@odelemedia: ✨ Julie Gayet arrive au Festival du film francophone d’Angoulême. #juliegayet #festival #film #angouleme #abacapress

Ode
Ode
Open In TikTok:
Region: FR
Monday 24 August 2026 18:20:22 GMT
9741
107
11
1

Music

Download

Comments

marie341991
Marie34 :
Il est où ?
2026-08-25 09:49:58
0
user9576276602583
user9576276602583 :
Julie belle femme simple et abordable 😁
2026-08-25 07:23:22
0
silvy.caliez
Vysil. ♡ :
J aime bienl Actrice et la Femme La Classe
2026-08-25 05:44:43
0
mam04234
mam :
grande dame , bonne actrice
2026-08-24 18:59:07
1
pascal.delarue6
Pascal 76 :
jolie poupée
2026-08-25 05:43:45
0
fifi33877
FIFI33 :
Ah !!! Mme Hollande 😩
2026-08-24 21:52:41
0
noellie.boyer1
Noellie Boyer :
Elle est charmante et très bonne actrice ❤️❤️❤️
2026-08-24 21:56:41
0
ericno12
ericno12 :
La gauche caviar bien pensante
2026-08-24 20:23:01
0
pablonelly63
pablonelly63 :
tous dans le string une
2026-08-24 18:53:52
0
user4448485699565
alex :
la femme du chamallo🤣🤣🤣
2026-08-24 18:25:22
0
evarestino
Eva Restino :
ça c'est une femme, par rapport à tronche de l'Elysée
2026-08-25 04:55:48
0
To see more videos from user @odelemedia, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bab 5 — Satu per Satu Gugur (Bagian 1)
Bab 5 — Satu per Satu Gugur (Bagian 1) "Perang tidak memilih siapa yang pantas menjadi korban. Ia hanya mengambil... satu per satu." Tiga bulan telah berlalu sejak kematian Rimuru Tempest. Tempest masih berdiri. Namun luka yang ditinggalkan perang kecil di berbagai perbatasan semakin sulit disembuhkan. Setiap pagi... Benimaru menerima laporan baru. Desa yang dibakar. Karavan yang hilang. Prajurit yang terluka. Dan kini... Korban mulai berjatuhan. Di ruang rapat kerajaan, suasana jauh lebih tegang dibandingkan sebelumnya. Souei meletakkan sebuah gulungan laporan di atas meja. "Empat pos penjagaan diserang semalam." "Sebelas prajurit terluka." "Dua gugur." Tak seorang pun berbicara. Benimaru menatap nama kedua prajurit itu. Mereka bukan Guardian Lord. Mereka hanyalah goblin muda yang beberapa tahun lalu direkrut langsung oleh Rimuru. Masih terlalu muda. Masih memiliki keluarga. Benimaru menutup laporan itu perlahan. "Pastikan keluarga mereka mendapat perlindungan penuh." Shuna mengangguk pelan. "Sudah saya siapkan." Namun suaranya terdengar berat. Karena untuk pertama kalinya... Ia harus menulis surat belasungkawa atas nama Tempest. Di sebuah rumah kecil di pinggiran kota... Seorang ibu membuka pintu. Di depannya berdiri dua prajurit. Tak ada yang perlu dijelaskan. Begitu melihat wajah mereka... Lutut wanita itu langsung lemas. "Anakku..." "Dia..." Tak ada jawaban. Salah satu prajurit hanya menyerahkan sebuah pedang pendek yang sudah dibersihkan dari darah. "Itu... peninggalan putra Anda." Tangisan memenuhi rumah kecil itu. Tetangga berdatangan. Namun tak seorang pun mampu menghibur. Karena semua tahu... Besok... Bisa saja giliran keluarga mereka. Malam harinya. Benimaru berjalan sendirian menuju makam Rimuru. Ia membawa dua papan nama kayu. Dua nama prajurit yang gugur hari ini. Ia meletakkannya di depan makam. Kemudian berlutut. "Rimuru-sama..." "Dulu..." "Tak seorang pun di Tempest mati sia-sia." "Tapi sekarang..." "Aku bahkan tidak mampu melindungi dua prajuritku." Angin malam berembus pelan. Tak ada jawaban. Yang terdengar hanya suara dedaunan bergesekan. Benimaru menundukkan kepala. Untuk pertama kalinya sejak menjadi panglima... Ia merasakan keraguan. Apakah dirinya benar-benar layak memimpin Tempest? Di sisi lain kota... Gobta sedang melatih para prajurit baru. Ia terus memberi semangat. Tertawa. Bercanda. Seolah semuanya baik-baik saja. Namun saat latihan selesai... Ia duduk sendirian di lapangan yang mulai gelap. Tatapannya kosong. "Dulu..." "Kalau ada masalah..." "Aku tinggal lari ke Lord Rimuru." "Tapi sekarang..." "Aku bahkan tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa." Di balkon tertinggi istana... Diablo memandang langit malam. Tiba-tiba seekor kelelawar bayangan mendarat di bahunya. Ia membuka laporan itu. Wajahnya berubah. "Benimaru." Benimaru segera datang. "Ada apa?" Diablo menyerahkan gulungan itu. Hanya ada satu kalimat. "Beberapa kerajaan mulai membentuk aliansi militer baru tanpa mengundang Tempest." Benimaru membaca ulang. Tangannya perlahan mengepal. Mereka mulai dikucilkan. Bukan karena Tempest bersalah. Melainkan karena dunia tidak lagi percaya bahwa Tempest mampu menjaga keseimbangan. Dan bagi Benimaru... Itulah kabar paling menyakitkan sejak kematian Rimuru. Di tempat yang jauh... Seorang pria berjubah hitam tersenyum melihat peta dunia. Satu per satu titik mulai berubah warna. "Bagus..." "Perdamaian mulai runtuh." Ia menatap wilayah Tempest. "Lanjutkan." "Belum waktunya menyerang." "Biarkan mereka kehilangan harapan terlebih dahulu." #tenseishitaraslimedattaken #thattimeigotreincarnatedasaslime #tensura #rimurutempest #fyp

About