@putramekarjaya22: rahasia hati voc.@nok suci_ #putramekarjaya #kdmaudio #klemer_team #mlesorteam #fyp

PUTRA MEKAR JAYA
PUTRA MEKAR JAYA
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 26 August 2026 11:53:55 GMT
11219
817
5
35

Music

Download

Comments

nok.suci860
nok suci_ :
sayange cukup dadi rahasia hati bae yaaaa😊😊
2026-08-26 12:46:13
3
iman.6062
MANZZ NYAWIT😛🤟 :
Ning ndi ang kuee
2026-08-27 06:05:27
1
devankecedvn
mpruyyy :
pertama a
2026-08-26 12:00:03
1
idul_adha_gateng2
adha mas_boy :
🥰🥰🥰
2026-08-27 03:28:32
0
habibahst_09
habibah_st🐰 :
🥹
2026-08-30 01:41:40
0
To see more videos from user @putramekarjaya22, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

The Basilica Cistern, or Cisterna Basilica, is the largest of several hundred ancient cisterns that lie beneath the city of Istanbul, Turkey. The Basilica Cistern Museum, one of Istanbul's countless historical buildings, was reopened to visitors with the completion of the restoration process that started in 2017. In addition to the earthquake strengthening works, the lighting was also overhauled in the museum. The Basilica Cistern, known as Yerebatan Sarnıcı or Sunken Cistern in Turkish, is one of the most popular historical destinations in Istanbul and within walking distance of other Byzantine and Ottoman-era landmarks like the Hagia Sophia Grand Mosque and Sultanahmet, or the Blue Mosque. The Cistern which is one of Istanbul's splendid historical buildings is located in the southwest of Hagia Sophia. This large underground cistern built by Byzantine Emperor Justinian I (527-565) was named as Yerebatan Palace ere among the people due to the marble columns rising from the water and countless seemingly like. It is also known as Basilica Cistern since there is a Basilica in the place where the cistern is located.  Entrance: The Basilica Cistern is open every day from 09:00 to 19:00.  Joining one of our private tours with VIP fast track tickets is highly recommended to avoid waiting in line. Explore Türkiye like never before 🇹🇷  Contact us for all your travel and tours in Türkiye ✈️  www.allthingsturkish.net  • • • Follow @all_things_turkish  🎥 @bosphorusphotosession  #yerebatansarnıcı #basilica #cistern #tours #lights #visual #visualart #laser #art #projector #turkey #türkiye #tours #tour #travel #travelblogger #travelturkey #türkiye #istanbul #ottoman #roman #greek #medusa #mythology #travelling #viptravel #viptours #travelagent #travelwithus #allthingsturkish
The Basilica Cistern, or Cisterna Basilica, is the largest of several hundred ancient cisterns that lie beneath the city of Istanbul, Turkey. The Basilica Cistern Museum, one of Istanbul's countless historical buildings, was reopened to visitors with the completion of the restoration process that started in 2017. In addition to the earthquake strengthening works, the lighting was also overhauled in the museum. The Basilica Cistern, known as Yerebatan Sarnıcı or Sunken Cistern in Turkish, is one of the most popular historical destinations in Istanbul and within walking distance of other Byzantine and Ottoman-era landmarks like the Hagia Sophia Grand Mosque and Sultanahmet, or the Blue Mosque. The Cistern which is one of Istanbul's splendid historical buildings is located in the southwest of Hagia Sophia. This large underground cistern built by Byzantine Emperor Justinian I (527-565) was named as Yerebatan Palace ere among the people due to the marble columns rising from the water and countless seemingly like. It is also known as Basilica Cistern since there is a Basilica in the place where the cistern is located. Entrance: The Basilica Cistern is open every day from 09:00 to 19:00. Joining one of our private tours with VIP fast track tickets is highly recommended to avoid waiting in line. Explore Türkiye like never before 🇹🇷 Contact us for all your travel and tours in Türkiye ✈️ www.allthingsturkish.net • • • Follow @all_things_turkish 🎥 @bosphorusphotosession #yerebatansarnıcı #basilica #cistern #tours #lights #visual #visualart #laser #art #projector #turkey #türkiye #tours #tour #travel #travelblogger #travelturkey #türkiye #istanbul #ottoman #roman #greek #medusa #mythology #travelling #viptravel #viptours #travelagent #travelwithus #allthingsturkish
