@nexad_: #morocco #music #dance #heklilinifi #lhrba

𝘕𝘌𝘟𝘈𝘋❤️
𝘕𝘌𝘟𝘈𝘋❤️
Open In TikTok:
Region: MA
Saturday 22 August 2026 16:31:38 GMT
183553
17493
435
3326

Music

Download

Comments

sofiahalimi
SOFIA HALIMI :
5ouya hklelel nefiii
2026-08-23 22:52:35
1
y.aa0096
AYA :
agadirawa🤣🤣🤣
2026-08-22 18:49:05
41
salah_17w
salah_17w :
كانت عندي 7 سنين في 2015 كانو كيطلقو لينا هاد الاغنية في المدرسة
2026-08-23 18:18:39
49
user2491861358655
wolf🇲🇦🇧🇷 :
🤣🤣🤣هاد لاغنية تصرفات ولى مزال متصرقت
2026-08-23 13:57:49
17
houssam.9001
𝙷𝙾𝚄𝚂𝚂𝙰𝙼 •••• 🖤🍃 :
واا على فلاشباك درتي ليا 😂😂
2026-08-23 08:20:35
6
wldkabire
wldkabire 🇲🇦 :
حك لي نيفي
2026-08-23 00:07:08
5
zayed.ff.fcb.rca
RMA ZAYED :
2026-08-22 17:28:40
5
To see more videos from user @nexad_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Takfir According to Ahl al-Sunnah | Shaykh Salih al-Fawzan ━━━━━━━━━━━━━ 📌 In this important fatwa, Shaykh Salih al-Fawzan explains the methodology of Ahl al-Sunnah regarding takfir and clarifies that judgments are based upon what is outwardly apparent, while the realities of the hearts are left to Allah alone. 🚨 Takfir has two distinct realities. 1️⃣. The first is the outward ruling of applying the legislated names and labels (takfir al-ismi). This is based solely on what is outwardly apparent from a person's statements and actions. 2️⃣. The second concerns legal accountability and punishment (takfir al-hukmi). This is based on both the outward and inward realities: outwardly, the person committed an act of kufr, and inwardly, no valid excuse exists to prevent accountability. ⚠️ The Shariah requires us to affirm the outward ruling once an act or statement of kufr becomes clear. Just as we accept a person's Islam based on what is outwardly apparent, we likewise affirm a person's kufr based on what is outwardly apparent. 🔹 As for inward matters, such as a person's motive, intention, reason, ignorance, or other potential excuses, these relate only to legal accountability. They are for the Islamic judge before applying legal punishments, and ultimately for Allah on the Day of Judgment. 🔹 Likewise, establishing the proof, as well as considering the conditions and preventers, has no effect on the outward ruling. They do not prevent applying the legislated names and labels to those who outwardly commit shirk or kufr or openly ascribe to another religion. Rather, they affect only legal accountability and punishment. ━━━━━━━━━━━━━ #islam #sunnah #aqeedah #tawheed #salafi
Takfir According to Ahl al-Sunnah | Shaykh Salih al-Fawzan ━━━━━━━━━━━━━ 📌 In this important fatwa, Shaykh Salih al-Fawzan explains the methodology of Ahl al-Sunnah regarding takfir and clarifies that judgments are based upon what is outwardly apparent, while the realities of the hearts are left to Allah alone. 🚨 Takfir has two distinct realities. 1️⃣. The first is the outward ruling of applying the legislated names and labels (takfir al-ismi). This is based solely on what is outwardly apparent from a person's statements and actions. 2️⃣. The second concerns legal accountability and punishment (takfir al-hukmi). This is based on both the outward and inward realities: outwardly, the person committed an act of kufr, and inwardly, no valid excuse exists to prevent accountability. ⚠️ The Shariah requires us to affirm the outward ruling once an act or statement of kufr becomes clear. Just as we accept a person's Islam based on what is outwardly apparent, we likewise affirm a person's kufr based on what is outwardly apparent. 🔹 As for inward matters, such as a person's motive, intention, reason, ignorance, or other potential excuses, these relate only to legal accountability. They are for the Islamic judge before applying legal punishments, and ultimately for Allah on the Day of Judgment. 🔹 Likewise, establishing the proof, as well as considering the conditions and preventers, has no effect on the outward ruling. They do not prevent applying the legislated names and labels to those who outwardly commit shirk or kufr or openly ascribe to another religion. Rather, they affect only legal accountability and punishment. ━━━━━━━━━━━━━ #islam #sunnah #aqeedah #tawheed #salafi
