@toutoumedia: SI TU DORS, TA VIE DORT. #trend #cotedivoire🇨🇮 #senegal #benintiktok🇧🇯 #camerountiktok🇨🇲

TOUTOU
TOUTOU
Open In TikTok:
Region: SN
Sunday 23 August 2026 00:16:04 GMT
2631
269
5
23

Music

Download

Comments

fabrice.kassi2
Fabrice Kassi :
😍😍😍
2026-08-23 00:32:59
0
mamadou2890
mamadou :
🥰🥰🥰
2026-08-23 00:29:14
0
adam.bichara.zakar
ZAKARIA DAR DAR :
🥰🥰🥰
2026-08-23 00:23:16
0
user6991172996510
sare yaya Hervé :
🥰🥰🥰
2026-08-23 00:23:15
0
yaya.faty5
Yaya Faty :
😂😂😂
2026-08-23 01:46:44
0
To see more videos from user @toutoumedia, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

[POV] Kehamilan mengubah segalanya dalam hidup kami. Heeseung yang dulu galak dan tegas, kini menjadi sangat lembut dan perhatian—meskipun kadang masih tegas, tapi tegasnya kini terasa lebih seperti perlindungan, bukan kekuasaan. Bulan Pertama hingga Ketiga: Mual dan Kelelahan Trimester pertama adalah yang paling berat. Aku mual hampir setiap pagi dan sering kehilangan nafsu makan. Heeseung bangun lebih pagi untuk menyiapkan makanan yang tidak membuatku mual. Dia mencari resep makanan untuk ibu hamil di internet, lalu mencoba memasaknya sendiri—meskipun kadang hasilnya tidak sempurna.
[POV] Kehamilan mengubah segalanya dalam hidup kami. Heeseung yang dulu galak dan tegas, kini menjadi sangat lembut dan perhatian—meskipun kadang masih tegas, tapi tegasnya kini terasa lebih seperti perlindungan, bukan kekuasaan. Bulan Pertama hingga Ketiga: Mual dan Kelelahan Trimester pertama adalah yang paling berat. Aku mual hampir setiap pagi dan sering kehilangan nafsu makan. Heeseung bangun lebih pagi untuk menyiapkan makanan yang tidak membuatku mual. Dia mencari resep makanan untuk ibu hamil di internet, lalu mencoba memasaknya sendiri—meskipun kadang hasilnya tidak sempurna. "Rasanya aneh," kataku suatu pagi, mencicipi bubur yang dia buat. Dia mengerutkan kening. "Apa yang aneh?" "Bubur ini... terlalu asin." Dia mencicipi. Wajahnya berubah. "Maaf, aku salah takaran garam. Aku buat ulang." "Tidak usah, aku masih bisa makan ini," kataku, tapi dia sudah mengambil mangkuk itu dan membuangnya. "Aku akan buatkan yang baru. Kesehatanmu dan bayi lebih penting." Aku hanya bisa menggeleng melihat keteguhannya. Ini adalah Heeseung yang berbeda. Di bulan ketiga, aku mulai sering mengantuk di siang hari. Aku sering tertidur di sofa saat menonton televisi. Heeseung selalu membawakan selimut dan membiarkanku tidur. Kadang, dia duduk di sebelahku, membaca buku sambil sesekali menatapku dengan tatapan lembut. "Kau tahu," katanya suatu hari ketika aku terbangun. "Aku tidak pernah membayangkan akan seperti ini." "Seperti apa?" "Menjadi suami yang merawat istri hamil. Aku dulu pikir pernikahan hanya formalitas. Tapi sekarang... aku sangat bersyukur." Aku tersenyum. "Aku juga." Bulan Keempat hingga Keenam: Perut Mulai Terlihat Memasuki bulan keempat, perutku mulai membesar. Aku mulai merasakan gerakan kecil di dalam perutku—seperti kupu-kupu beterbangan. Saat pertama kali merasakannya, aku berteriak memanggil Heeseung. "Heeseung! Cepat ke sini!" Dia berlari masuk ke kamar dengan wajah panik. "Ada apa? Kau sakit?" "Aku merasakannya! Bayinya bergerak!" Dia mendekat, lalu menempelkan telinganya ke perutku. Beberapa saat kemudian, dia merasakan tendangan kecil. Wajahnya berseri-seri. "Aku merasakannya! Dia menendang!" Sejak saat itu, setiap malam dia berbicara dengan perutku. "Halo, Nak. Ini Ayah. Ayah sayang sama kamu dan Ibu. Tumbuhlah dengan sehat." Aku sering menangis mendengarnya. Aku tidak pernah menyangka Heeseung akan menjadi selembut ini. Di bulan kelima, aku mulai ngidam makanan yang aneh. Suatu malam, aku terbangun dan ingin makan mangga muda. Jam menunjukkan pukul 11 malam. Aku menggoyang-goyangkan bahu Heeseung. "Heeseung... aku mau mangga muda." Dia membuka mata dengan setengah sadar. "Sekarang jam 11 malam, Sayang." "Aku tahu. Tapi aku ngidam banget." Tanpa banyak protes, dia bangkit, memakai jaket, dan pergi ke luar. Satu jam kemudian, dia kembali dengan dua kilogram mangga muda dan rujak. "Ini, yang terbaik yang bisa kutemukan." Aku menangis haru. "Heeseung, kamu terlalu baik." Dia mengusap air mataku. "Kau mengandung anakku. Ini adalah hal terkecil yang bisa kulakukan untukmu." Di bulan keenam, perutku sudah sangat besar. Aku mulai kesulitan bergerak dan sering sakit punggung. Heeseung membelikan bantal khusus untuk ibu hamil, memijat punggungku setiap malam, dan membantuku masuk kamar mandi. "Kau seperti pangeran di dongeng," kataku suatu hari. Dia tersenyum. "Aku bukan pangeran. Aku hanya suami yang berusaha menjadi lebih baik." Bulan Ketujuh hingga Kesembilan: Persiapan Menyambut Kehidupan Baru Memasuki bulan ketujuh, kami mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk bayi. Heeseung membeli boks bayi, pakaian kecil, popok, dan perlengkapan lainnya. Dia sangat teliti dalam memilih—dia membaca review setiap produk, membandingkan harga, dan memastikan semuanya aman. "Kita tidak perlu membeli yang termahal," kataku suatu hari saat dia sedang memilih baju bayi di toko. #pov #heeseung #fyppppppppppppppppppppppp #4u #lewatberanda @🐰XxOllannieexX🐰 @🕊️✨عيد الفطر الرمض @glwwpink

About