@mobilesqaure97: #itelPower80 #NoCasePhirBhiSolid #itelPakistan

MobileSquare
MobileSquare
Open In TikTok:
Region: PK
Saturday 22 August 2026 18:57:36 GMT
141
7
1
1

Music

Download

Comments

king.no.top
Shah🦅(ک ن گ)👑 :
Redmi 17 kab Aya raha hai
2026-08-29 17:30:38
0
To see more videos from user @mobilesqaure97, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Jangan Menoleh Saat Ia Menyapu‼️ Malam itu hampir pukul dua belas. Aku pulang lembur dari kantor, jalanan sudah lengang. Hanya suara mesin motorku yang memecah sunyi, bercampur angin dingin yang menusuk jaket tipis. Lampu-lampu rumah di sepanjang gang sudah padam. Kampung itu seperti tertidur… terlalu dalam. Saat memasuki tikungan dekat pohon mangga tua, aku melihatnya. Di halaman sebuah rumah tua bercat kusam, berdiri sosok nenek-nenek membungkuk. Rambutnya putih panjang tergerai, menyentuh punggungnya yang ringkih. Tangannya menggenggam sapu lidi. Ia menyapu halaman dengan gerakan pelan… berulang… seret… seret… seret… Suara sapu lidi itu terdengar jelas, meski aku masih beberapa meter jauhnya. Seret… seret… seret… Aku mengernyit. Siapa yang menyapu halaman tengah malam begini? Lampu rumahnya mati. Tak ada cahaya selain temaram bulan. Tapi anehnya, aku bisa melihat sosoknya dengan jelas. Terlalu jelas. Saat motorku mendekat, suara sapu itu berhenti. Hening. Mesin motorku mendadak terasa lebih keras dari biasanya. Lalu terdengar suara parau, pelan, seperti gesekan batu di tanah. “Le… mampir dulu, Le…” Aku merinding. Ia tidak menoleh. Tetap membelakangiku. Tapi jelas sekali, suara itu ditujukan padaku. Tanganku refleks ingin menarik rem. Entah kenapa, ada dorongan aneh untuk menoleh. Untuk memastikan wajahnya. Untuk memastikan ia manusia. Tapi aku teringat cerita lama dari orang-orang tua di kampung. Kalau melihat nenek menyapu tengah malam… jangan pernah menoleh. Jangan pernah menjawab. Apalagi berhenti. Karena yang menyapu bukan daun. Yang ia sapu… adalah sisa umur orang yang menoleh. Suara itu terdengar lagi. “Capek ya, Le… sini istirahat… nenek tunggu…” Kali ini lebih dekat. Padahal aku tidak berhenti. Aku menahan napas. Fokus lurus ke depan. Gas kutarik pelan tapi pasti. Seret… Suara sapu itu terdengar lagi. Tapi bukan dari belakang. Melainkan… di sampingku. Jantungku seperti berhenti. Tanpa berani menoleh, aku bisa merasakan sesuatu bergerak sejajar denganku. Pelan. Mengikuti kecepatan motor. Seolah-olah ia berjalan… atau meluncur. “Kenapa tidak lihat nenek…?” suaranya kini tepat di telingaku. Angin malam berubah dingin menusuk, seperti melewati lemari es terbuka. “Menoleh saja… sebentar…” Tanganku gemetar di setang motor. Aku ingin sekali melihat. Hanya sekilas. Hanya untuk memastikan. Tapi aku tahu. Begitu aku menoleh… …aku tidak akan pernah sampai rumah. Aku membaca doa dalam hati secepat mungkin. Gas kutarik lebih dalam. Motor meraung, melaju kencang melewati gang. Tiba-tiba.. BRAK! Suara keras terdengar di belakang. Seperti sesuatu jatuh. Seret… Seret… seret… seret… Suara sapu kembali menjauh. Aku tak berani melihat ke spion. Tak berani. Beberapa menit kemudian aku sampai rumah. Tanganku gemetar saat membuka pagar. Nafasku masih terengah. Aku memarkir motor dan… tanpa sengaja… mataku tertuju ke tanah. Di sepanjang ban motorku… ada bekas sapuan lidi. Rapi. Seolah-olah seseorang menyapu mengikuti jalurku pulang. Dan di depan pintu rumahku tergeletak beberapa batang lidi. Masih basah. Pelan-pelan terdengar suara dari kejauhan… Seret… Seret… Seret… Besok malam, mungkin ia menyapu lagi. Dan mungkin… kau yang pulang lembur akan melihatnya. Ingat satu hal. Kalau melihat nenek menyapu tengah malam.. Jangan Pernah Menoleh!! #ceritahoror #sapulidi #ghoststory #ghost #hantunenek
