@pablohh15: My soul was so full🫶🫶🫶#lalafest #rexorangecounty #bestfriend

pabloordd11
pabloordd11
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 22 August 2026 19:02:47 GMT
785
63
1
7

Music

Download

Comments

locozzs
heather :
woaaa how i wish arghh
2026-08-23 04:30:02
0
To see more videos from user @pablohh15, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Berikut adalah beberapa langkah praktis dan berbasis psikologi yang bisa kamu lakukan untuk mempercepat proses pemulihan emosional: 1. Terapkan No Contact Rule Langkah pertama dan yang paling sering disarankan oleh para ahli adalah memutus kontak untuk sementara waktu. Ini bukan berarti kamu membencinya, tetapi memberikan ruang bagi otakmu untuk berhenti “mencari” asupan dopamin dari orang tersebut. Hapus atau arsipkan percakapan, hindari menelepon, dan yang paling penting, berhenti memantau aktivitasnya di media sosial. Visualisasi atau kabar terbaru tentang dirinya hanya akan mengaktifkan kembali sirkuit rasa sakit di otak. 2. Izinkan Dirimu untuk Berduka Menolak perasaan sedih hanya akan membuat emosi tersebut terpendam dan meledak di kemudian hari. Psikologi mengenal konsep “Five Stages of Grief” oleh Elisabeth Kübler-Ross: penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan akhirnya penerimaan. Tidak masalah jika kamu merasa sedih atau ingin menangis. Berikan waktu bagi dirimu sendiri untuk memproses setiap fase ini tanpa rasa bersalah. 3. Menulis Jurnal (Journaling) Menuliskan apa yang kamu rasakan dapat membantu meredakan beban emosional. Cobalah menulis surat untuknya tanpa pernah mengirimkannya. Dalam surat tersebut, tumpahkan semua kemarahan, kekecewaan, hingga harapan yang tidak tersampaikan. Aktivitas ini membantu otak untuk mengorganisir pikiran yang kacau menjadi narasi yang lebih teratur, sehingga memberikan rasa kendali atas emosi sendiri. Tips Mengelola Pikiran Negatif: 1. Identifikasi pemicu (trigger) yang membuatmu teringat dia. 2. Lakukan teknik pernapasan dalam (box breathing) saat rasa cemas muncul. 3. Ganti pikiran “Aku tidak bisa hidup tanpanya” menjadi “Saat ini memang berat, tapi aku sedang belajar untuk mandiri kembali.”
Berikut adalah beberapa langkah praktis dan berbasis psikologi yang bisa kamu lakukan untuk mempercepat proses pemulihan emosional: 1. Terapkan No Contact Rule Langkah pertama dan yang paling sering disarankan oleh para ahli adalah memutus kontak untuk sementara waktu. Ini bukan berarti kamu membencinya, tetapi memberikan ruang bagi otakmu untuk berhenti “mencari” asupan dopamin dari orang tersebut. Hapus atau arsipkan percakapan, hindari menelepon, dan yang paling penting, berhenti memantau aktivitasnya di media sosial. Visualisasi atau kabar terbaru tentang dirinya hanya akan mengaktifkan kembali sirkuit rasa sakit di otak. 2. Izinkan Dirimu untuk Berduka Menolak perasaan sedih hanya akan membuat emosi tersebut terpendam dan meledak di kemudian hari. Psikologi mengenal konsep “Five Stages of Grief” oleh Elisabeth Kübler-Ross: penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan akhirnya penerimaan. Tidak masalah jika kamu merasa sedih atau ingin menangis. Berikan waktu bagi dirimu sendiri untuk memproses setiap fase ini tanpa rasa bersalah. 3. Menulis Jurnal (Journaling) Menuliskan apa yang kamu rasakan dapat membantu meredakan beban emosional. Cobalah menulis surat untuknya tanpa pernah mengirimkannya. Dalam surat tersebut, tumpahkan semua kemarahan, kekecewaan, hingga harapan yang tidak tersampaikan. Aktivitas ini membantu otak untuk mengorganisir pikiran yang kacau menjadi narasi yang lebih teratur, sehingga memberikan rasa kendali atas emosi sendiri. Tips Mengelola Pikiran Negatif: 1. Identifikasi pemicu (trigger) yang membuatmu teringat dia. 2. Lakukan teknik pernapasan dalam (box breathing) saat rasa cemas muncul. 3. Ganti pikiran “Aku tidak bisa hidup tanpanya” menjadi “Saat ini memang berat, tapi aku sedang belajar untuk mandiri kembali.”

About