@officialtirtoid: Kelompok separatis melakukan serangan terhadap institusi pemerintah dan fasilitas publik di Pattani, Yala, Narathiwat, hingga Songkhla, Thailand, pada Sabtu (22/8) hingga Minggu (23/8). Serangan-serangan tersebut di antaranya pembakaran kantor administrasi, pembakaran ban mobil, hingga peledakan tiang listrik dan toko. “Di 21 distrik di Provinsi Narathiwat, Yala, dan Pattani, total 51 serangan dilakukan terhadap institusi pemerintah dan fasilitas publik dalam periode sejak pukul 20.00 waktu setempat (13.00 GMT) pada Sabtu, 22 Agustus,” kata Komando Keamanan Dalam Negeri Thailand, Minggu. Tiga orang disebut terluka akibat ledakan bom di tepi jalan di Narathiwat. Ketiganya telah dibawa ke rumah sakit dan berada dalam kondisi stabil. Satuan Tugas Narathiwat mengumumkan jam malam diberlakukan di seluruh provinsi itu mulai Sabtu pukul 22.15 hingga Minggu pukul 06.00 waktu setempat. Mereka mengimbau bahwa warga harus punya izin dari militer, kepolisian, atau otoritas administrasi setempat sebelum meninggalkan rumah jika ada urusan mendesak. Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan tersebut. Dilansir Antara, pengamat lokal menilai aksi-aksi di wilayah selatan Thailand diduga merupakan upaya organisasi separatis untuk memperkuat posisi mereka menjelang dimulainya putaran baru perundingan dengan pemerintah pusat mengenai rekonsiliasi nasional dan otonomi. Dulunya Provinsi Narathiwat, Yala, dan Pattani merupakan bagian dari negara vasal semi-independen Bangkok yang dikenal sebagai Kesultanan Pattani. Wilayah tersebut menjadi negara penyangga antara Kerajaan Siam (sekarang Thailand) dan koloni Inggris di wilayah yang kini menjadi Malaysia. Kesultanan Pattani menjadi bagian dari Thailand pada awal abad ke-20 dan secara administratif dibagi menjadi tiga provinsi. Mayoritas penduduk wilayah ini adalah etnis Melayu dan beragama Islam. Sejak awal abad ke-20, gerakan separatis telah berulang kali muncul di kawasan tersebut dan terlibat konflik dengan pemerintah pusat di Bangkok. Editor Video: Syamsul DM Produser: M. Rizal Fadli #TirtoDaily #KelompokSeparatis #ThailandSelatan #LedakanBom #Thailand
TirtoID
Region: ID
Monday 24 August 2026 14:09:57 GMT
Music
Download
Comments
coki :
proxy war hehehehe
2026-08-24 20:07:01
1
sapiensnoah :
Thailand skarang kaya dlu indonesia sama aceh perang nya
2026-08-24 17:07:57
4
Ceo jubo lembu :
Zaman madani ni macam2 hal berlaku
2026-08-24 22:19:45
3
Gojo kaisen :
Yg jelas ada bantuan dari negara lain😂
2026-08-24 23:04:05
2
Lengga S Nst :
yaa Allah lindungi musyafir Indonesia dan warga Thailand.
Aamiin yaa rabbal Alamiin
2026-08-24 16:25:59
3
.... :
mirip film no escape njir😁
2026-08-24 15:53:18
1
Hery :
Supaya Polri bisa tetap mengawasi orang orang dari Pati itu.
2026-08-24 15:36:16
1
Kanda_Yamin199x :
permasalahan yang berlaku di Thailand Selatan bukan faktor separatis, tapi propaganda yang dilakukan oleh pihak pemerintah untuk menjadikan warga lokal sebagai kambing hitam, kalau pihak pemerintah tidak melakukan pengeboman maka dana kewangn dari pusat bangkok tidak turun ke Thailand selatan, jadi masyarakat di 3 wilayah thailand berada dalam situasi darurat militer, walaupun tidak melakukan kesalahan masyarakat di teror pihak pemerintah untuk kepentingan elit politik.
2026-08-24 15:15:52
12
yaraa :
kita risau..hasutan dan fitnah puak puak lebai pas...yg gilakan kuasa...suatu hari negara kita pon mcm ni...sbb tu kena haramkan segera Pas
2026-08-24 22:50:41
0
AzrynAura :
Freee freee patrani
2026-08-24 23:54:09
3
reksa :
aksi MILF atau siapa, min?
2026-08-24 14:34:34
0
jinkalong :
Balas demdam tak bai
2026-08-24 23:19:45
2
Mohd Noor :
3 wilayah tanah melayu seketika dulu Siam rampas tanah melayu. Banyak org mlayu ter bunuh masa tu.
2026-08-25 00:15:34
0
Ayehh yehh_ :
Free patani
2026-08-24 20:31:49
2
420 :
ภาคใต้ไทยสงบ งบไม่มา😂
2026-08-24 15:17:36
2
To see more videos from user @officialtirtoid, please go to the Tikwm
homepage.