Jangan Menoleh Saat Ia Menyapu‼️ Malam itu hampir pukul dua belas. Aku pulang lembur dari kantor, jalanan sudah lengang. Hanya suara mesin motorku yang memecah sunyi, bercampur angin dingin yang menusuk jaket tipis. Lampu-lampu rumah di sepanjang gang sudah padam. Kampung itu seperti tertidur… terlalu dalam. Saat memasuki tikungan dekat pohon mangga tua, aku melihatnya. Di halaman sebuah rumah tua bercat kusam, berdiri sosok nenek-nenek membungkuk. Rambutnya putih panjang tergerai, menyentuh punggungnya yang ringkih. Tangannya menggenggam sapu lidi. Ia menyapu halaman dengan gerakan pelan… berulang… seret… seret… seret… Suara sapu lidi itu terdengar jelas, meski aku masih beberapa meter jauhnya. Seret… seret… seret… Aku mengernyit. Siapa yang menyapu halaman tengah malam begini? Lampu rumahnya mati. Tak ada cahaya selain temaram bulan. Tapi anehnya, aku bisa melihat sosoknya dengan jelas. Terlalu jelas. Saat motorku mendekat, suara sapu itu berhenti. Hening. Mesin motorku mendadak terasa lebih keras dari biasanya. Lalu terdengar suara parau, pelan, seperti gesekan batu di tanah. “Le… mampir dulu, Le…” Aku merinding. Ia tidak menoleh. Tetap membelakangiku. Tapi jelas sekali, suara itu ditujukan padaku. Tanganku refleks ingin menarik rem. Entah kenapa, ada dorongan aneh untuk menoleh. Untuk memastikan wajahnya. Untuk memastikan ia manusia. Tapi aku teringat cerita lama dari orang-orang tua di kampung. Kalau melihat nenek menyapu tengah malam… jangan pernah menoleh. Jangan pernah menjawab. Apalagi berhenti. Karena yang menyapu bukan daun. Yang ia sapu… adalah sisa umur orang yang menoleh. Suara itu terdengar lagi. “Capek ya, Le… sini istirahat… nenek tunggu…” Kali ini lebih dekat. Padahal aku tidak berhenti. Aku menahan napas. Fokus lurus ke depan. Gas kutarik pelan tapi pasti. Seret… Suara sapu itu terdengar lagi. Tapi bukan dari belakang. Melainkan… di sampingku. Jantungku seperti berhenti. Tanpa berani menoleh, aku bisa merasakan sesuatu bergerak sejajar denganku. Pelan. Mengikuti kecepatan motor. Seolah-olah ia berjalan… atau meluncur. “Kenapa tidak lihat nenek…?” suaranya kini tepat di telingaku. Angin malam berubah dingin menusuk, seperti melewati lemari es terbuka. “Menoleh saja… sebentar…” Tanganku gemetar di setang motor. Aku ingin sekali melihat. Hanya sekilas. Hanya untuk memastikan. Tapi aku tahu. Begitu aku menoleh… …aku tidak akan pernah sampai rumah. Aku membaca doa dalam hati secepat mungkin. Gas kutarik lebih dalam. Motor meraung, melaju kencang melewati gang. Tiba-tiba.. BRAK! Suara keras terdengar di belakang. Seperti sesuatu jatuh. Seret… Seret… seret… seret… Suara sapu kembali menjauh. Aku tak berani melihat ke spion. Tak berani. Beberapa menit kemudian aku sampai rumah. Tanganku gemetar saat membuka pagar. Nafasku masih terengah. Aku memarkir motor dan… tanpa sengaja… mataku tertuju ke tanah. Di sepanjang ban motorku… ada bekas sapuan lidi. Rapi. Seolah-olah seseorang menyapu mengikuti jalurku pulang. Dan di depan pintu rumahku tergeletak beberapa batang lidi. Masih basah. Pelan-pelan terdengar suara dari kejauhan… Seret… Seret… Seret… Besok malam, mungkin ia menyapu lagi. Dan mungkin… kau yang pulang lembur akan melihatnya. Ingat satu hal. Kalau melihat nenek menyapu tengah malam.. Jangan Pernah Menoleh!! #ceritahoror #sapulidi #ghoststory #ghost #hantunenek

About