@adjeitse8:

No chance
No chance
Open In TikTok:
Region: GH
Sunday 23 August 2026 15:32:33 GMT
19146
594
18
223

Music

Download

Comments

flossy.bwoy
Flossy Bwoy :
A young man grows and turns to an old man , so you don’t have to tolerate nonsense
2026-08-24 00:29:02
2
adjei.isaac90
Adjei Isaac :
Even if he has done something bad u don't have to slap an elderly man like that
2026-08-23 17:59:52
10
lovesimple66
Love Doctor :
But the slap was too much brrr
2026-08-23 16:13:59
3
b_vlorgz
𝑩_𝒗𝒍𝒐𝒓𝒈𝒛‼️ :
What did he do
2026-08-23 15:52:09
0
shiva_1540
Shiva 🧘🏿‍♂️ :
They can even lock that guy when they get to the station
2026-08-23 20:03:45
0
r.menace_
Randy!🥷 :
what did he do bro
2026-08-23 20:37:30
0
wegrind_u4
wegrind_u4 :
Naaaa
2026-08-23 22:01:26
0
michelledaniels085
Michelledaniels :
Hw3 wonsa pa deaa wani abc o😂💔
2026-08-23 23:49:12
1
akwasi_sikapa
Akwasi sika_pa :
Sinners judging sinners 😏
2026-08-23 18:17:17
2
vendetta.kilos
Vendetta Kilos :
Hahaha! Da guy wey da white singlet no get joy oooo🤣🤣🤣🤣🤣 ebe lyk ein woman lef am 🤭
2026-08-23 22:56:53
0
pagn888
B.🦍 :
I think he got caught trying to you know. some LGBTQ shh
2026-08-23 22:32:59
0
To see more videos from user @adjeitse8, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Layar interaktif baru benar-benar bermakna ketika ada guru yang berani menghidupkannya.    Itulah pelajaran yang dibawa pulang Kak Muliana Mursalim @mulianamursalim, Alumni LPDP Magister Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada, setelah tiga bulan mengabdi di SDN Cileutik, Sumedang melalui Program Alumni Pejuang Digital.     Di sekolah ini, Papan Interaktif Digital sebenarnya telah tersedia. Namun, seperti yang masih ditemui di banyak sekolah, transformasi pembelajaran tidak berhenti pada hadirnya perangkat. Guru juga membutuhkan ruang untuk belajar, mencoba, dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam memanfaatkan teknologi di kelas.    Kak Muliana hadir sebagai teman belajar. Bersama para guru, ia memulai semuanya dari langkah-langkah sederhana, menyalakan perangkat, membuka materi, menulis di layar, hingga mencoba berbagai cara agar pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.     Perlahan, keraguan berubah menjadi keberanian. Guru-guru yang semula khawatir menekan tombol yang salah kini mulai percaya diri memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Dampaknya pun ikut dirasakan oleh para murid. Kelas menjadi lebih hidup, mereka lebih antusias berdiskusi, berani bertanya, dan menikmati pengalaman belajar yang lebih interaktif.     Tiga bulan mungkin terasa singkat. Namun bagi Kak Muliana, pengabdian ini meninggalkan pelajaran bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah yang besar. Perubahan tumbuh dari kesabaran mendampingi, ketulusan berbagi, dan keberanian untuk terus belajar bersama.    Pada akhirnya, yang ingin dinyalakan tak berhenti pada layar di depan kelas, melainkan semangat para guru untuk terus bertumbuh dan harapan anak-anak Indonesia agar berani belajar, bermimpi, dan membangun masa depan yang lebih baik.     #DiriUntukNegeri #AlumniPejuangDigital #LPDP #BergerakBerdampak #AwardeeStory
Layar interaktif baru benar-benar bermakna ketika ada guru yang berani menghidupkannya. Itulah pelajaran yang dibawa pulang Kak Muliana Mursalim @mulianamursalim, Alumni LPDP Magister Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada, setelah tiga bulan mengabdi di SDN Cileutik, Sumedang melalui Program Alumni Pejuang Digital. Di sekolah ini, Papan Interaktif Digital sebenarnya telah tersedia. Namun, seperti yang masih ditemui di banyak sekolah, transformasi pembelajaran tidak berhenti pada hadirnya perangkat. Guru juga membutuhkan ruang untuk belajar, mencoba, dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam memanfaatkan teknologi di kelas. Kak Muliana hadir sebagai teman belajar. Bersama para guru, ia memulai semuanya dari langkah-langkah sederhana, menyalakan perangkat, membuka materi, menulis di layar, hingga mencoba berbagai cara agar pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Perlahan, keraguan berubah menjadi keberanian. Guru-guru yang semula khawatir menekan tombol yang salah kini mulai percaya diri memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Dampaknya pun ikut dirasakan oleh para murid. Kelas menjadi lebih hidup, mereka lebih antusias berdiskusi, berani bertanya, dan menikmati pengalaman belajar yang lebih interaktif. Tiga bulan mungkin terasa singkat. Namun bagi Kak Muliana, pengabdian ini meninggalkan pelajaran bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah yang besar. Perubahan tumbuh dari kesabaran mendampingi, ketulusan berbagi, dan keberanian untuk terus belajar bersama. Pada akhirnya, yang ingin dinyalakan tak berhenti pada layar di depan kelas, melainkan semangat para guru untuk terus bertumbuh dan harapan anak-anak Indonesia agar berani belajar, bermimpi, dan membangun masa depan yang lebih baik. #DiriUntukNegeri #AlumniPejuangDigital #LPDP #BergerakBerdampak #AwardeeStory

About