@kapuasraya.id: Panglima Jilah menyampaikan keluhan masyarakat peladang di Kalimantan Barat kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia mengatakan peladang kerap dituding sebagai penyebab kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Menurut Panglima Jilah, karhutla merupakan persoalan yang sudah berulang terjadi di Kalimantan Barat. Namun, tudingan terhadap peladang dinilainya tidak selalu tepat. “Peladang itu disalahkan,” kata Panglima Jilah saat konferensi pers usai bertemu Presiden Prabowo. Ia mengatakan aktivitas berladang masyarakat kerap berlangsung pada waktu yang berdekatan dengan aktivitas perkebunan. Kondisi itu, menurut dia, membuat peladang ikut dituding sebagai sumber asap. “Peladang itu dengan perkebunan kadang-kadang bersamaan waktunya. Akhirnya peladang yang disalahkan,” ujarnya. Panglima Jilah menjelaskan bahwa masyarakat yang berladang secara tradisional tidak memilih lahan gambut. Mereka, kata dia, berladang di lahan mineral. “Orang berladang tidak di lahan gambut. Orang berladang itu di lahan mineral,” katanya. Karena itu, ia meminta tudingan terhadap peladang tidak dilakukan tanpa memahami bagaimana masyarakat menjalankan aktivitas berladang. “Orang-orang yang nggak tahu bagaimana berladang, bagaimana kehidupan kami di sana, akhirnya menuduh peladang yang menjadi sumber asap,” ujarnya. Panglima Jilah juga mempertanyakan anggapan bahwa masyarakat peladang menjadi sumber utama asap karhutla. Menurut dia, masyarakat tidak akan memilih lahan gambut sebagai tempat menanam padi. “Orang berladang nggak akan mungkin mau nanam padinya ke tempat yang gambut-gambut. Itu saja logikanya,” kata dia.

kapuasraya.id
kapuasraya.id
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 28 August 2026 16:32:57 GMT
118991
5518
137
209