Sepiring nasi menjadi perkara serius bagi Darmi (63) dan suaminya, Dayat (77). Bagi pasangan lansia yang tinggal sederhana di Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan tersebut, bantuan sosial (bansos) bukan sekadar uang tambahan. Bansos menjadi salah satu tumpuan agar dapur tetap mengepul dan beras tetap tersedia. Namun, hampir setahun lamanya bantuan yang selama ini mereka terima tak lagi cair. Ironisnya, keluarga yang disebut perangkat desa masuk desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terbawah itu terhapus dari daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) karena terindikasi judi online. Persoalannya, Dayat yang berusia 77 tahun disebut tidak pernah memiliki HP, tidak bisa membaca maupun menulis, bahkan tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah. Lantas, bagaimana bisa keluarga lansia tersebut terindikasi menggunakan bantuan untuk judi online (judol)? Pertanyaan itulah yang kemudian membuat pihak Desa Kayugeritan mengajukan sanggahan. Perangkat Desa Kayugeritan, Neli Setyowati, Jumat, 28 Agustus 2026, mengatakan, terdapat sekitar 18 penerima bansos yang dicoret karena terindikasi judi online. Namun, dari belasan penerima tersebut, pihak desa secara khusus menyanggah status keluarga Dayat. Alasannya, kondisi keluarga tersebut dinilai memang sangat membutuhkan bantuan.
Sepiring nasi menjadi perkara serius bagi Darmi (63) dan suaminya, Dayat (77). Bagi pasangan lansia yang tinggal sederhana di Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan tersebut, bantuan sosial (bansos) bukan sekadar uang tambahan. Bansos menjadi salah satu tumpuan agar dapur tetap mengepul dan beras tetap tersedia. Namun, hampir setahun lamanya bantuan yang selama ini mereka terima tak lagi cair. Ironisnya, keluarga yang disebut perangkat desa masuk desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terbawah itu terhapus dari daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) karena terindikasi judi online. Persoalannya, Dayat yang berusia 77 tahun disebut tidak pernah memiliki HP, tidak bisa membaca maupun menulis, bahkan tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah. Lantas, bagaimana bisa keluarga lansia tersebut terindikasi menggunakan bantuan untuk judi online (judol)? Pertanyaan itulah yang kemudian membuat pihak Desa Kayugeritan mengajukan sanggahan. Perangkat Desa Kayugeritan, Neli Setyowati, Jumat, 28 Agustus 2026, mengatakan, terdapat sekitar 18 penerima bansos yang dicoret karena terindikasi judi online. Namun, dari belasan penerima tersebut, pihak desa secara khusus menyanggah status keluarga Dayat. Alasannya, kondisi keluarga tersebut dinilai memang sangat membutuhkan bantuan. "Kami sanggah, Pak Dayat, karena memang betul-betul orang tidak mampu. Kebetulan kita cek juga desilnya 1," ungkap Neli, saat mengunjungi rumah Dayat didampingi pendamping PKH desa, Jumat pagi. Kondisi Dayat semakin membuat pihak desa mempertanyakan indikasi tersebut. Menurut Neli, Dayat memiliki keterbatasan pendidikan yang sangat mendasar. "Beliau itu SDM rendah, ngapunten, untuk pendidikan saja tidak bersekolah, membaca tulis saja tidak bisa." Bahkan, Dayat tidak memiliki HP. "HP saja tidak memegang," tegas Neli. Karena itu, pihak desa menilai perlu ada klarifikasi lebih lanjut sebelum keluarga tersebut benar-benar kehilangan hak bantuan yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari. Sumber artikel: radarpekalongan.com https://www.google.com/amp/s/radarpekalongan.disway.id/amp/114556/lansia-tak-bisa-baca-tulis-bansos-dicoret-gegara-terindikasi-judol-kalau-tak-punya-uang-ya-tidak-makan

About