@meberhum: Unbox bình hút Grosmimi 🫶 #mebimsua #binhhutnuocchobe #binhtaphut #grosmimi #viral

Hân mẹ Rhum ở Đảo 🌴
Hân mẹ Rhum ở Đảo 🌴
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 27 August 2026 08:30:23 GMT
891
17
1
2

Music

Download

Comments

mesuadau03
Mẹ Sữa Đậu🌸 :
Xinh quá 2 oi
2026-08-27 14:38:24
1
To see more videos from user @meberhum, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bayangkan tempat yang selama ini lo sebut rumah, tiba-tiba berubah menjadi kobaran api. Tidak ada pintu untuk ditutup. Tidak ada tempat untuk bersembunyi. Tidak ada jalan yang benar-benar aman untuk pergi. Begitulah yang terjadi ketika hutan Kalimantan terbakar. Sebuah rumah yang telah menjadi tempat hidup selama puluhan tahun, perlahan dilahap api dalam hitungan jam. Di tengah kepulan asap, ada burung yang kembali dan tidak lagi menemukan sarangnya. Ada anak-anak orangutan yang kehilangan tempat berlindung. Ada satwa yang berlari ketakutan, meninggalkan tempat yang selama ini mereka kenal sebagai rumah. Mereka tidak pernah memilih untuk pergi. Mereka tidak pernah tahu ke mana harus pergi. Rumah mereka yang lebih dulu direnggut oleh api. Yang lebih menyakitkan, mungkin kita hanya melihatnya sebagai gambar di layar. Kita melihat api, asap, dan hutan yang menghitam. Tapi bagi mereka, itu bukan sekadar pemandangan. Itu adalah tempat mereka dilahirkan. Tempat mereka mencari makan. Tempat mereka membesarkan anak-anaknya. Dan dalam satu malam, semua yang mereka punya bisa berubah menjadi abu. Ketika api akhirnya padam, mungkin kita mengira semuanya sudah selesai. Padahal bagi sebagian kehidupan di dalamnya, kehancuran baru saja dimulai. Tidak ada sarang untuk kembali. Tidak ada pohon untuk berlindung. Tidak ada rumah yang bisa mereka bangun kembali dengan mudah. Hutan yang tumbuh selama puluhan tahun bisa hilang dalam beberapa jam, sementara kehidupan di dalamnya harus menanggung kehilangan yang jauh lebih lama. Kalimantan bukan hanya kehilangan pohon. Kalimantan kehilangan rumah-rumah yang tidak bisa bersuara untuk meminta tolong. Dan mungkin, sebelum api berikutnya datang, kita perlu bertanya pada diri sendiri: berapa banyak lagi yang harus kehilangan rumah sebelum kita benar-benar peduli?. #fyp #foryoupage #kebakaran #kalimantan #drvalent
Bayangkan tempat yang selama ini lo sebut rumah, tiba-tiba berubah menjadi kobaran api. Tidak ada pintu untuk ditutup. Tidak ada tempat untuk bersembunyi. Tidak ada jalan yang benar-benar aman untuk pergi. Begitulah yang terjadi ketika hutan Kalimantan terbakar. Sebuah rumah yang telah menjadi tempat hidup selama puluhan tahun, perlahan dilahap api dalam hitungan jam. Di tengah kepulan asap, ada burung yang kembali dan tidak lagi menemukan sarangnya. Ada anak-anak orangutan yang kehilangan tempat berlindung. Ada satwa yang berlari ketakutan, meninggalkan tempat yang selama ini mereka kenal sebagai rumah. Mereka tidak pernah memilih untuk pergi. Mereka tidak pernah tahu ke mana harus pergi. Rumah mereka yang lebih dulu direnggut oleh api. Yang lebih menyakitkan, mungkin kita hanya melihatnya sebagai gambar di layar. Kita melihat api, asap, dan hutan yang menghitam. Tapi bagi mereka, itu bukan sekadar pemandangan. Itu adalah tempat mereka dilahirkan. Tempat mereka mencari makan. Tempat mereka membesarkan anak-anaknya. Dan dalam satu malam, semua yang mereka punya bisa berubah menjadi abu. Ketika api akhirnya padam, mungkin kita mengira semuanya sudah selesai. Padahal bagi sebagian kehidupan di dalamnya, kehancuran baru saja dimulai. Tidak ada sarang untuk kembali. Tidak ada pohon untuk berlindung. Tidak ada rumah yang bisa mereka bangun kembali dengan mudah. Hutan yang tumbuh selama puluhan tahun bisa hilang dalam beberapa jam, sementara kehidupan di dalamnya harus menanggung kehilangan yang jauh lebih lama. Kalimantan bukan hanya kehilangan pohon. Kalimantan kehilangan rumah-rumah yang tidak bisa bersuara untuk meminta tolong. Dan mungkin, sebelum api berikutnya datang, kita perlu bertanya pada diri sendiri: berapa banyak lagi yang harus kehilangan rumah sebelum kita benar-benar peduli?. #fyp #foryoupage #kebakaran #kalimantan #drvalent

About