@a.ty165: في احلى من البلوك 😮‍💨#اكسبلور #اكسبلورexplore #بلوك #نادين_نسيب_نجيم

موني
موني
Open In TikTok:
Region: KW
Thursday 27 August 2026 17:39:28 GMT
55419
4646
12
551

Music

Download

Comments

user996795274249
rasem :
والله كاريس بشار احلى كاريس يؤبرني ربك
2026-08-29 11:42:55
1
user812155148
𝓐 🐆 :
ما أعطي بلوك حتى احذف بس 💁🏻‍♀️🤭
2026-08-29 20:56:07
1
203dr5
شفيع ❣️❣️ :
😂😂 بالعكس يبقى يشاهد احسن 😂
2026-08-29 12:51:35
1
vcxwa
Loly :
ديفا هههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههه
2026-08-27 17:45:42
1
user996795274249
rasem :
لا بس بحب كاريس كتير
2026-08-29 12:11:28
1
To see more videos from user @a.ty165, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dalam biografi Syekh Murtadha al-Anshari, disebutkan bahwa salah satu kebiasaan beliau adalah membaca Ziarah Asyura dua kali setiap hari, pada pagi dan sore hari. Beliau sangat tekun menjaga amalan tersebut dan hampir tidak pernah meninggalkannya. Setelah beliau wafat, seseorang pernah melihatnya dalam mimpi. Orang itu bertanya tentang keadaannya di alam setelah kematian. Ia menjawab hanya dengan tiga kata: “Asyura... Asyura... Asyura.” Seolah-olah seluruh jawaban tentang keadaan yang ia rasakan di alam sana telah terangkum dalam satu nama: Ziarah Asyura. Kisah lain yang sangat terkenal dinukil mengenai faqih yang adil, Syekh Jawad Masykur, seorang Marja‘ taklid bagi sebagian kaum Syiah di Irak. Pada malam 26 Safar 1336 H, ketika berada di Najaf, Syekh Jawad Masykur bermimpi bertemu dengan Malaikat Izrail (as). Setelah mengucapkan salam, ia bertanya: “Dari mana engkau datang?” Malaikat Izrail menjawab: “Aku datang dari Shiraz. Aku baru saja mengambil ruh Mirza Ibrahim Mahallati.” Syekh Masykur kemudian bertanya: “Bagaimana keadaan ruhnya sekarang di alam Barzakh?” Malaikat Izrail menjawab: “Ia berada dalam keadaan yang paling baik dan berada di taman-taman Barzakh yang terbaik. Allah bahkan telah menugaskan seribu Malaikat kepadanya, dan mereka menjalankan apa yang diperintahkannya.” Syekh Masykur merasa takjub dan kembali bertanya: “Karena amal apa ia memperoleh kedudukan setinggi itu?” Jawabannya singkat: “Karena membaca Ziarah Asyura.” Disebutkan bahwa Mirza Ibrahim Mahallati telah menjaga Ziarah Asyura selama tiga puluh tahun pada akhir kehidupannya. Ia tidak pernah meninggalkannya. Bahkan pada hari-hari ketika sakit atau keadaan lain membuatnya tidak mampu membacanya sendiri, ia akan meminta orang lain untuk mewakilinya membaca Ziarah Asyura. Begitu kuat keterikatannya dengan amalan tersebut. Pada pagi hari setelah malam ketika Syekh Jawad Masykur mengalami mimpi tersebut, ia pergi menemui Ayatollah Mirza Muhammad Taqi Shirazi dan menceritakan seluruh mimpinya. Mendengar kisah itu, Mirza Muhammad Taqi Shirazi menangis. Orang-orang yang berada di sana kemudian bertanya: “Mengapa anda menangis?” Beliau menjawab: “Mirza Mahallati telah wafat. Ia adalah salah satu tiang utama ilmu fikih.” Sebagian orang kemudian berkata: “Tetapi itu hanyalah mimpi. Kebenarannya belum tentu dapat dipastikan.” Mirza Muhammad Taqi Shirazi menjawab: “Benar, itu memang sebuah mimpi... tetapi yang mengalaminya adalah Syekh Masykur, bukan orang biasa.” Dan ternyata, keesokan harinya datang sebuah telegram dari Shiraz yang membawa kabar wafatnya Mirza Ibrahim Mahallati. Mimpi yang dialami malam sebelumnya ternyata bertepatan dengan kenyataan. Kisah ini kemudian dikenang sebagai salah satu kisah tentang keutamaan Ziarah Asyura dan ketekunan seorang alim dalam menjaganya selama puluhan tahun. Ya Husain... Ya Ali...  Referensi: 📖 Dastan-ha-ye Shegeft – Syahid Ayatollah Sayyid Abdul Husain Dastgheib Shirazi 📖 Dirasah fī Sanad Ziyarat ‘Ashura’ – Ja‘far at-Tabrizi #islam #najaf #karbala #ulama #shia
