@nayjardim0: 🌶️ “Eu sou o pimentão e vou te contar um segredo… 🤫🌱 Quando você corta o meu topo (a ponteira), eu entendo que preciso crescer mais forte e solto novos galhos para os lados. E mais galhos podem significar mais flores e mais pimentões para colher! 🌶️✨ Faça esse teste na sua horta e veja a diferença! 💚 #JardimDaNay #DicasDeHorta #Pimentão #HortaEmCasa #PlanteEmCasa

Jardim da Nay🍃❤️
Jardim da Nay🍃❤️
Open In TikTok:
Region: BR
Saturday 22 August 2026 21:10:40 GMT
38048
2206
16
63

Music

Download

Comments

antonia.dias.mour
Antonia Dias Moura :
a vc cai do pé
2026-09-16 17:11:52
1
bichinhosfeliz
Bichinhos feliz ##🕊️ :
pimenta normal pode cortar
2026-08-23 21:34:10
3
gabysouza654
Gaby Souza :
poderia fazer um vídeo mostrando
2026-08-25 21:06:00
1
brunamoura255
Bruna Moura💋 :
Pra cortar o galhinho de cima? Tipo as folhas mais alta?
2026-08-23 18:23:06
0
elida.alves.pinto
Elida Petsiter 🐶🐱🐾 :
eu tenho pena mas vou lá 🤣🤣
2026-08-23 02:03:59
1
gabrielferreira3785
Gabriel Ferreira :
Pode fazer isso na pimentinha cheirosa ?
2026-09-07 01:47:12
0
bruhh28300
bruhh :
tem época certa pra plantar???
2026-09-10 19:41:43
0
antonia.dias.mour
Antonia Dias Moura :
sério como
2026-09-16 17:11:07
0
rulio_sizar
CARNEIRO CORDEIRO LEÃO EUA🇺🇸 :
名誉 栄光 強さ 力 富 知恵
2026-09-10 21:15:36
0
nicollyafirmino
nicolly Firmino :
😂😂😂
2026-09-11 16:18:34
0
To see more videos from user @nayjardim0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: Dulu, waktu SMA, nama Riki itu udah masuk daftar hitam di kepalamu. Bukan karena dia penjahat kelam*n atau buronan interpol, tapi karena cowok itu hobi banget nyari gara-gara. Mulai dari sengaja numpahin kuah bakso ke PR matematikam, ngecengin rambutmu waktu potong kriting, sampe pamer suara knalpot brong motornya pas kamu lagi fokus ujian sejarah.  Kamu pikir, lulus SMA adalah akhir dari penderitaan. Kamu bakal bebas dari muka tengilnya, suara ketawanya yang songong, dan jaket kulit kumal geng motornya. Tapi, takdir emang suka ngelawak. Waktu pengumuman kuliah, sial banget namamu nongol di universitas yang sama—bahkan di fakultas yang gedungnya sebelahan. Tahun pertama? Kalian sering nggak sengaja ketemu di kantin. Tahun kedua? Sering berpapasan di pelataran parkir. Tahun ketiga ini? Sumpah, rasanya semesta kayak sengaja banget mau nguji imanmu tiap hari. Hari itu jam menunjukkan pukul dua siang. Suasana koridor Gedung lagi agak sepi karena sebagian besar mahasiswa udah pada bubar atau masuk ke ruang dosen. Kamu lagi jalan sambil bawa setumpuk laporan praktikum, buru-buru mau ngejar dosen pembimbing. Tiba-tiba... S-SREEEETT! Sebuah tangan kekar tiba-tiba narik lenganmu kenceng banget masuk ke area tangga darurat yang agak sepi. Laporanmu hampir aja melayang kalau nggak sigap kamu dekap ke dada.
POV: Dulu, waktu SMA, nama Riki itu udah masuk daftar hitam di kepalamu. Bukan karena dia penjahat kelam*n atau buronan interpol, tapi karena cowok itu hobi banget nyari gara-gara. Mulai dari sengaja numpahin kuah bakso ke PR matematikam, ngecengin rambutmu waktu potong kriting, sampe pamer suara knalpot brong motornya pas kamu lagi fokus ujian sejarah. Kamu pikir, lulus SMA adalah akhir dari penderitaan. Kamu bakal bebas dari muka tengilnya, suara ketawanya yang songong, dan jaket kulit kumal geng motornya. Tapi, takdir emang suka ngelawak. Waktu pengumuman kuliah, sial banget namamu nongol di