@trikytee: FBI wants a court in America not to release the case files on Tinubu's drug related case in America! Only God knows what they are hiding...🚶🏿‍♂️🚶🏿‍♂️🚶🏿‍♂️

Timmy Sinclair
Timmy Sinclair
Open In TikTok:
Region: NG
Monday 24 August 2026 22:37:54 GMT
349
33
1
1

Music

Download

Comments

vivavocepropertyentltd
VIVA VOCE PROPERTY ENTER LTD.® :
The yt and west don't care, they're even the one causing it
2026-08-24 23:23:05
0
To see more videos from user @trikytee, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Insiden Laconia yang terjadi pada September 1942 merupakan salah satu peristiwa paling dramatis sekaligus kontroversial dalam sejarah Perang Dunia II di laut. Peristiwa ini melibatkan dilema moral yang luar biasa bagi seorang komandan kapal selam Jerman (U-boat), **Werner Hartenstein**. Berikut adalah poin-poin utama dari insiden tersebut: ### 1. Penenggelaman RMS Laconia Pada 12 September 1942, kapal selam **U-156** di bawah komando Hartenstein mencegat kapal transportasi Inggris, **RMS Laconia**, di lepas pantai Afrika Barat. Hartenstein melepaskan torpedo dan menenggelamkan kapal tersebut. Namun, setelah kapal tenggelam, Hartenstein menyadari bahwa Laconia bukan hanya membawa tentara Inggris, tetapi juga sekitar **1.800 tawanan perang Italia** (sekutu Jerman), serta warga sipil (wanita dan anak-anak). ### 2. Upaya Penyelamatan yang Tak Terduga Melihat ribuan orang terombang-ambing di lautan, Hartenstein mengambil keputusan yang melanggar protokol militer standar: **ia meluncurkan operasi penyelamatan.**  * **Panggilan Radio Terbuka:** Hartenstein menyiarkan pesan dalam bahasa Inggris melalui frekuensi radio terbuka, memberikan koordinatnya dan berjanji tidak akan menyerang kapal mana pun yang datang membantu menyelamatkan korban.  * **Aksi di Dek:** U-156 menjadi sangat penuh dengan ratusan penyintas yang ditarik ke atas dek, sementara sekoci-sekoci diikatkan di belakang kapal selam.  * **Bantuan Tambahan:** Dua U-boat lainnya (U-506 dan U-507) serta sebuah kapal selam Italia (*Cappellini*) bergabung dalam upaya kemanusiaan tersebut. ### 3. Serangan Udara Sekutu Meskipun kapal-kapal tersebut mengibarkan bendera Palang Merah di atas dek yang penuh dengan warga sipil dan tawanan, sebuah pesawat pengebom **B-24 Liberator** milik Amerika Serikat muncul. Meski pilot dilaporkan telah melihat upaya penyelamatan tersebut, markas besar AS memerintahkan untuk tetap menyerang. Pesawat itu menjatuhkan bom yang merusak U-156 dan menghancurkan beberapa sekoci. Serangan ini memaksa Hartenstein untuk menurunkan para penyintas kembali ke air agar kapal selamnya bisa menyelam demi keselamatan krunya. ### 4. Dampak:
Insiden Laconia yang terjadi pada September 1942 merupakan salah satu peristiwa paling dramatis sekaligus kontroversial dalam sejarah Perang Dunia II di laut. Peristiwa ini melibatkan dilema moral yang luar biasa bagi seorang komandan kapal selam Jerman (U-boat), **Werner Hartenstein**. Berikut adalah poin-poin utama dari insiden tersebut: ### 1. Penenggelaman RMS Laconia Pada 12 September 1942, kapal selam **U-156** di bawah komando Hartenstein mencegat kapal transportasi Inggris, **RMS Laconia**, di lepas pantai Afrika Barat. Hartenstein melepaskan torpedo dan menenggelamkan kapal tersebut. Namun, setelah kapal tenggelam, Hartenstein menyadari bahwa Laconia bukan hanya membawa tentara Inggris, tetapi juga sekitar **1.800 tawanan perang Italia** (sekutu Jerman), serta warga sipil (wanita dan anak-anak). ### 2. Upaya Penyelamatan yang Tak Terduga Melihat ribuan orang terombang-ambing di lautan, Hartenstein mengambil keputusan yang melanggar protokol militer standar: **ia meluncurkan operasi penyelamatan.** * **Panggilan Radio Terbuka:** Hartenstein menyiarkan pesan dalam bahasa Inggris melalui frekuensi radio terbuka, memberikan koordinatnya dan berjanji tidak akan menyerang kapal mana pun yang datang membantu menyelamatkan korban. * **Aksi di Dek:** U-156 menjadi sangat penuh dengan ratusan penyintas yang ditarik ke atas dek, sementara sekoci-sekoci diikatkan di belakang kapal selam. * **Bantuan Tambahan:** Dua U-boat lainnya (U-506 dan U-507) serta sebuah kapal selam Italia (*Cappellini*) bergabung dalam upaya kemanusiaan tersebut. ### 3. Serangan Udara Sekutu Meskipun kapal-kapal tersebut mengibarkan bendera Palang Merah di atas dek yang penuh dengan warga sipil dan tawanan, sebuah pesawat pengebom **B-24 Liberator** milik Amerika Serikat muncul. Meski pilot dilaporkan telah melihat upaya penyelamatan tersebut, markas besar AS memerintahkan untuk tetap menyerang. Pesawat itu menjatuhkan bom yang merusak U-156 dan menghancurkan beberapa sekoci. Serangan ini memaksa Hartenstein untuk menurunkan para penyintas kembali ke air agar kapal selamnya bisa menyelam demi keselamatan krunya. ### 4. Dampak: "Laconia Order" Insiden ini memicu kemarahan Panglima Kapal Selam Jerman, **Laksamana Karl Dönitz**. Akibat serangan Amerika terhadap kapal yang sedang melakukan penyelamatan, Dönitz mengeluarkan **"Laconia Order"** (*Laconia-Befehl*). Perintah ini secara tegas melarang semua komandan U-boat untuk mencoba menyelamatkan penyintas dari kapal yang mereka tenggelamkan. Doktrin ini menjadi bukti kunci dalam pengadilan penjahat perang di Nuremberg setelah perang berakhir, meskipun pengacara pembela berargumen bahwa perintah tersebut lahir dari insiden tragis di mana niat baik Jerman dibalas dengan serangan udara. ### Akhir Hayat Werner Hartenstein Hartenstein tidak sempat melihat akhir dari perdebatan hukum ini. Ia tewas dalam tugas pada Maret 1943 ketika U-156 ditenggelamkan oleh pesawat patroli AS di dekat Barbados. Ia dikenang sebagai sosok yang menunjukkan sisi kemanusiaan di tengah kejamnya peperangan total. #wernerhartenstein #kriegsmarine #british #germany #felz_history

About