@_n_sr_n: ان بعد العسر يسراً ✨🍂

✯✰𝐍✯✰
✯✰𝐍✯✰
Open In TikTok:
Region: EG
Wednesday 26 August 2026 11:39:43 GMT
29384
949
7
283

Music

Download

Comments

j_.m.68
اللهم رضاك ربي :
:هون عليك فإن الله فارجها .... ... فوحده ربي يدري مخارجها ما دام ما يجري بعلم الله فارضى به ... ولا تمت حزنا على الدنيا وبهجتها كم أزعجتك أمور كنت تحسبها شرا ... حتى رأيت من الرحمن حكمتها فوض له الأمر في كل الشئون تجد للصدر شرحا وللنفس سكينتها🙏🙏🙏🙏
2026-08-26 12:21:10
2
user54984529188564
زينب عبد الكريم :
ونعم بالله العلي العظيم القدير
2026-08-26 22:06:34
0
j_.m.68
اللهم رضاك ربي :
ولعلني رغم احتياجي أنطوي .. وألوذ بالصلوات والخلوات الناس تهجرني لعيب واحد .. و الله يقبلني على علاتي في قربه كل المخاوف تنجلي .. في حبه أحببت حتما ذاتي أُنسيت من حلو الوصال متاعبي .. وجعلت سبحان العظيم صلاتي نسقت ألف قصيدة في فهمهم .. والله يعرفني بغير لغات الناس عن وجعي ستغمض عينها .. والله داوى موجعي بأناة
2026-08-26 12:20:34
2
mone80374
❤️‍🩹 :
🥰🥰
2026-08-26 20:37:25
0
om.shrouk6
Om Shrouk :
💜💜
2026-08-26 17:49:30
0
user8149853082903
Maryam :
🥰🥰🥰
2026-08-26 22:19:31
0
To see more videos from user @_n_sr_n, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Mungkin yang perlu diselamatkan bukan hidupmu… tapi hatimu.” Saat dunia tak lagi memberi tenang, mungkin hati sedang diajak kembali kepada Allah. MURID: Guru… mengapa hati saya tetap gelisah, padahal saya sudah berdoa, berzikir, dan membaca Al-Qur’an? Saya mencari ketenangan, tetapi semakin saya kejar, semakin terasa kosong. GURU: Muridku… mungkin selama ini engkau mencari keselamatan di tempat yang salah. Engkau mencari rasa aman dari manusia, padahal manusia sendiri sedang mencari rasa aman. Engkau berharap dunia menjadi tenang, padahal dunia memang tempat ujian. Ada tujuh ayat dalam Al-Qur’an yang mengandung kata “Salamun”. Bukan mantra untuk menghilangkan semua masalah, tetapi sebuah pengingat tentang keselamatan, kedamaian, dan rahmat Allah. Dengarkan dengan hati. Pertama: “Salāmun Qaulam Mir Rabbir Rahīm.” “Salam, sebagai ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” (QS. Yasin: 58) Seolah Allah mengingatkan: di tengah kegelisahanmu, ada keselamatan yang berasal dari-Nya. Kedua: “Salāmun ‘Alā Nūhin Fil ‘Ālamīn.” “Keselamatan atas Nuh di seluruh alam.” (QS. As-Saffat: 79) Nuh menghadapi penolakan yang panjang. Namun keselamatan bukan berarti hidup tanpa ujian. Kadang keselamatan berarti tetap teguh ketika dunia tidak memahamimu. Ketiga: “Salāmun ‘Alā Ibrāhīm.” “Keselamatan atas Ibrahim.” (QS. As-Saffat: 109) Ibrahim menghadapi api, tetapi Allah menunjukkan bahwa pertolongan bisa datang ketika manusia merasa tidak memiliki jalan. Keempat: “Salāmun ‘Alā Mūsā Wa Hārūn.” “Keselamatan atas Musa dan Harun.” (QS. As-Saffat: 120) Kelima: “Salāmun ‘Alā Ilyāsīn.” “Keselamatan atas Ilyas.” (QS. As-Saffat: 130) Dan keenam: “Salāmun Hiya Hattā Maṭla‘il Fajr.” “Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 5) Perhatikan, muridku… Malam tidak pernah menjadi malam selamanya. Ada fajar yang Allah persiapkan. Kemudian yang ketujuh: “Wa Salāmun ‘Alal Mursalīn. Walhamdu lillāhi Rabbil ‘Ālamīn.” “Keselamatan atas para rasul, dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. As-Saffat: 181–182) MURID: Guru… apakah tujuh ayat ini membuat hidup saya terbebas dari masalah? GURU: Jangan memandang ayat Allah hanya sebagai formula untuk mendapatkan keinginan. Bacalah dengan adab. Pahami maknanya. Renungkan pesannya. Sebab keselamatan sejati bukan ketika hidupmu bebas dari masalah… tetapi ketika hatimu tidak kehilangan Allah di tengah masalah. Ketika takut, ingatlah Ibrahim. Ketika ditolak, ingatlah Nuh. Ketika jalan terasa buntu, ingatlah Musa. Ketika malam terasa panjang, ingatlah Al-Qadr: “Salāmun… hingga terbit fajar.” Mungkin engkau bukan sedang kehilangan jalan. Engkau hanya sedang berada di antara malam dan fajar. Dan mungkin Allah belum mengubah keadaanmu karena Dia sedang mengubah hatimu agar mampu melihat hikmah di balik keadaan itu. MURID: Jadi yang selama ini saya cari bukan dunia yang tenang, Guru… Tetapi hati yang mampu menemukan Allah di tengah dunia yang tidak tenang. GURU: Itulah perjalanan seorang pencari, muridku. Ketika hati menemukan sumber salam, ia tidak lagi menggantungkan keselamatannya kepada dunia. Sebab dunia bisa mengambil banyak hal darimu… tetapi ia tidak akan mampu mengambil Allah dari hatimu, jika engkau benar-benar kembali kepada-Nya. **Kalau hatimu sedang lelah dan ingin memahami perjalanan batin lebih dalam… Mungkin ada satu halaman yang sedang menunggumu menemukan jalan pulang. Lihat kitab tasawuf di showcase. Pilih yang mengetuk hatimu. #Tasawuf #Dzikir #AlQuran #RenunganIslam #marifat