universitas yang sama—bahkan di fakultas yang gedungnya sebelahan. Tahun pertama? Kalian sering nggak sengaja ketemu di kantin. Tahun kedua? Sering berpapasan di pelataran parkir. Tahun ketiga ini? Sumpah, rasanya semesta kayak sengaja banget mau nguji imanmu tiap hari. Hari itu jam menunjukkan pukul dua siang. Suasana koridor Gedung lagi agak sepi karena sebagian besar mahasiswa udah pada bubar atau masuk ke ruang dosen. Kamu lagi jalan sambil bawa setumpuk laporan praktikum, buru-buru mau ngejar dosen pembimbing. Tiba-tiba... S-SREEEETT! Sebuah tangan kekar tiba-tiba narik lenganmu kenceng banget masuk ke area tangga darurat yang agak sepi. Laporanmu hampir aja melayang kalau nggak sigap kamu dekap ke dada. "Eh, apaan sih?!" gerutumu kaget sambil narik tangan. Begitu nengok, sesosok cowok dengan jaket kulit hitam kebesaran, rambut acak-acakan tapi tetep keliatan rapi gaya bad boy, dan cengiran songong udah berdiri mepet di depanmu. Riki. Siapa lagi kalau bukan mahluk paling nyebelin sedunia? "Ikut gue sebentar," kata dia santai. "Ogah! Tangan gue sakit, Riki! Laporan gue numpuk nih, jangan bikin emosi deh!" protesmu sengit sambil melotot. Riki menghela napas pendek, matanya menatapmu lekat-lekat—tanpa ada sorot becanda yang biasa melekat di mukanya. Dia ngambil napas sebentar, lalu dengan entengnya, tanpa ada angin tanpa ada hujan, dia ngeluarin kalimat maut "Jadi pacar gue." Kamu, yang tadinya mau misuh-misuh, langsung nge-freeze. Otot-otot mukamu kaku. Kamu kedip-kedip dua kali, ngerasa ada yang salah sama pendengaranmu. "Lo... lo bilang apa barusan?" tanyamu, suaramu naik seoktaf. "Loh, gila ya lo?!" Riki berdecih pelan, tangannya dimasukin ke saku celana jeans belelnya. Tatapannya berubah serius, tapi gaya berdirinya tetep tengil kayak preman pasar. "Gue serius," jawab Riki pendek. "Nggak usah cengo gitu mukanya. Jelek." "Heh! Sialan!" Kamu spontan mukul bahunya pake tumpukan map laporan. "Lo mabok lemari es di mana tadi pagi, hah? Tiba-tiba dateng narik orang, terus ngajak pacaran? Nggak ada angin, nggak ada hujan, kita dari dulu musuhan, Riki! Otak lo konslet?!" Riki meringis kecil waktu mapmu mendarat di bahunya, tapi dia sama sekali nggak mundur sejengkal pun. Malah, dia makin ngedeket, nutup jalanmu ke arah pintu keluar tangga darurat. "Justru karena dari dulu kita musuhan, makanya sekarang jadi pacar gue," alibi Riki dengan logika ngawur bin sesat. "Logika dari mana itu, datuk maringan?!" sergahmu ngegas. "Ogahlah! Gue masih sayang sama kewarasan gue, ya. Punya pacar ketua geng motor modelan kayak lo? Yang ada darah tinggi tiap hari gue! Urusin tuh anak buah lo yang doyan nongkrong di warkop sampe subuh, nggak usah bawa-bawa gue ke lingkaran setan lo!" "Siapa yang bawa-bawa ke lingkaran setan? Gue ngajak lo pacaran, bukan nyuruh jadi bandar," bales Riki santai banget, bikin emosimu makin meroket ke ubun-ubun. "Gue tetep nggak mau, Riki! Titik. Cari cewek lain sana yang bisa sabar ngadepin tingkah tengil lo. Gue mundur!" Kamu nyoba menerobos ke sampingnya, tapi dengan sigap Riki nahan bahumu pake sebelah tangan. "Gue nggak nerima penolakan," bisik Riki, suaranya sedikit merendah, tapi nadanya mutlak nggak bisa diganggu gugat. Kepala batunya mulai keliatan. Kalau Riki udah pasang mode keras kepala kayak gini, biasanya bakal panjang urusannya. + comsec/sl wa #ni_ki #enhypen #povau #justpov ⚠️

About