@distyyy88: lupppp #bumilhappy #daster #dasterbumil #bumilcantik #bumilsehat

distyyy
distyyy
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 28 August 2026 09:27:44 GMT
17075
1685
30
78

Music

Download

Comments

arip.aja536
arip aja😍😍😍 :
oh lagi hamil besar ya bun
2026-08-28 14:40:19
1
herikiswanto_359
herikiswanto539 :
biyuuuhhh ngeriiii wezzz 😅
2026-08-29 05:47:53
0
user9919298194282
🖤 :
🥰🥰🧡 sayang 🌹🫰🫶
2026-08-29 02:30:28
0
r8arumi
R8Arumi :
sehat selalu ya mom
2026-08-29 02:16:21
0
jumbran800954
jumbran 5554556 :
apkabary kakak
2026-08-28 23:11:49
0
user9811073448599
Alex :
emang udah jalan berapa bulan neng
2026-08-28 16:01:51
0
piestrawberycake
pie :
berapa bulan kak
2026-08-29 03:09:52
0
t_nfs_ryzen_t
project :
bunda brapa bulan ya sehat😄❤️
2026-08-29 02:23:57
0
jay.bojonegoro.966
jAyus966 BjN :
alhamdulillah
2026-08-28 16:48:12
0
rymbaanto
Hantu Rymba :
7 bln
2026-08-28 10:05:48
0
arip.aja536
arip aja😍😍😍 :
yg sabar ya bun
2026-08-29 01:57:33
0
jumbran800954
jumbran 5554556 :
istirahat kakakak
2026-08-28 23:12:08
0
jumbran800954
jumbran 5554556 :
jagah baiky kakak
2026-08-28 23:11:23
0
user3660258965974
bagus dewe :
anget
2026-08-28 16:51:48
0
kodoksangeee
🐸 :
aduuuuuuh 🤤
2026-08-28 11:18:25
0
ahmadiksan92
🅿️eJu🅰️🆖🔹Kℹ️L⭕Ⓜ️€T€®️ :
lg enak2 ny🤤
2026-08-29 06:38:25
0
ibnnu086
MULYANA . M موريانا :
sdg enk"nya nuain Bun biar jalan bayi lancar & terkendali
2026-08-28 18:20:33
0
fdideliserdang
FDI Deli Serdang :
jht x suami nya smpe bengkak gitu kak
2026-08-28 16:50:04
0
oktavian641
oktavian anta (Lokal 150) :
beyuhh
2026-08-29 01:16:10
0
franciscovgutierrezj
IRon man 2617 :
inagt lang baka mappank ka follow back
2026-08-29 00:40:39
0
imansaja92
Iman Saja :
lagi enak enak nya tuh
2026-08-29 04:15:24
0
bintangtimur240
"bintang timur" :
lagi enak enaknya ditengokin itu 😁
2026-08-28 21:43:35
0
user12346543567
caca :
gacoran juga gue
2026-08-29 02:39:18
0
r8arumi
R8Arumi :
🥰🥰🥰
2026-08-29 02:16:07
0
To see more videos from user @distyyy88, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kabut Asap Menyelimuti Kalimantan, Udara Capai Level BERBAHAYA hingga Melumpuhkan Sekolah dan Penerbangan Bencana Berulang : Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti kota-kota di Kalimantan, memaksa penutupan sekolah, pembatalan penerbangan, hingga menyeberang ke Malaysia. JAKARTA (Indonesia), 19 August 2026 – ARUSMEDIA-ENVIRONMENT (disaster & climate) Pada 19 Agustus 2026, langit di atas Kalimantan memburuk drastis. Titik api melonjak tajam, dan kabut asap tebal menyelimuti Pontianak, Palangka Raya, hingga Banjarbaru — warga harus menyalakan lampu kendaraan di siang hari karena jarak pandang yang buruk. BNPB mencatat 1.487 titik panas tersebar di seluruh pulau, terbanyak di Kalimantan Tengah (767) dan Kalimantan Barat (560). El Niño yang tahun ini tergolong kuat mengeringkan lahan gambut, sehingga api mudah merambat hingga ke bawah tanah dan sulit dipadamkan dalam waktu lama. Kualitas udara mencapai level kritis. Di Banjarbaru, PM2.5 menyentuh 389,4 mikrogram per meter kubik — jauh di atas ambang batas 250,5 — sementara Palangka Raya sempat masuk kategori berbahaya. Ribuan warga dilaporkan menderita gangguan pernapasan akut dalam sepekan terakhir. [DAMPAK MELUAS HINGGA LINTAS BATAS] Kondisi memburuk mendorong sejumlah pemerintah daerah bertindak cepat. Sekolah di Pontianak dan Banjarbaru beralih ke pembelajaran daring, dan Bandara Singkawang menutup seluruh penerbangannya pada 21 Agustus 2026 karena jarak pandang tidak memenuhi standar keselamatan. Asap bahkan menyeberang hingga Sarawak, Malaysia, memaksa sejumlah sekolah di sana menutup kegiatan. Sekitar 12.880 personel gabungan tengah dikerahkan untuk pemadaman darat, ditambah operasi modifikasi cuaca pada 23–27 Agustus. Status tanggap darurat diberlakukan di Palangka Raya, Kotawaringin, dan Pontianak. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turun langsung ke Palangka Raya pada 18 Agustus meninjau lahan gambut yang terbakar dan memastikan pemadaman berjalan maksimal. Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Kalimantan Selatan mengimbau warga membatasi aktivitas di luar ruangan.
