@ahmedsamielsahy: 3 دروس من الفلاح اللي بيحارب النار لوحده • الدرس الاول: متستناش مساعدة حد • التاني: اخسر معركة عشان تكسب الحرب • التالت: احفر خط بينك وبين اللي بيأذيك / ايه الحاجه اللي في حياتك اللي بتحاول تنقذ ماتبقي منها دلوقتي ؟؟ #حكمه #وعي #علاقات #حريق_محصول_زراعي

Ahmed
Ahmed
Open In TikTok:
Region: EG
Sunday 23 August 2026 05:24:29 GMT
18717
250
6
27

Music

Download

Comments

ah.med3192
َ :
احمي ما تبقي 💔
2026-08-23 07:50:31
1
ahmedsamielsahy
Ahmed :
"اللي اتحرق مش هيرجع، بس اللي لسه سليم تقدر تنقذه.. احفر خط بينك وبين اللي بيوجعك"🌹
2026-08-23 07:17:40
1
ahmedsamielsahy
Ahmed :
"كتّر حدود.. قلّل عشم.. حُط مسافات.. ترتاح"🌹🌹🌹
2026-08-23 07:12:01
1
ahmedsamielsahy
Ahmed :
"الغلة اللي اتحرقت خلاص راحت... بس الفلاح ده فهم حاجة احنا مش فاهمينها. انه مش لازم ينقذ كل حاجة، كفاية ينقذ اللي باقي. في علاقاتنا احنا بنفضل نعيط على اللي اتحرق... ونسيب الباقي يتحرق هو كمان."🌹
2026-08-23 05:31:20
1
ahmedsamielsahy
Ahmed :
الحكمه البصريه 🌹🌹🌹
2026-08-23 05:25:35
0
ahmedsamielsahy
Ahmed :
هدفنا زياده الوعي 🌹🌹
2026-08-23 07:05:30
0
ahmedsamielsahy
Ahmed :
لو الفيديو لمس قلبك أبعته لحد محتاج يشوفه 🌹
2026-08-23 05:46:24
0
To see more videos from user @ahmedsamielsahy, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

MK menegaskan kasus penghinaan kepada presiden-wakil presiden hanya bisa dituntut berdasarkan aduan dari keduanya saja. Hal tersebut merupakan pengabulan atas sebagian Permohonan Nomor 275/PUU-XXIII/2025 yang diajukan oleh sejumlah mahasiswa terkait pengujian materi UU KUHP.  Para Pemohon mengujikan Pasal 218 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 219, dan Pasal 220 KUHP karena menilai ketentuan tersebut bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945, khususnya berkenaan dengan jaminan kebebasan berekspresi, persamaan di hadapan hukum, dan kepastian hukum. “Menyatakan Pasal 220 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai, '(1) Tindak Pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218 dan Pasal 219 hanya dapat dituntut berdasarkan aduan oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden',
MK menegaskan kasus penghinaan kepada presiden-wakil presiden hanya bisa dituntut berdasarkan aduan dari keduanya saja. Hal tersebut merupakan pengabulan atas sebagian Permohonan Nomor 275/PUU-XXIII/2025 yang diajukan oleh sejumlah mahasiswa terkait pengujian materi UU KUHP. Para Pemohon mengujikan Pasal 218 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 219, dan Pasal 220 KUHP karena menilai ketentuan tersebut bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945, khususnya berkenaan dengan jaminan kebebasan berekspresi, persamaan di hadapan hukum, dan kepastian hukum. “Menyatakan Pasal 220 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai, '(1) Tindak Pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218 dan Pasal 219 hanya dapat dituntut berdasarkan aduan oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden'," ujar Ketua MK Suhartoyo membacakan amar putusan dikutip dari laman MK, Rabu (12/8). Dalam pertimbangannya, Hakim MK mengatakan dalam norma Pasal 220 ayat (1) KUHP hanya baru menentukan sifat tindak pidananya sebagai delik aduan, tetapi belum secara khusus memberikan penegasan mengenai siapa yang berhak mengajukan pengaduan dimaksud sebagaimana dimaksudkan dalam norma Pasal 220 ayat (2) KUHP baru. Dengan demikian, Mahkamah menilai penting untuk memberikan penyelarasan norma dengan memberikan penegasan bahwa pengaduan tersebut hanya dapat dilakukan oleh presiden dan atau wakil presiden. 📸: Dok. kumparan/Aditia Noviansyah. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ ⁠📝: newsupdate | update | news | oneliner | R158 | E025 #bicarafaktalewatberita #kumparan

About