@seng02khampouvong: ອັບ3฿✨💎💙😍🥰💰#ຫນ້າຮ້ານສາຂາວັງທອງ #ຮ້ານຄຳພູວົງສາຂາວັງທອງ #Sellseng

ແມ່ຄ້າຂາຍຄຳ(ຮ້ານຄຳພູວົງ)
ແມ່ຄ້າຂາຍຄຳ(ຮ້ານຄຳພູວົງ)
Open In TikTok:
Region: LA
Thursday 27 August 2026 02:35:14 GMT
2002
70
0
6

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @seng02khampouvong, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ BUKAN KARENA SEBUAH KEBENCIAN Subhanallah. Ada sebuah persoalan yang patut dipertanyakan secara serius terkait Ustadz Adi Hidayat (UAH). UAH diketahui memberikan tazkiyah dan pujian yang sangat tinggi kepada sejumlah tokoh sufi, di antaranya Guru Sekumpul dan Umar bin Hafizh. Persoalannya, bagaimana mungkin seorang tokoh yang memberikan tazkiyah kepada mereka tidak menjelaskan terlebih dahulu bagaimana kedudukan berbagai kisah dan keyakinan yang dinisbatkan kepada mereka, terutama apabila kisah tersebut berkaitan dengan perkara gaib dan Rasulullah ﷺ? Di antara yang menjadi sorotan adalah kisah yang dinisbatkan kepada Guru Sekumpul, bahwa ketika beliau sampai di makam Rasulullah ﷺ, makam Nabi ﷺ kemudian bergerak-gerak dengan isyarat tangan, lalu Rasulullah ﷺ keluar dari makam dan mencium lututnya. Jika kisah tersebut memang benar dinukil dengan redaksi demikian, maka pertanyaannya: Apa dalil syar'inya? Perkara yang berkaitan dengan Rasulullah ﷺ setelah wafat tidak boleh dibangun hanya berdasarkan cerita, pengalaman batin, mimpi, atau klaim seseorang. Agama ini dibangun di atas Al-Qur'an dan Sunnah yang sahih. Demikian pula mengenai Umar bin Hafizh. Jika benar terdapat pernyataan bahwa beliau melihat Rasulullah ﷺ selalu hadir dalam majelisnya, atau jika UAH memberikan pujian kepadanya dengan mengatakan bahwa senyumnya seperti senyum Nabi ﷺ, maka hal itu juga patut dipertanyakan: Apa dasar untuk memastikan bahwa Rasulullah ﷺ benar-benar hadir dalam majelis tersebut? Persoalannya bukan siapa yang mengatakannya. Persoalannya adalah: APA DALILNYA? Namun yang lebih menarik untuk dipertanyakan adalah ketika UAH memberikan tazkiyah kepada tokoh-tokoh tersebut dengan berbagai pujian yang sangat tinggi, sementara sebagian keyakinan, kisah, dan praktik yang dinisbatkan kepada mereka justru perlu diuji dengan prinsip akidah dan Sunnah yang sahih. Di sinilah muncul pertanyaan tentang konsistensi UAH dengan prinsip pemurnian Islam yang menjadi identitas Muhammadiyah. Muhammadiyah sejak awal dikenal sebagai gerakan pembaruan dan pemurnian Islam serta memiliki perhatian besar terhadap pemberantasan TBC: Takhayul, Bid'ah, dan Khurafat. Maka apabila benar terdapat kisah-kisah khurafat, keyakinan tanpa landasan dalil yang sahih, atau amalan-amalan bid'ah yang disebarkan oleh tokoh-tokoh yang ditazkiyah oleh UAH, tentu masyarakat berhak meminta penjelasan: Apakah semua itu sesuai dengan prinsip akidah dan pemurnian Islam Muhammadiyah? Jangan sampai masyarakat awam dibuat bingung. Di satu sisi, Muhammadiyah menyerukan pemurnian akidah dan pemberantasan khurafat. Namun di sisi lain, Ustadz Adi Hidayat (UAH) memberikan tazkiyah dan pujian kepada tokoh-tokoh yang dinisbatkan kepadanya kisah-kisah yang secara lahiriah sangat problematis dan membutuhkan pembuktian berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah. Kalau kisah tersebut benar, tunjukkan dalilnya. Kalau tidak benar, klarifikasi dan luruskan. Jika memang terdapat ajaran atau keyakinan yang bertentangan dengan prinsip Muhammadiyah, maka sudah semestinya persoalan tersebut dibahas secara serius oleh para ulama dan pimpinan Muhammadiyah. Bukan karena kebencian kepada UAH. Bukan pula karena fanatisme kepada kelompok. Tetapi karena kebenaran harus dikembalikan kepada Al-Qur'an dan Sunnah yang sahih. Sebab ukuran kebenaran dalam agama bukanlah siapa yang mengucapkannya, betapa populernya tokoh tersebut, atau seberapa tinggi seseorang memberikan tazkiyah kepadanya. Ukuran kebenaran adalah dalil. #salaf #salafi #manhajsalaf #dakwahsalaf #salafiyyah
