@yalosoveta: Подивилась новості🙀

Ялосовета
Ялосовета
Open In TikTok:
Region: UA
Tuesday 25 August 2026 07:13:55 GMT
33010
3147
180
938

Music

Download

Comments

user265708498557737
Людмила Можаровська💙💛 :
Ясоловету треба в посольство німечини на розборки🤣🥰
2026-08-25 07:50:45
218
user58265005024181
Марина Андреевна :
теж пригадалися 90 роки,зарплату не сплачували,велосипед і поле з кукурузою 😁.участковий зупинив на авто і питає: навіщо тобі стільки? а я чи то з переляку ,чи що кажу : та до мене сестра вагітна приїхала🤭.А він : Ааа! і поїхав😂
2026-08-25 09:56:55
44
user7004951372614
Неля :
Дякую за позитив. Ви як завжди супер 👍👍👍
2026-08-25 09:28:31
68
sun67432
sun :
Німці якби які то що б і на бензин скинулись, а то люди повинні ще й свій бензин палить😅
2026-08-25 07:25:20
97
yevvisions
YevVisions :
Супер. Гарно розповідаєте!👍
2026-08-25 07:19:22
72
user2593106769658
марія Головатюк :
розсмішила❤️❤️❤️❤️❤️
2026-08-25 07:22:25
25
user9558115665060
Галина :
УКРАЇНЦІ НАРОД РОБОТЯЩИЙ .ТАЩИТЬ БІДНИЙ ДЕ МОЖЕ
2026-08-25 13:26:15
22
zeilarysa
Лариса Зейферт505 :
це шедевр
2026-08-25 18:25:18
6
user5109239132507
Оля :
Адвокат від Бога🥰🥰🥰
2026-08-25 17:29:38
13
uservfne01a2ah
Asia :
😆Ой,я не можу 😆 капець
2026-08-25 13:53:46
27
hsjdbdhxjjcf
hsjdbdhxjjcf :
Різниця в менталітеті у нас з німцями величезна. А в совєцькі часи скільки кавунів привозили з поля. Одну ходку Жигулями сторожу, одну собі.
2026-08-25 08:15:57
28
justfeelfree11
Just feel free :
Ні вони хотіли на Україну передати
2026-08-25 18:32:31
6
user9418198857862
Лариса :
ой німці ,що ви хочете вони мабуть і не понімаютьі . як того качана їдять ми казан здоровенний за вечір з,їдали батько привезе каляску і тягаємо а може люди хотіли трохи продать на пляжу
2026-08-25 12:37:54
21
ukraine3662
Тамара Незола :
Жадюги.
2026-08-25 07:37:05
18
user8461627122107
Людмила Козак :
вы неймовирна,браво!
2026-08-25 09:06:30
15
user8850286945106
user8850286945106 :
дякую дуже, гарний настрій ви додаєте,я вас обожнюю 🥰
2026-08-25 09:01:16
10
1685anna
Аня :
Так,вони у нас більше гребли
2026-08-25 14:58:19
6
user4708565348530
Наталя :
❤️Дякую за приємні хвилини!
2026-08-25 08:58:56
4
user308669853261166
Марина :
Я скучаю за вашей полид информацией 😁
2026-08-25 08:27:04
6
user338362187
GJulia :
👏Браво
2026-08-25 08:11:52
4
user160073271846
user160073271846 :
ой Боже не можу ,зараз живіт плову регочу на всю хату🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2026-08-25 17:43:05
2
annaovch5
Анна_калина :
👍👍👍👍❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2026-08-25 07:31:17
2
olga.halko
Olga Halko :
і не кажіть мамо😂
2026-08-25 16:48:49
2
user4342748198273
Светлана Олицкая :
👍👍👍👍
2026-08-25 08:10:11
2
To see more videos from user @yalosoveta, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : Dinding-dinding kelas rasanya lebih dingin dari biasanya tiap kali dosen menyebut namanya.
POV : Dinding-dinding kelas rasanya lebih dingin dari biasanya tiap kali dosen menyebut namanya. "James Alexander." Kamu refleks menoleh ke kursi barisan paling belakang, pojok kanan dekat jendela. Di sana, seorang cowok dengan jaket denim pudar hanya mengangkat tangannya sedikit tanpa ekspresi, lalu kembali menatap buku catatannya. James. Mahasiswa pindahan semester lima yang usianya jauh di atas rata-rata mahasiswa seangkatanmu. Penampilannya rapi, rambutnya dipotong pendek, namun ada aura defensif yang pekat di