“Setelah selesai dari hubungan terakhirmu, kamu ke mana?”
Aku nggak ke mana-mana.
Aku nggak mencari pelarian.
Aku nggak buru-buru mencari orang baru untuk mengisi tempat yang kosong.
Aku nggak mencoba membuat seseorang cemburu dengan menunjukkan bahawa hidupku baik-baik saja.
Aku juga nggak sibuk mencari pengganti hanya kerana takut merasa kesepian.
Aku hanya belajar lebih tenang.
Setelah hubungan itu berakhir, aku memilih untuk berhenti sejenak. Bukan kerana aku tidak mampu melanjutkan hidup, tetapi kerana untuk pertama kalinya aku sadar bahawa mungkin selama ini aku terlalu sibuk mencintai orang lain sampai lupa bagaimana caranya mencintai diriku sendiri.
Jadi setelah semuanya selesai, aku pulang.
**Pulang ke diriku sendiri.**
Aku mulai belajar menikmati kesunyian tanpa menganggapnya sebagai kesepian. Aku mulai terbiasa dengan hari-hari yang tidak lagi dipenuhi kabar seseorang. Aku belajar bahawa tidak semua pagi harus dimulai dengan pesan dari orang yang kita cintai, dan tidak semua malam harus diakhiri dengan ucapan selamat tidur.
Awalnya memang terasa aneh.
Ada ruang yang tiba-tiba kosong.
Ada kebiasaan yang mendadak hilang.
Ada tangan yang dulu selalu ingin kugenggam, tetapi sekarang harus kubiarkan pergi.
Namun perlahan-lahan aku mengerti, mungkin kesendirian ini bukan hukuman.
Mungkin ini adalah kesempatan.
Kesempatan untuk mengenal kembali siapa diriku sebelum terlalu jauh kehilangan diri dalam sebuah hubungan.
Aku mulai bertanya kepada diriku sendiri:
Apa yang sebenarnya aku suka?
Apa yang membuatku bahagia?
Apa yang selama ini aku korbankan hanya demi mempertahankan seseorang?
Dan ternyata, banyak sekali hal tentang diriku yang sempat terlupakan.
Aku mulai kembali melakukan hal-hal kecil yang dulu kusukai. Mulai menikmati waktu sendiri. Mulai menjaga hati dan pikiranku. Mulai memahami bahawa hidup tidak berhenti hanya kerana satu hubungan berakhir.
Aku juga belajar untuk tidak membenci masa lalu.
Aku tidak ingin menganggap hubungan itu sebagai kesalahan.
Bagaimanapun juga, pernah ada cinta di sana. Pernah ada tawa. Pernah ada harapan. Pernah ada dua orang yang sama-sama percaya bahawa mereka akan bertahan.
2026-08-27 22:42:07
4
To see more videos from user @selflovebabyyyy, please go to the Tikwm
homepage.