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ BUKAN KARENA SEBUAH KEBENCIAN Subhanallah. Ada sebuah persoalan yang patut dipertanyakan secara serius terkait Ustadz Adi Hidayat (UAH). UAH diketahui memberikan tazkiyah dan pujian yang sangat tinggi kepada sejumlah tokoh sufi, di antaranya Guru Sekumpul dan Umar bin Hafizh. Persoalannya, bagaimana mungkin seorang tokoh yang memberikan tazkiyah kepada mereka tidak menjelaskan terlebih dahulu bagaimana kedudukan berbagai kisah dan keyakinan yang dinisbatkan kepada mereka, terutama apabila kisah tersebut berkaitan dengan perkara gaib dan Rasulullah ﷺ? Di antara yang menjadi sorotan adalah kisah yang dinisbatkan kepada Guru Sekumpul, bahwa ketika beliau sampai di makam Rasulullah ﷺ, makam Nabi ﷺ kemudian bergerak-gerak dengan isyarat tangan, lalu Rasulullah ﷺ keluar dari makam dan mencium lututnya. Jika kisah tersebut memang benar dinukil dengan redaksi demikian, maka pertanyaannya: Apa dalil syar'inya? Perkara yang berkaitan dengan Rasulullah ﷺ setelah wafat tidak boleh dibangun hanya berdasarkan cerita, pengalaman batin, mimpi, atau klaim seseorang. Agama ini dibangun di atas Al-Qur'an dan Sunnah yang sahih. Demikian pula mengenai Umar bin Hafizh. Jika benar terdapat pernyataan bahwa beliau melihat Rasulullah ﷺ selalu hadir dalam majelisnya, atau jika UAH memberikan pujian kepadanya dengan mengatakan bahwa senyumnya seperti senyum Nabi ﷺ, maka hal itu juga patut dipertanyakan: Apa dasar untuk memastikan bahwa Rasulullah ﷺ benar-benar hadir dalam majelis tersebut? Persoalannya bukan siapa yang mengatakannya. Persoalannya adalah: APA DALILNYA? Namun yang lebih menarik untuk dipertanyakan adalah ketika UAH memberikan tazkiyah kepada tokoh-tokoh tersebut dengan berbagai pujian yang sangat tinggi, sementara sebagian keyakinan, kisah, dan praktik yang dinisbatkan kepada mereka justru perlu diuji dengan prinsip akidah dan Sunnah yang sahih. Di sinilah muncul pertanyaan tentang konsistensi UAH dengan prinsip pemurnian Islam yang menjadi identitas Muhammadiyah. Muhammadiyah sejak awal dikenal sebagai gerakan pembaruan dan pemurnian Islam serta memiliki perhatian besar terhadap pemberantasan TBC: Takhayul, Bid'ah, dan Khurafat. Maka apabila benar terdapat kisah-kisah khurafat, keyakinan tanpa landasan dalil yang sahih, atau amalan-amalan bid'ah yang disebarkan oleh tokoh-tokoh yang ditazkiyah oleh UAH, tentu masyarakat berhak meminta penjelasan: Apakah semua itu sesuai dengan prinsip akidah dan pemurnian Islam Muhammadiyah? Jangan sampai masyarakat awam dibuat bingung. Di satu sisi, Muhammadiyah menyerukan pemurnian akidah dan pemberantasan khurafat. Namun di sisi lain, Ustadz Adi Hidayat (UAH) memberikan tazkiyah dan pujian kepada tokoh-tokoh yang dinisbatkan kepadanya kisah-kisah yang secara lahiriah sangat problematis dan membutuhkan pembuktian berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah. Kalau kisah tersebut benar, tunjukkan dalilnya. Kalau tidak benar, klarifikasi dan luruskan. Jika memang terdapat ajaran atau keyakinan yang bertentangan dengan prinsip Muhammadiyah, maka sudah semestinya persoalan tersebut dibahas secara serius oleh para ulama dan pimpinan Muhammadiyah. Bukan karena kebencian kepada UAH. Bukan pula karena fanatisme kepada kelompok. Tetapi karena kebenaran harus dikembalikan kepada Al-Qur'an dan Sunnah yang sahih. Sebab ukuran kebenaran dalam agama bukanlah siapa yang mengucapkannya, betapa populernya tokoh tersebut, atau seberapa tinggi seseorang memberikan tazkiyah kepadanya. Ukuran kebenaran adalah dalil. #salaf #salafi #manhajsalaf #dakwahsalaf #salafiyyah

About