@onsubakery: You know you can always count on us for something new. Trust. #onsubakery #london #patisserie #coffee #asianbakery

ONSU
ONSU
Open In TikTok:
Region: GB
Friday 28 August 2026 10:58:07 GMT
868
34
2
1

Music

Download

Comments

lovezae32
Jasmine :
2026-09-03 21:05:47
0
iceinmycup4
IceInMyCup :
😍😍😍
2026-08-28 15:29:03
0
To see more videos from user @onsubakery, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bayangkan sebuah anime yang dengan santai menjiplak Dragon Ball, Naruto, dan One Piece secara terang-terangan, mengejek para pembuatnya, bahkan menyindir perusahaannya sendiri, namun tak pernah sekalipun kena tuntutan hukum. Itulah Gintama, karya Hideaki Sorachi, sang anime yang konon justru ditakuti oleh hak cipta. Lewat karakter utamanya, Gintoki Sakata, serial ini menjadikan parodi sebagai senjata utamanya. Dari jurus khas Dragon Ball hingga plot One Piece, hampir tidak ada anime besar yang lolos dari sindiran jenakanya. Pertanyaannya, bagaimana bisa Gintama begitu kebal? Rahasianya ternyata terletak pada strategi yang cerdik. Alasan pertama dan terkuat: Gintama berada di bawah naungan Shueisha, salah satu penerbit raksasa Jepang lewat Weekly Shonen Jump. Ironisnya, mayoritas anime yang diparodikan Gintama seperti Naruto dan One Piece juga terbit di rumah yang sama. Menuntut Gintama sama saja dengan menuntut diri sendiri, sebuah langkah yang tentu konyol. Alasan kedua, Sorachi sangat berhati-hati. Ia kerap tidak menyebut nama seri yang diparodikan secara langsung, melainkan hanya memelesetkannya sedikit atau memberi petunjuk samar sehingga celah hukum tetap terjaga. Yang tak kalah penting, ia tidak pernah menjelekkan karya lain. Semua sindiran dilakukan murni untuk hiburan dan sebagai bentuk penghormatan. Tentu ada harga yang harus dibayar. Karena leluconnya yang blak-blakan dan rating yang sempat rendah, Gintama pernah digeser ke slot tayang tengah malam. Pada akhirnya, Gintama membuktikan bahwa parodi terbaik lahir bukan dari niat menjatuhkan, melainkan dari rasa cinta yang dalam terhadap dunia yang ia tertawakan. Sebuah kejeniusan yang bersembunyi di balik kekonyolan. Sumber: FandomWire, IMDb, Quora #gintama #gintoki #parody #animeedit
Bayangkan sebuah anime yang dengan santai menjiplak Dragon Ball, Naruto, dan One Piece secara terang-terangan, mengejek para pembuatnya, bahkan menyindir perusahaannya sendiri, namun tak pernah sekalipun kena tuntutan hukum. Itulah Gintama, karya Hideaki Sorachi, sang anime yang konon justru ditakuti oleh hak cipta. Lewat karakter utamanya, Gintoki Sakata, serial ini menjadikan parodi sebagai senjata utamanya. Dari jurus khas Dragon Ball hingga plot One Piece, hampir tidak ada anime besar yang lolos dari sindiran jenakanya. Pertanyaannya, bagaimana bisa Gintama begitu kebal? Rahasianya ternyata terletak pada strategi yang cerdik. Alasan pertama dan terkuat: Gintama berada di bawah naungan Shueisha, salah satu penerbit raksasa Jepang lewat Weekly Shonen Jump. Ironisnya, mayoritas anime yang diparodikan Gintama seperti Naruto dan One Piece juga terbit di rumah yang sama. Menuntut Gintama sama saja dengan menuntut diri sendiri, sebuah langkah yang tentu konyol. Alasan kedua, Sorachi sangat berhati-hati. Ia kerap tidak menyebut nama seri yang diparodikan secara langsung, melainkan hanya memelesetkannya sedikit atau memberi petunjuk samar sehingga celah hukum tetap terjaga. Yang tak kalah penting, ia tidak pernah menjelekkan karya lain. Semua sindiran dilakukan murni untuk hiburan dan sebagai bentuk penghormatan. Tentu ada harga yang harus dibayar. Karena leluconnya yang blak-blakan dan rating yang sempat rendah, Gintama pernah digeser ke slot tayang tengah malam. Pada akhirnya, Gintama membuktikan bahwa parodi terbaik lahir bukan dari niat menjatuhkan, melainkan dari rasa cinta yang dalam terhadap dunia yang ia tertawakan. Sebuah kejeniusan yang bersembunyi di balik kekonyolan. Sumber: FandomWire, IMDb, Quora #gintama #gintoki #parody #animeedit

About