ungkapan ini merujuk pada sebuah kisah yang masyhur dalam literatur hadis. Diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah menyebut seorang laki-laki sebagai penghuni surga. Ketika para sahabat ingin mengetahui rahasia amalnya, mereka mendapati bahwa ibadah sunnahnya tidak tampak luar biasa dibandingkan yang lain. Namun, ia mengaku bahwa setiap malam ia tidak menyimpan rasa dengki atau kebencian terhadap seorang Muslim, dan ia memaafkan orang-orang yang pernah berbuat salah kepadanya. Riwayat ini terdapat dalam karya seperti *Musnad Ahmad*, meskipun para ulama berbeda pendapat mengenai penilaian sanadnya. Terlepas dari pembahasan tersebut, makna yang dikandungnya selaras dengan banyak ajaran Islam tentang pentingnya kebersihan hati. Memaafkan bukan berarti menganggap kezaliman itu benar atau berpura-pura bahwa luka itu tidak pernah ada. Memaafkan adalah keputusan untuk tidak membiarkan kebencian terus menguasai hati. Seseorang masih boleh mencari keadilan, menjaga batasan, atau menjauh dari orang yang terus berbuat zalim. Namun, ia tidak membiarkan dendam menjadi penghuni tetap di dalam jiwanya. Hal yang membuat sikap ini begitu mulia adalah karena memaafkan sering kali lebih sulit daripada melakukan banyak amalan fisik. Salat malam dapat dilakukan oleh tubuh, sedangkan memaafkan menuntut perjuangan hati. Puasa dapat menahan lapar, tetapi memaafkan menuntut seseorang menundukkan ego, melepaskan keinginan untuk membalas, dan menyerahkan urusan kepada Allah. Namun, kutipan ini juga perlu dipahami secara bijaksana. Tidak semua luka dapat sembuh dalam satu malam. Ada pengkhianatan, kehilangan, atau kezaliman yang membutuhkan waktu panjang untuk diproses. Karena itu, seseorang tidak perlu merasa berdosa apabila ia belum mampu memaafkan seketika. Yang terpenting adalah terus berusaha agar kebencian tidak menguasai dirinya dan memohon pertolongan Allah untuk melembutkan hatinya. Dalam Islam, memaafkan merupakan akhlak yang sangat dianjurkan, tetapi tidak diwajibkan dalam setiap keadaan. Al-Qur'an memuji orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan sesama, sekaligus mengakui hak seseorang untuk menuntut keadilan atas kezaliman yang dialaminya. Dengan demikian, memaafkan adalah pilihan yang luhur, bukan pembenaran terhadap perbuatan zalim. Kutipan ini juga mengajak kita menjadikan malam sebagai waktu membersihkan hati, bukan hanya membersihkan tubuh. Sebelum tidur, kita biasa mematikan lampu, mengunci pintu, dan meletakkan telepon genggam. Barangkali yang juga perlu kita lakukan adalah memeriksa hati: adakah kebencian yang masih ingin kita pelihara, atau adakah kesempatan untuk menyerahkan semuanya kepada Allah dan tidur dengan jiwa yang lebih lapang? Pada akhirnya, manusia tidak mengetahui apakah ia masih akan diberi kesempatan menyambut pagi. Karena itu, menutup hari dengan hati yang lebih bersih adalah salah satu bekal terbaik yang dapat dibawa menghadap Allah. Bukan karena kita melupakan luka, tetapi karena kita memilih untuk tidak membiarkan luka itu menguasai seluruh kehidupan kita. Sebab terkadang, amalan yang paling berat bukanlah yang paling banyak gerakannya, melainkan yang paling dalam pengaruhnya terhadap hati. Dan hati yang mampu memaafkan dengan tulus adalah hati yang telah memberi ruang lebih luas bagi rahmat Allah daripada bagi dendam kepada sesama. #fyp #nasehat #hijrah #dakwah #motivasi

About