Dalam biografi Syekh Murtadha al-Anshari, disebutkan bahwa salah satu kebiasaan beliau adalah membaca Ziarah Asyura dua kali setiap hari, pada pagi dan sore hari. Beliau sangat tekun menjaga amalan tersebut dan hampir tidak pernah meninggalkannya. Setelah beliau wafat, seseorang pernah melihatnya dalam mimpi. Orang itu bertanya tentang keadaannya di alam setelah kematian. Ia menjawab hanya dengan tiga kata: “Asyura... Asyura... Asyura.” Seolah-olah seluruh jawaban tentang keadaan yang ia rasakan di alam sana telah terangkum dalam satu nama: Ziarah Asyura. Kisah lain yang sangat terkenal dinukil mengenai faqih yang adil, Syekh Jawad Masykur, seorang Marja‘ taklid bagi sebagian kaum Syiah di Irak. Pada malam 26 Safar 1336 H, ketika berada di Najaf, Syekh Jawad Masykur bermimpi bertemu dengan Malaikat Izrail (as). Setelah mengucapkan salam, ia bertanya: “Dari mana engkau datang?” Malaikat Izrail menjawab: “Aku datang dari Shiraz. Aku baru saja mengambil ruh Mirza Ibrahim Mahallati.” Syekh Masykur kemudian bertanya: “Bagaimana keadaan ruhnya sekarang di alam Barzakh?” Malaikat Izrail menjawab: “Ia berada dalam keadaan yang paling baik dan berada di taman-taman Barzakh yang terbaik. Allah bahkan telah menugaskan seribu Malaikat kepadanya, dan mereka menjalankan apa yang diperintahkannya.” Syekh Masykur merasa takjub dan kembali bertanya: “Karena amal apa ia memperoleh kedudukan setinggi itu?” Jawabannya singkat: “Karena membaca Ziarah Asyura.” Disebutkan bahwa Mirza Ibrahim Mahallati telah menjaga Ziarah Asyura selama tiga puluh tahun pada akhir kehidupannya. Ia tidak pernah meninggalkannya. Bahkan pada hari-hari ketika sakit atau keadaan lain membuatnya tidak mampu membacanya sendiri, ia akan meminta orang lain untuk mewakilinya membaca Ziarah Asyura. Begitu kuat keterikatannya dengan amalan tersebut. Pada pagi hari setelah malam ketika Syekh Jawad Masykur mengalami mimpi tersebut, ia pergi menemui Ayatollah Mirza Muhammad Taqi Shirazi dan menceritakan seluruh mimpinya. Mendengar kisah itu, Mirza Muhammad Taqi Shirazi menangis. Orang-orang yang berada di sana kemudian bertanya: “Mengapa anda menangis?” Beliau menjawab: “Mirza Mahallati telah wafat. Ia adalah salah satu tiang utama ilmu fikih.” Sebagian orang kemudian berkata: “Tetapi itu hanyalah mimpi. Kebenarannya belum tentu dapat dipastikan.” Mirza Muhammad Taqi Shirazi menjawab: “Benar, itu memang sebuah mimpi... tetapi yang mengalaminya adalah Syekh Masykur, bukan orang biasa.” Dan ternyata, keesokan harinya datang sebuah telegram dari Shiraz yang membawa kabar wafatnya Mirza Ibrahim Mahallati. Mimpi yang dialami malam sebelumnya ternyata bertepatan dengan kenyataan. Kisah ini kemudian dikenang sebagai salah satu kisah tentang keutamaan Ziarah Asyura dan ketekunan seorang alim dalam menjaganya selama puluhan tahun. Ya Husain... Ya Ali... Referensi: 📖 Dastan-ha-ye Shegeft – Syahid Ayatollah Sayyid Abdul Husain Dastgheib Shirazi 📖 Dirasah fī Sanad Ziyarat ‘Ashura’ – Ja‘far at-Tabrizi #islam #najaf #karbala #ulama #shia

About