sekelilingnya. Seperti ada tembok tak kasat mata yang sengaja dia bangun agar tidak ada satu orang pun yang bisa mendekat. Sebagai anak dari seorang Komisaris Polisi yang dikenal tanpa kompromi, kamu dibesarkan dengan doktrin yang mutlak: dunia ini hitam dan putih. Penjahat adalah penjahat. Hukum ada untuk menghukum mereka yang bersalah, dan tidak ada alasan untuk memaafkan mereka. Itulah prinsip yang selalu ditanamkan ayahmu di kepala sejak kamu kecil. Namun, gosip di koridor kampus dengan cepat meruntuhkan ketenanganmu. Desas-desas tentang James sudah menyebar seperti virus. “Dia mantan napi,” bisik teman-temanmu suatu hari di kantin. “Katanya kasus kekerasan berat. Makanya dia tua sendiri, baru keluar setahun lalu.” Awalnya, kamu merasa sangat takut dan selalu berusaha menjaga jarak sejauh mungkin. Setiap kali berpapasan di koridor, kamu otomatis mempercepat langkah kaki atau berpura-pura sibuk dengan ponselmu. Namun, anehnya, setiap kali kamu memperhatikannya dari jauh, sosoknya sama sekali tidak mencerminkan rumor kasar itu. Di kelas, James justru menjadi mahasiswa yang paling bertanggung jawab dan selalu siap dengan materi perkuliahan. Saat ada mahasiswa lain yang kesulitan memahami materi dosen, James sering kali membantu diam-diam dengan meninggalkan catatan materi di meja mereka tanpa mencari pujian. Sementara itu, mahasiswa lain terus-menerus menggunjingkan statusnya di belakang punggungnya. James hanya menunduk, mengencangkan pegangan pada tas ranselnya, dan terus berjalan tegak—seolah itu adalah harga yang memang harus dia bayar. • • • Rasa penasaranmu perlahan mulai mengikis rasa takutmu. Kamu mulai memperhatikan gerak-geriknya, menyadari betapa James selalu menarik diri dan menghindari obrolan apa pun yang menyinggung masa lalunya. Sampai suatu malam, di rumahmu yang sunyi. Ayahmu sedang dinas luar kota, dan kamu berniat meminjam salah satu buku literatur hukum di ruang kerjanya yang luas dan kaku. Saat kamu sedang mencari di rak dekat meja kerja, sebuah map usang berlogo kepolisian tersenggol, menjatuhkan beberapa lembar dokumen dan foto-foto lama ke lantai. Kamu berlutut untuk membereskannya. Namun, gerakan tanganmu mendadak terkunci saat melihat selembar foto cetak fisik yang agak buram. Di foto itu, berlatar belakang sebuah lorong gelap yang basah karena hujan, tampak seorang pemuda dengan wajah babak belur dan seragam sekolah yang robek. Kedua tangannya diborgol ke belakang. Dan di samping pemuda itu, berdiri ayahmu yang masih berpangkat lebih rendah dari sekarang, memegang pundak si pemuda dengan tegas menghadap kamera koran. Pemuda yang diborgol itu... James. Versi dirinya yang beberapa tahun lebih muda, dengan tatapan mata yang penuh amarah, luka, sekaligus keputusasaan yang teramat sangat. "Ngapain kamu di sini, Y/N?" Suara bariton yang berat mengejutkanmu. Ayahmu sudah berdiri di ambang pintu, seragam dinasnya masih melekat lengkap. Matanya langsung tertuju pada foto yang ada di genggamanmu. Wajah tegas ayahmu seketika mengeras, matanya menatapmu tajam penuh selidik. "Ayah... ini... James?" tanya kamu dengan suara bergetar. "Dia kuliah di kampus aku sekarang." Ayahmu melangkah maju, merebut foto itu dari tanganmu dengan cepat lalu memasukkannya kembali ke dalam map. "Kamu kenal dia?" "Aku tahu dia di kampus, Yah. Ayah yang nanganin kasusnya dulu?" Tanya kamu dengan nada kebingungan. #POV #cortis #james #foryou

About