@dinaursila0553: #fypシ

hi ini dina🦋
hi ini dina🦋
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 23 August 2026 03:06:50 GMT
95274
4468
69
631

Music

Download

Comments

rifkinandia_
kiiiboyss :
[Stiker]
2026-08-23 04:59:57
9
mtsralaid1
5AR_ :
Cantik banget
2026-08-23 05:27:44
3
deviafriana221
syakira 123 :
cantikk
2026-09-23 15:37:46
0
user08314359
rasyaaa :
2026-08-23 13:49:13
1
hahahihu79
hahahihu :
neu balas chat saboh
2026-09-07 07:33:01
0
bilqis03775
Hello world :
boh hate Abang 🥰
2026-08-23 18:47:39
1
hamdani.hamdani105
Hamdani _⚡⚡ :
2026-08-26 12:24:35
0
winkyy748
UNCLE Z :
2026-08-25 16:44:18
0
prof.mta
M T A :
2026-08-25 13:11:20
0
m09_0220
𝙒𝙝𝙤'𝙨 𝙓ᴹᴶ女✰ :
2026-08-24 19:45:01
0
melomance._
➢༎●𝘼𝖓𝖙𝖎 𝙎𝖊𝖕𝖙𝖎𝖈 :
2026-08-26 06:38:07
0
spayloft27
𝖗𝖆𝖘𝖞𝖆𝖕𝖗𝖆𝖙𝖆𝖒𝖆 :
2026-08-23 11:11:20
0
rezalutfisukakopi
Notification :
2026-09-19 13:09:07
0
k0t4sungai
M R 1890 :
🥴
2026-09-15 12:37:03
0
bekkepo55
RAJUL AHYAR🦅 :
2026-08-23 05:45:39
1
pengguna...8_
icennnnn :
2026-08-25 13:17:35
0
adamfaesal
Dam :
2026-08-23 05:56:43
0
venommm1
Randy :
2026-08-24 17:21:57
0
khalid65s
JAYA NIAGA MOBIL :
ohhh gitu ya
2026-08-24 14:22:56
0
rillaj81
️7️⃣7️⃣ :
fb ka
2026-08-23 11:51:24
0
richardstronk
richardstronk :
mantep banget
2026-09-28 16:03:13
0
zahri298
zahri :
2026-08-25 13:15:45
0
mhmdiqbal_alfarisi
KaTêS :
2026-08-24 15:26:03
0
jaritengah12
jaritengah12 :
cup cup
2026-08-23 06:11:02
0
To see more videos from user @dinaursila0553, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov || pt 3 Suara bola basket yang menghantam lantai terdengar berulang dari dalam lapangan.  Sejak tadi matamu mencari satu orang di antara sekumpulan siswa yang sedang latihan. Sampai akhirnya kamu menemukannya—Jake.  Dia berdiri di tengah lapangan dengan jersey basket yang sudah sedikit basah oleh keringat yang mengalir di dahinya. Kamu menarik napas lalu memanggilnya.
#pov || pt 3 Suara bola basket yang menghantam lantai terdengar berulang dari dalam lapangan. Sejak tadi matamu mencari satu orang di antara sekumpulan siswa yang sedang latihan. Sampai akhirnya kamu menemukannya—Jake. Dia berdiri di tengah lapangan dengan jersey basket yang sudah sedikit basah oleh keringat yang mengalir di dahinya. Kamu menarik napas lalu memanggilnya. "Kak Jake!" Jake yang sedang memegang bola dengan tangannya langsung menoleh dengan alis yang terangkat. Beberapa temannya ikut menoleh, dan salah satu dari mereka langsung menyeringai dengan nada yang menggoda. "Wih… mangsa baru?" Yang lain ikut melirikmu sekilas dengan tatapan yang menilai. "Selera lo kok jadi turun gitu?" Jake melempar tatapan tajam ke arah mereka. "Bacot lo semua." Setelah itu dia berjalan ke arahmu dengan langkah yang mantap. Semakin dekat dia datang, entah kenapa langkahnya yang biasa saja justru membuatmu mulai salah tingkah. Tingginya yang menjulang membuat bayangan tubuhnya perlahan menutupi tubuhmu ketika dia berhenti tepat di depanmu. "Bisa nggak sih nggak usah