Kabut Asap Menyelimuti Kalimantan, Udara Capai Level BERBAHAYA hingga Melumpuhkan Sekolah dan Penerbangan Bencana Berulang : Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti kota-kota di Kalimantan, memaksa penutupan sekolah, pembatalan penerbangan, hingga menyeberang ke Malaysia. JAKARTA (Indonesia), 19 August 2026 – ARUSMEDIA-ENVIRONMENT (disaster & climate) Pada 19 Agustus 2026, langit di atas Kalimantan memburuk drastis. Titik api melonjak tajam, dan kabut asap tebal menyelimuti Pontianak, Palangka Raya, hingga Banjarbaru — warga harus menyalakan lampu kendaraan di siang hari karena jarak pandang yang buruk. BNPB mencatat 1.487 titik panas tersebar di seluruh pulau, terbanyak di Kalimantan Tengah (767) dan Kalimantan Barat (560). El Niño yang tahun ini tergolong kuat mengeringkan lahan gambut, sehingga api mudah merambat hingga ke bawah tanah dan sulit dipadamkan dalam waktu lama. Kualitas udara mencapai level kritis. Di Banjarbaru, PM2.5 menyentuh 389,4 mikrogram per meter kubik — jauh di atas ambang batas 250,5 — sementara Palangka Raya sempat masuk kategori berbahaya. Ribuan warga dilaporkan menderita gangguan pernapasan akut dalam sepekan terakhir. [DAMPAK MELUAS HINGGA LINTAS BATAS] Kondisi memburuk mendorong sejumlah pemerintah daerah bertindak cepat. Sekolah di Pontianak dan Banjarbaru beralih ke pembelajaran daring, dan Bandara Singkawang menutup seluruh penerbangannya pada 21 Agustus 2026 karena jarak pandang tidak memenuhi standar keselamatan. Asap bahkan menyeberang hingga Sarawak, Malaysia, memaksa sejumlah sekolah di sana menutup kegiatan. Sekitar 12.880 personel gabungan tengah dikerahkan untuk pemadaman darat, ditambah operasi modifikasi cuaca pada 23–27 Agustus. Status tanggap darurat diberlakukan di Palangka Raya, Kotawaringin, dan Pontianak. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turun langsung ke Palangka Raya pada 18 Agustus meninjau lahan gambut yang terbakar dan memastikan pemadaman berjalan maksimal. Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Kalimantan Selatan mengimbau warga membatasi aktivitas di luar ruangan. "Gunakan masker N95 atau KN95 saat beraktivitas, jaga imunitas, serta tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memperburuk kualitas udara," ujarnya. POIN : [SENGKETA ASAP KALIMANTAN] Titik Panas : 1.487 hotspot di seluruh Kalimantan (Kalteng 767, Kalbar 560, Kalsel & Kaltim 74, Kaltara 3), per 20 Agustus 2026. Kualitas Udara : Palangka Raya berbahaya; Banjarbaru PM2.5 389,4 μg/m³ (ambang 250,5). Gangguan Aktivitas : Sekolah Pontianak & Banjarbaru daring; Bandara Singkawang tutup total (21/8). Lintas Batas : Asap menyebar hingga Sarawak, Malaysia. [PROYEKSI DAMPAK LINGKUNGAN] BNPB memperkirakan puncak musim karhutla baru tiba September. Selama El Niño bertahan, luas lahan terbakar berpotensi bertambah, dan kabut asap dikhawatirkan meluas hingga mengganggu penerbangan, menambah kasus pernapasan, serta mencoreng citra lingkungan Indonesia di mata negara tetangga. Berulangnya bencana ini tiap musim kemarau juga mempertanyakan efektivitas pencegahan jangka panjang. [ DAFTAR SUMBER BERITA ] 1. BNPB Resmi (20–21 Agustus 2026) : "1.487 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan" 2. Antara News (19 Agustus 2026) : "BMKG: Waspada Kualitas Udara di Banjarbaru Kategori Sangat Tidak Sehat" 3. Kompas.com (20 Agustus 2026) : "Karhutla Hanguskan 10,65 Hektare Lahan di Penajam Paser Utara Kaltim" 4. Liputan6.com (21 Agustus 2026) : "Penampakan Sebaran Titik Panas dari NASA di Kalimantan" 5. Koran Jakarta (21 Agustus 2026) : "Karhutla Kepung Palangka Raya, Kualitas Udara Sempat Tembus Kategori Berbahaya" ARUSMEDIA-Environment ✍🏻 Penulis & Desain : Danzig 💻 Editor & Upload : Nafis/Azry 🗓️ Dipublikasikan : 22 Agustus 2026 Special thanks to : @Danzig 001 @Nafis117 @N4G4NM4TUT1N4 @𝐈𝐳𝕭𝖊𝖗𝖙 @ARUS MEDIA SPORTS #kalimantan #bencananasional #kebakaranhutan #malaysia #elnino

About