Sejarah #fotografi🕋 #nabilaputri  #kunfayakunkunfayakun **Sejarah Fotografi** Fotografi berasal dari bahasa Yunani: *phōtós* (cahaya) dan *gráphō* (menggambar/menulis), yang secara harfiah berarti “menggambar dengan cahaya”. Sejarahnya mencakup ribuan tahun ide dan penemuan teknologi hingga menjadi seni dan media yang kita kenal sekarang. ### **Tahap Awal (Sebelum Abad ke-19)** - **Kamera Obscura** (abad ke-4 SM hingga abad ke-17 M): Konsep dasar fotografi sudah dikenal sejak zaman Aristoteles dan kemudian dikembangkan oleh ilmuwan Arab seperti Ibn al-Haytham (Alhazen). Kamera obscura adalah ruangan gelap dengan lubang kecil yang memproyeksikan gambar terbalik dari luar ke dinding dalam. Pada abad ke-16–17, seniman Eropa seperti Leonardo da Vinci menggunakan alat ini untuk membantu menggambar. - **Camera Lucida** (awal abad ke-19): Alat optik yang membantu seniman melihat objek dan kertas secara bersamaan. ### **Penemuan Fotografi Modern (1820-an – 1830-an)** - **Joseph Nicéphore Niépce** (Prancis, 1826/1827): Dikenal sebagai pencipta **foto permanen pertama** di dunia. Menggunakan lempeng timah yang dilapisi bitumen of Judea, ia berhasil menghasilkan gambar “View from the Window at Le Gras” setelah paparan cahaya selama 8 jam. Gambar ini masih ada hingga sekarang. - **Louis Daguerre** (1839): Mantan mitra Niépce yang menyempurnakan proses tersebut menjadi **Daguerreotype**. Proses ini menggunakan lempeng perak yang diolah dengan uap merkuri, menghasilkan gambar yang sangat tajam dan detail. Tahun 1839, pemerintah Prancis membeli hak ciptanya dan membagikannya secara gis ke dunia. Ini menandai “kelahiran” fotografi publik. - **William Henry Fox Talbot** (Inggris, 1839–1841): Menciptakan **Calotype**, proses negatif-positif pertama. Keunggulannya: bisa membuat banyak salinan dari satu negatif. Ini menjadi dasar fotografi modern. ### **Perkembangan Abad ke-19** - **1851 – Wet Collodion Process** (Frederick Scott Archer): Lebih murah dan cepat (paparan hanya beberapa detik), tapi pelat harus dibuat dan dikembangkan saat masih basah. - **1850-an – 1860-an**: Fotografi potret menjadi populer. Studio foto muncul di mana-mana. Kartu kunjungan (carte de visite) karya André Disdéri sangat booming. - **1871 – Dry Plate Process** (Richard Maddox): Pelat kering yang bisa disimpan, membuat fotografi lebih praktis. - **1888 – Kodak** oleh George Eastman: “You press the button, we do the rest.” Kamera Kodak No.1 menggunakan film rol (roll film) yang bisa digulung. Ini mendemokisasi fotografi untuk masyarakat umum. ### **Abad ke-20: Revolusi Teknologi dan Seni** - **1900-an**: Fotografi warna komersial (Autochrome Lumière, 1907). - **1920-an – 1930-an**: Kamera Leica (35mm) revolusioner karena kecil, ringan, dan menggunakan film sinematik. Lahirnya fotojurnalisme modern (Henri Cartier-Bresson, Robert Capa). - **1935 – Kodachrome**: Film warna slide berkualitas tinggi. - **1940-an – 1950-an**: Fotografi dokumenter Perang Dunia II dan gerakan seni (Magnum Photos). - **1960-an – 1970-an**: Fotografi sebagai seni murni diakui di museum. Karya Andy Warhol, Diane Arbus, dll. - **1981 – Sony Mavica**: Kamera digital pertama (meski masih rekam ke disk). - **1990-an**: Kamera digital konsumen (Kodak DCS, Nikon D1, dll). Revolusi besar: fotografi beralih dari film ke sensor digital. ### **Era Digital dan Kontemporer (2000-an – sekarang)** - 2000-an: Ponsel dengan kamera (Nokia 7650, iPhone 2007) mengubah semua orang menjadi fotografer. - 2010-an: Mirrorless, drone photography, computational photography (Google Pixel, iPhone Night Mode). - Sekarang: AI image geneion (seperti Grok Imagine, Midjourney, DALL·E), smartphone computational photography, dan fotografi 360°/VR. ### **Dampak Sosial dan Budaya** Fotografi mengubah cara manusia melihat dunia: dari dokumentasi sejarah, iklan, seni, hingga media sosial. Ia juga menimbulkan perdebatan tentang kebenaran (“kamera tidak pernah bohong” vs manipulasi). **Beberapa Tokoh Penting:** - Ansel Adams