Music

Download

Comments

musbinraiman
Mus Bin Raiman :
ini loh yg katanya panglima jilah tidak pernh bersuara. sekali bersuara orang pusat di temui. gak prlu koar koar dijalan
2026-08-28 23:19:30
149
kelalawar.malam295
MR.Dodot :
btul kmi dayak klo brladang dri dlu gkprnah beladang di lahan gambut padi gk bisa tumbuh.
2026-08-28 22:51:59
42
ro_gilll
Rogill :
panggil leluhur dong turunkan hujan
2026-08-29 02:27:09
3
safebfay
safebfay :
klo sllu menyalahkan org dayak, , dan khususnya peladang... mending jauhii saja indonesia...kita harus mandiri bg pj
2026-08-28 17:41:42
35
fulcrum_eot
Rocketman :
Narasi ini terus yg di bangun, salah orang yg di undang. karena mereka yg bakar lahan untuk tanam sawit berlindung di balik Perda bakar hutan untuk ladang. Praktiknya di lapangan tidak seperti yg di omongkan orang satu ini. Coba undang yg bisa paparkan data, berapa banyak warga yg punya lahan luas bakar hutan bukan untuk ladang tapi untuk kebun sawit, Perda cuma untuk tameng mereka dan merugikan para petani ladang yg betul2 untuk tanam padi.
2026-08-29 01:21:06
5
ws12sf
kuala sapo :
mreka berladang sawit Skrang bossku, bnyak Skrang yg mau nanam sawit pribadi trus dibakar biar hemat, oknum sperti itu yg harus dikeluarkan dari kategori peladang untuk padi
2026-08-28 18:09:58
15
ikiyyy094
ikiyyy :
klw awak yg bakar asap Nye cmn kenak awak gak malsah ,,, ini awak bakar2 di musim kemarau kite semua yg kenak logikanya wak
2026-08-29 00:38:12
2
fasa_choir
f@s@_cho!r :
kabupaten melawi tidak ada lahan gambut, tapi kebakaran tiap hari...
2026-08-28 23:37:34
5
kritikussosial
Kritikus Sosial :
YA BUKAN BELADANG YANG BAKAR HUTAN TETAPI YANG NANAM SAWIT DI TANAH GAMBUT HUTAN DI BAKAR SAMA MEREKA
2026-08-29 00:03:00
4
adrianpabayo
ADRIAN PABAYO :
Panglima Jilah pemimpin yang hebat
2026-08-28 18:09:57
8
sarakai0354
Arbaentj boleng99 :
inti nya pak stop perluasan perkebunan sawit di Kalimantan, karena merekalah lh yang membuat dampak kabut asap ini sehingga masyakarat kecil yang kena dampaknya
2026-08-29 00:43:22
2
andi_y01
Platinum packaging pnk :
sawit sawit
2026-08-28 23:30:43
1
penyakar_alam
Penyakar ALAM :
Nah ini cerdas , pemahaman dia bagus . Mana ada petani tanam di lahan asam
2026-08-29 01:11:26
1
rivaldo5316
rivaldo5316 :
orang Dayak hidup udah ribuan tahun di tanah Borneo gak pernah memakai lahan gambut untuk beladang
2026-08-28 19:08:13
5
jalal8377
elang borneo :
sampai jg panglima ke presiden,, jgn cuma saya dapat laporan,, ini sangat berbahaya
2026-08-29 01:06:06
1
nurhafiza003
NH Massage :
tahun ini paling parah, kalian bayangkan jika tidak ada medsos sampai kapan kami akan menghirup udara yang berasap 🥺🥺
2026-08-29 02:26:27
0
r.istiyanto
R Istiyanto :
betul padi ngga bisa tumbuh di lahan gambut , tapi berkebun di lahan gambut itu orang yang tanam sawit.😀 hasilnya lebih besar daripada padi😀😀😀
2026-08-29 00:11:55
1
jonnibanjarnahor6
Jonni Banjarnahor :
yg kebanyakan terbakar malah yg d pinggir jalan yg kosong.. dan di dekat perumahan
2026-08-29 00:29:27
0
bintang777_8
🌟🌟🌟 🌟 🌟🌟🌟 :
bukan begitu konsepnya, tidak ad yg melarang warga berladang yg di larang tuh membakar hutan, tiap hari orang kampung buka lahan dgn cara membakar, harusnya parah tokoh ikut menghimbau utk melestarikan hutan, kalau lagi ad bencana asap ya ya sabar dlu lah bakar ladang tuh, klu statemen gaya gini ya cari panggung lah, seperti tokoh politik juga ujungnya.
2026-08-29 02:10:24
1
user302627272526
user302627272526 :
Kami orang Dayak, bedang itu tradisi turun-temurun. itu bagian dari ketahanan pangan, sangat jarang terlihat di televisi orang Dayak mati kelaparan.
2026-08-28 23:58:54
2
bg.john90
bg.john90 :
Mantap panglima🔥🔥🔥 semoga benamg merahnya klihatan
2026-08-29 01:11:11
1
syarif.kasim.born
Syarif Kasim Borneo :
salut sama Panglima Jilah, mainan nya istana kepresidenan, bukan koar koar di jalanan
2026-08-28 23:47:39
1
doropangareto
WANDO :
Terima kasih buat Bang Pangalima jilah sudah bersuara untuk kita masyarakat Dayak maupun mewakili suku melayu yg juga berladang..
2026-08-28 23:43:06
2
arifspy818
Maktab NanHa 1857 :
belum pernah sejarah peladang bakar gambut sebab peladang umumnya berada di dataran tinggi seharusnya perusahaan yang di tangkap sebab peladang bakar lahan di stur mana ada peladang di musim panas
2026-08-29 01:32:43
2
kopipahit5606
kopipahit :
asap pabrik sawit dan limbahnya mencemari sungai....
2026-08-28 18:13:44
2
To see more videos from user @kapuasraya.id, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About