“Mungkin yang perlu diselamatkan bukan hidupmu… tapi hatimu.” Saat dunia tak lagi memberi tenang, mungkin hati sedang diajak kembali kepada Allah. MURID: Guru… mengapa hati saya tetap gelisah, padahal saya sudah berdoa, berzikir, dan membaca Al-Qur’an? Saya mencari ketenangan, tetapi semakin saya kejar, semakin terasa kosong. GURU: Muridku… mungkin selama ini engkau mencari keselamatan di tempat yang salah. Engkau mencari rasa aman dari manusia, padahal manusia sendiri sedang mencari rasa aman. Engkau berharap dunia menjadi tenang, padahal dunia memang tempat ujian. Ada tujuh ayat dalam Al-Qur’an yang mengandung kata “Salamun”. Bukan mantra untuk menghilangkan semua masalah, tetapi sebuah pengingat tentang keselamatan, kedamaian, dan rahmat Allah. Dengarkan dengan hati. Pertama: “Salāmun Qaulam Mir Rabbir Rahīm.” “Salam, sebagai ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” (QS. Yasin: 58) Seolah Allah mengingatkan: di tengah kegelisahanmu, ada keselamatan yang berasal dari-Nya. Kedua: “Salāmun ‘Alā Nūhin Fil ‘Ālamīn.” “Keselamatan atas Nuh di seluruh alam.” (QS. As-Saffat: 79) Nuh menghadapi penolakan yang panjang. Namun keselamatan bukan berarti hidup tanpa ujian. Kadang keselamatan berarti tetap teguh ketika dunia tidak memahamimu. Ketiga: “Salāmun ‘Alā Ibrāhīm.” “Keselamatan atas Ibrahim.” (QS. As-Saffat: 109) Ibrahim menghadapi api, tetapi Allah menunjukkan bahwa pertolongan bisa datang ketika manusia merasa tidak memiliki jalan. Keempat: “Salāmun ‘Alā Mūsā Wa Hārūn.” “Keselamatan atas Musa dan Harun.” (QS. As-Saffat: 120) Kelima: “Salāmun ‘Alā Ilyāsīn.” “Keselamatan atas Ilyas.” (QS. As-Saffat: 130) Dan keenam: “Salāmun Hiya Hattā Maṭla‘il Fajr.” “Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 5) Perhatikan, muridku… Malam tidak pernah menjadi malam selamanya. Ada fajar yang Allah persiapkan. Kemudian yang ketujuh: “Wa Salāmun ‘Alal Mursalīn. Walhamdu lillāhi Rabbil ‘Ālamīn.” “Keselamatan atas para rasul, dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. As-Saffat: 181–182) MURID: Guru… apakah tujuh ayat ini membuat hidup saya terbebas dari masalah? GURU: Jangan memandang ayat Allah hanya sebagai formula untuk mendapatkan keinginan. Bacalah dengan adab. Pahami maknanya. Renungkan pesannya. Sebab keselamatan sejati bukan ketika hidupmu bebas dari masalah… tetapi ketika hatimu tidak kehilangan Allah di tengah masalah. Ketika takut, ingatlah Ibrahim. Ketika ditolak, ingatlah Nuh. Ketika jalan terasa buntu, ingatlah Musa. Ketika malam terasa panjang, ingatlah Al-Qadr: “Salāmun… hingga terbit fajar.” Mungkin engkau bukan sedang kehilangan jalan. Engkau hanya sedang berada di antara malam dan fajar. Dan mungkin Allah belum mengubah keadaanmu karena Dia sedang mengubah hatimu agar mampu melihat hikmah di balik keadaan itu. MURID: Jadi yang selama ini saya cari bukan dunia yang tenang, Guru… Tetapi hati yang mampu menemukan Allah di tengah dunia yang tidak tenang. GURU: Itulah perjalanan seorang pencari, muridku. Ketika hati menemukan sumber salam, ia tidak lagi menggantungkan keselamatannya kepada dunia. Sebab dunia bisa mengambil banyak hal darimu… tetapi ia tidak akan mampu mengambil Allah dari hatimu, jika engkau benar-benar kembali kepada-Nya. **Kalau hatimu sedang lelah dan ingin memahami perjalanan batin lebih dalam… Mungkin ada satu halaman yang sedang menunggumu menemukan jalan pulang. Lihat kitab tasawuf di showcase. Pilih yang mengetuk hatimu. #Tasawuf #Dzikir #AlQuran #RenunganIslam #marifat

About