Sejarah #fotografi🕋 #nabilaputri #kunfayakunkunfayakun **Sejarah Fotografi** Fotografi berasal dari bahasa Yunani: *phōtós* (cahaya) dan *gráphō* (menggambar/menulis), yang secara harfiah berarti “menggambar dengan cahaya”. Sejarahnya mencakup ribuan tahun ide dan penemuan teknologi hingga menjadi seni dan media yang kita kenal sekarang. ### **Tahap Awal (Sebelum Abad ke-19)** - **Kamera Obscura** (abad ke-4 SM hingga abad ke-17 M): Konsep dasar fotografi sudah dikenal sejak zaman Aristoteles dan kemudian dikembangkan oleh ilmuwan Arab seperti Ibn al-Haytham (Alhazen). Kamera obscura adalah ruangan gelap dengan lubang kecil yang memproyeksikan gambar terbalik dari luar ke dinding dalam. Pada abad ke-16–17, seniman Eropa seperti Leonardo da Vinci menggunakan alat ini untuk membantu menggambar. - **Camera Lucida** (awal abad ke-19): Alat optik yang membantu seniman melihat objek dan kertas secara bersamaan. ### **Penemuan Fotografi Modern (1820-an – 1830-an)** - **Joseph Nicéphore Niépce** (Prancis, 1826/1827): Dikenal sebagai pencipta **foto permanen pertama** di dunia. Menggunakan lempeng timah yang dilapisi bitumen of Judea, ia berhasil menghasilkan gambar “View from the Window at Le Gras” setelah paparan cahaya selama 8 jam. Gambar ini masih ada hingga sekarang. - **Louis Daguerre** (1839): Mantan mitra Niépce yang menyempurnakan proses tersebut menjadi **Daguerreotype**. Proses ini menggunakan lempeng perak yang diolah dengan uap merkuri, menghasilkan gambar yang sangat tajam dan detail. Tahun 1839, pemerintah Prancis membeli hak ciptanya dan membagikannya secara gis ke dunia. Ini menandai “kelahiran” fotografi publik. - **William Henry Fox Talbot** (Inggris, 1839–1841): Menciptakan **Calotype**, proses negatif-positif pertama. Keunggulannya: bisa membuat banyak salinan dari satu negatif. Ini menjadi dasar fotografi modern. ### **Perkembangan Abad ke-19** - **1851 – Wet Collodion Process** (Frederick Scott Archer): Lebih murah dan cepat (paparan hanya beberapa detik), tapi pelat harus dibuat dan dikembangkan saat masih basah. - **1850-an – 1860-an**: Fotografi potret menjadi populer. Studio foto muncul di mana-mana. Kartu kunjungan (carte de visite) karya André Disdéri sangat booming. - **1871 – Dry Plate Process** (Richard Maddox): Pelat kering yang bisa disimpan, membuat fotografi lebih praktis. - **1888 – Kodak** oleh George Eastman: “You press the button, we do the rest.” Kamera Kodak No.1 menggunakan film rol (roll film) yang bisa digulung. Ini mendemokisasi fotografi untuk masyarakat umum. ### **Abad ke-20: Revolusi Teknologi dan Seni** - **1900-an**: Fotografi warna komersial (Autochrome Lumière, 1907). - **1920-an – 1930-an**: Kamera Leica (35mm) revolusioner karena kecil, ringan, dan menggunakan film sinematik. Lahirnya fotojurnalisme modern (Henri Cartier-Bresson, Robert Capa). - **1935 – Kodachrome**: Film warna slide berkualitas tinggi. - **1940-an – 1950-an**: Fotografi dokumenter Perang Dunia II dan gerakan seni (Magnum Photos). - **1960-an – 1970-an**: Fotografi sebagai seni murni diakui di museum. Karya Andy Warhol, Diane Arbus, dll. - **1981 – Sony Mavica**: Kamera digital pertama (meski masih rekam ke disk). - **1990-an**: Kamera digital konsumen (Kodak DCS, Nikon D1, dll). Revolusi besar: fotografi beralih dari film ke sensor digital. ### **Era Digital dan Kontemporer (2000-an – sekarang)** - 2000-an: Ponsel dengan kamera (Nokia 7650, iPhone 2007) mengubah semua orang menjadi fotografer. - 2010-an: Mirrorless, drone photography, computational photography (Google Pixel, iPhone Night Mode). - Sekarang: AI image geneion (seperti Grok Imagine, Midjourney, DALL·E), smartphone computational photography, dan fotografi 360°/VR. ### **Dampak Sosial dan Budaya** Fotografi mengubah cara manusia melihat dunia: dari dokumentasi sejarah, iklan, seni, hingga media sosial. Ia juga menimbulkan perdebatan tentang kebenaran (“kamera tidak pernah bohong” vs manipulasi). **Beberapa Tokoh Penting:** - Ansel Adams

About