@kabarbone: BONE, KABARBONE.COM – Langkah cepat Pemerintah Kabupaten Bone membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan BBM Subsidi Merah Putih mulai menunjukkan hasil. Setelah diterjunkan ke 23 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bone, antrean kendaraan yang sebelumnya mengular kini perlahan mulai terurai. Satgas yang diinisiasi langsung Bupati Bone Andi Asman Sulaiman itu resmi bergerak usai rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin bersama jajaran Pemkab Bone, TNI, dan Polri di Aula Latea Riduni, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, Senin (24/8). Tim gabungan tersebut diterjunkan untuk mengawasi distribusi BBM subsidi sekaligus memastikan tidak terjadi penyalahgunaan yang memicu kelangkaan. Selain itu, Satgas juga memantau distribusi LPG 3 kilogram yang belakangan dikeluhkan masyarakat karena mulai langka dan dijual di atas harga eceran. Di SPBU Mare, Satgas yang dipimpin Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Andi Herman, bersama Forkopincam Mare menemukan antrean kendaraan masih terjadi, namun kondisi tetap terkendali. "Hasil pemantauan kami, tidak ditemukan penyalahgunaan barcode maupun pengisian BBM ke jeriken tanpa rekomendasi. Petugas SPBU menolak seluruh permintaan pengisian jeriken yang tidak memiliki surat rekomendasi," tegas Andi Herman. Ia menjelaskan, kuota Pertalite yang diterima SPBU Mare hanya sekitar 8 ton per hari dari usulan 16 ton sehingga stok habis sekitar pukul 11.30 WITA. Sementara kuota Bio Solar mencapai 16 ton per hari dan biasanya habis sekitar pukul 19.30 WITA. Pemantauan serupa dilakukan di SPBU Libureng oleh Satgas yang dipimpin Kepala Dinas BMCKTR, Haji Askar, didampingi Camat Libureng, Sekcam, serta unsur TNI-Polri. Sekretaris Kecamatan Libureng, Andi Mustafa, mengatakan kondisi distribusi BBM subsidi di wilayahnya relatif aman dan antrean kendaraan sudah jauh berkurang. Kata dia, Dua SPBU di Libureng kata Andi Mustafa, yakni SPBU Labombo dan Bance'e kondisi aman terkendali. "Antrean sudah mulai terurai. Kendala utama hanya kuota Pertalite yang masih terbatas, karena dari usulan 16 ton, realisasi hanya sekitar 8 ton per hari sehingga cepat habis. Untuk Bio Solar masih aman," ujarnya. Pantauan Kabarbone.com di SPBU Palakka dan SPBU Ahmad Yani, Kota Watampone Rabu (26/8) siang, juga menunjukkan kondisi yang jauh lebih kondusif dibanding beberapa hari sebelumnya. Antrean kendaraan yang sempat memadati badan jalan kini mulai berkurang, sementara personel Polres Bone tetap bersiaga mengatur arus lalu lintas dan mengawasi aktivitas pengisian BBM. Salah seorang warga Bone, Jusman, mengaku merasakan perubahan setelah Satgas mulai bekerja. "Alhamdulillah, sekarang tidak separah beberapa hari lalu. Antrean sudah mulai terurai meski Pertalite masih cepat habis. Kami mengapresiasi langkah Pemkab Bone membentuk Satgas. Semoga kondisi SPBU segera kembali normal sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu," katanya. Pemerintah Kabupaten Bone berharap pengawasan terpadu ini mampu menjaga distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran, mencegah praktik penyalahgunaan, serta mengembalikan pelayanan SPBU agar kembali normal di seluruh wilayah Kabupaten Bone. (*) #satgasbbm #bbmsubsidi #bbmlangka #spbu #pertamina

kabarbone
kabarbone
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 26 August 2026 07:58:50 GMT
2997
29
5
2

Music

Download

Comments

gonsoe.gonso
GonSoe GonSo :
bone MNTULLLLL🥰
2026-08-27 02:11:29
0
blackmaxyy
Blackmaxy :
bukanji cerita ini? nntikah bsok ngantri maki seng 1 KM
2026-08-26 09:40:22
1
cahaya_ponre
Cahaya Ponre :
tapi kami dipelosok ponre kesusahan dapat BBM karena TDK adanya penjual eceran.laporan selesai
2026-08-27 14:16:01
0
pian9600
pian :
nyatanya masih antri panjang dan lama gara2 10 jergen disi baru mobil,bagus 3 jergen biar lancar tdk lamaki menunggu
2026-08-27 13:09:09
1
tergacor.1997
𝔰`𝔢~𝔪`𝔭~𝔲`𝔯~𝔫`𝔞👌 :
percuma ceregen masih aman
2026-08-27 09:19:40
0
To see more videos from user @kabarbone, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About