@ahmed_shuvo55: #fyppppppppppppppppppppppp #unfrezzmyaccount #vairal_video_tiktok

A  🧃
A 🧃
Open In TikTok:
Region: BD
Saturday 22 August 2026 15:05:42 GMT
2144
107
2
35

Music

Download

Comments

your_honey._
Anisha Amin 💫 :
আমি বলবো ভুল..! একটা সম্পর্ক মৃত্যুর আগে পর্যন্ত ঠিক রাখতে চাইলে ছেলে এবং মেয়ে ২ জনেরই সমান আগ্রহ থাকতে হবে। শুধু একটা ছেলে বা শুধু একটা মেয়ে চাইলেই শেষ পর্যন্ত নিয়ে যেতে পারবে না,,,এক তরফা কিছুই হয় না 😌🫶❤️‍🩹
2026-08-22 22:29:06
2
tasniya_.yyy
Yariqa🪷 :
Illogical akta post ? Vai manlam but polay judi treat na kore thik thak ? Tokhon kmne dibe peace ?
2026-08-23 16:00:44
0
To see more videos from user @ahmed_shuvo55, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Delusi Surga di Atas Kasur Berd4rah: Traged! AZ dan Logika Ayah yang Ses4t Di sebuah kontrakan sederhana di Dusun Plampang, Gresik, nalar seorang ayah runtuh. Muhammad Qo'dad Af'alul Kirom (29) alias Afan bukanlah monster dari cerita rekaan. Ia hanyalah pria biasa yang terhimpit kemiskinan, stigma mantan narapid4na narkob4, dan status pengangguran. Sayangnya, keputusasaan itu bukannya memacu Afan untuk berjuang, melainkan merusak pikirannya hingga melahirkan keputusan paling menger!kan: membu*nuh anak kandungnya demi
Delusi Surga di Atas Kasur Berd4rah: Traged! AZ dan Logika Ayah yang Ses4t Di sebuah kontrakan sederhana di Dusun Plampang, Gresik, nalar seorang ayah runtuh. Muhammad Qo'dad Af'alul Kirom (29) alias Afan bukanlah monster dari cerita rekaan. Ia hanyalah pria biasa yang terhimpit kemiskinan, stigma mantan narapid4na narkob4, dan status pengangguran. Sayangnya, keputusasaan itu bukannya memacu Afan untuk berjuang, melainkan merusak pikirannya hingga melahirkan keputusan paling menger!kan: membu*nuh anak kandungnya demi "menyelamatkannya." Titik Nadir Sebelum Bencan4 Rumah tangga Afan dan istrinya, D, berada di ujung tanduk akibat Keker4san Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan krisis ekonomi. Pada 26 April 2023, D memilih kabur untuk menyelamatkan nyaw4nya. Dalam pelarian yang panik itu, ia terpaksa meninggalkan putri mereka yang berusia 9 tahun, AZ, bersama Afan. Dua hari merawat AZ seorang diri tanpa uang dan pekerjaan membuat logika Afan retak. Terbayang olehnya stigma pekerjaan istrinya sebagai pemandu lagu (LC) dan kemiskinan yang membayang-bayang. Ia yakin masa depan AZ akan hancur dan menjadi sasaran perundungan (bullying). Di tengah keputusasaan itu, lahir delusi fatal dari pemahaman agama yang sempit: "Anak kecil yang belum baligh dijamin langsung masuk surga karena belum berdosa." Bagi Afan, mencabut nyaw4 AZ bukan lagi kejahat4n, melainkan "tindakan belas kasih" untuk membebaskan sang anak dari kekejam4n dunia. Jejak Digital yang Mendinginkan Dar4h Jumat malam, 28 April 2023, niat jah4t itu mengkristal. Saat AZ tidur lelap, Afan meraih ponselnya dan mengetik di kolom pencarian Google: "Cara membu*nuh anak dengan cepat" "Cara membu*nuh agar tidak kesakitan" Forensik digital mencatat ada jeda waktu beberapa jam antara pencarian tersebut dan eksekusi. Waktu yang cukup untuk berpikir jernih itu justru dipakai Afan untuk mematangkan rencana. Subuh Berdar4h di Atas Kasur Sabtu pukul 04.30 WIB, Afan mengambil pis4u dapur sepanjang 30 cm dan mendekati AZ yang sedang tidur tengkurap. Tanpa ragu, pis4u dihuj4mkan. AZ terbangun dan meronta menahan sakit yang luar biasa. Namun, bukannya iba, Afan justru semakin kal4p. Hasil autopsi RSUD Ibnu Sina menemukan 24 luka tusuk4n yang menembus organ vital seperti jantung dan paru-paru. Klaim Afan ingin membu*nuh "tanpa rasa sakit" mementah seketika—AZ merenggut napas terakhirnya dalam penderitaan fisik yang ekstrem, dikhianati oleh orang yang seharusnya menjadi pelindungnya. Artefak Bisu dan Pengakuan Tanpa Air Mata Usai melancarkan aksinya, Afan membersihkan diri dan dengan tenang menyerahkan diri ke Mapolsek Tandes, Surabaya. Tanpa raut penyesalan maupun air mata, ia mengaku: "Pak, saya baru saja membu*nuh anak kandung saya." Ia bahkan meminta dijatuhi hukum4n m4ti agar bisa "menyusul" AZ ke surga. Namun, delusi Afan dipatahkan oleh sebuah temuan emosional di lokasi kejadian. Tim Inafis Polres Gresik menemukan buku gambar milik AZ. Di sana, jemari mungil AZ menggambar dirinya yang sedang tersenyum ceria bersama teman-temannya. Gambar itu membuktikan AZ memiliki dunia yang bahagia dan penuh harapan—sang ayah-lah yang sebenarnya melarikan diri dari ketidakmampuannya sendiri. Temuan ini bahkan membuat beberapa penyidik tak kuasa menahan air mata. Akhir dari Sebuah Delusi Pemeriksaan kejiwaan menyatakan Afan sadar penuh, terstruktur, dan tidak mengalami gangguan jiwa (bukan ODGJ). Pada akhir 2023, Pengadilan Negeri Gresik menjatuhkan Vonis Penjara Seumur Hidup atas tuduhan Pembu*nuhan Berencana (Pasal 340 KUHP) dan Pelanggaran UU Perlindungan Anak. Tragedi Menganti menyis4kan pesan mendalam: tugas orang tua bukanlah mengambil jalan pintas dengan menghapus penderit4an anak melalui kem4tian, melainkan berani bertahan hidup dan menggandeng tangan mereka melewati badai sekeras apa pun. --- Disclaimer: Narasi ini disusun berdasarkan laporan media publikasi untuk tujuan edukasi, informasi, dan refleksi sosial.

About