sok akrab sama gue?" Suara rendahnya terdengar dekat di telingamu, dan kamu langsung menunduk dengan malu. Jake memasukkan botol ke dalam tas. "Lo bisa tunggu. Nggak usah pake manggil." Kamu menggigit bibir sebentar sebelum menjawab pelan. "Maaf, Kak." Jake tidak menjawab—dia hanya menyampirkan tas ke bahunya dengan gerakan yang dingin. ~~~ Malam itu hujan turun deras—sesekali disusul suara petir yang membuat cahaya dari luar berkedip di balik tirai dengan sinar yang menyilaukan. Kamu duduk sendirian di sofa ruang keluarga sambil memainkan ponsel—sesekali matamu terangkat ketika suara petir terdengar. Dari lantai atas terdengar suara pintu kamar terbuka—beberapa detik kemudian, langkah kaki menuruni tangga dengan ritme yang santai. Riki muncul dengan rambut berantakan karena baru bangun tidur dan langsung melirik ke arah ruang makan yang kosong. "Mami belum pulang?" Kamu mengangkat wajah dari ponsel dengan gerakan yang lambat. "Belum." Riki berjalan menuju meja makan dengan langkah yang malas—tangannya membuka salah satu tudung saji yang ternyata kosong. Dia mengernyit dengan alis yang berkerut. "Kok nggak ada makanan?" Belum sempat kamu menjawab, suara langkah lain terdengar dari tangga dengan bunyi yang lebih tegas—Jake turun sambil memasukkan ponselnya ke saku celana. "Mami masih di Surabaya, pulang besok pagi." Riki langsung menoleh dengan ekspresi yang tidak percaya. "Terus gue makan apaan?" "Tinggal delivery. Susah amat." Riki mendengus dengan nada yang kesal. "Lo nggak lihat di luar hujan?" Jake diam dengan tatapan yang datar. "Delivery pasti lama banget!" Jake hanya menggeleng pelan—sepertinya dia sudah terlalu sering menghadapi kelakuan adiknya yang manja. Kamu yang sejak tadi memperhatikan mereka akhirnya meletakkan ponsel di sofa. "Aku masakin makan malam." Kedua cowok itu sama-sama menoleh dengan ekspresi yang terkejut. Kamu berdiri dan berjalan menuju dapur sebelum sempat mendapat jawaban dari salah satu dari mereka. Begitu membuka kulkas, kamu langsung menghela napas panjang—isinya tidak banyak. Kamu menggulung lengan piyama dan mulai memasak dengan bahan seadanya. ~~~ Sekitar dua puluh menit kemudian, kamu membawa beberapa piring ke meja makan—masih hangat dan mengepulkan uap yang menggiurkan. "Nasinya masih panas." Kamu menaruh satu per satu piring di depan mereka dengan hati-hati. Jake hanya mengangguk kecil tanpa banyak komentar, sementara Riki langsung menarik kursinya dengan semangat yang tiba-tiba muncul. Kalian bertiga akhirnya duduk di meja makan dengan posisi yang saling berhadapan—kamu masih sibuk memastikan semuanya sudah tersedia. Riki yang sejak tadi sudah makan dengan lahap tiba-tiba menyeringai kecil. "Lumayan juga lo ada di sini." Kamu berhenti sebentar dengan sendok yang masih menggantung di udara. Riki memasukkan satu suapan ke mulutnya sebelum melanjutkan dengan santai, "Bisa sekalian jadi pembantu." +comsec #alternativeuniverse #ni_ki #sunghoon #jake

About