Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@bbsala14:
Salimata TAMBADOU
Open In TikTok:
Region: FR
Friday 28 August 2026 17:54:08 GMT
1141
85
9
5
Music
Download
No Watermark .mp4 (
13.84MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
13.84MB
)
Watermark .mp4 (
14.2MB
)
Music .mp3
Comments
mmethm :
👏🏽
2026-08-29 00:44:51
0
mmethm :
❤️
2026-08-29 00:43:52
0
émotion foutball 🌍Barça a vie :
sallahou Allah mouhamd
2026-08-28 18:46:29
1
sallsouleymane :
❤️❤️❤️
2026-08-29 06:39:14
0
poulo dia :
💚💚💚
2026-08-28 19:16:58
0
f b c 0 7walo Diallo 🇸🇳🇪🇸 :
❤️❤️❤️
2026-08-29 07:19:21
0
To see more videos from user @bbsala14, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
If we combine hands together we can make a difference and easy the Ramadan period for believers kindly WhatsApp us on +256763694427 for aid for as low as 30$ a change can be made #egypt🇪🇬 #turkey #dubai🇦🇪 #richpeople @albertocascio08 @Kara Richards - Author @Eric Richard @✨🩷Shin🩷✨ @🖤🩶fifi🩶🖤 @Anain Lazzari @Beth B @mr.thank_you
have a holly jolly christmas🤍❄️ #christmaseve #christmasaesthetic #pinterestaesthetic #decemberaesthetic #scandinavianstyle #scandichristmas #norway #scandigirl #christmasevening #snowychristmas #christmasdinnertable #winterdays #christmas #fyp #foryoupage
Malam itu, jalan setapak di pinggir kampung tampak lebih sunyi dari biasanya. Kabut tipis menyelimuti tanah yang basah setelah hujan sore. Di bawah pohon beringin tua yang sudah lama dianggap angker oleh warga, terdengar suara tangisan pelan yang terbawa angin. Konon, tidak ada seorang pun yang berani melewati tempat itu sendirian setelah tengah malam. Namun, berbeda dengan pemuda bernama Arga. Ia justru melangkah mantap menyusuri jalan tersebut dengan senter kecil di tangannya. Tiba-tiba, sosok perempuan bergaun putih melayang turun dari dahan beringin. Rambut hitamnya menjuntai panjang, kulitnya pucat, dan matanya menatap tajam ke arah Arga. Biasanya, siapa pun yang melihat penampakan itu akan lari terbirit-birit. Namun Arga hanya menghela napas panjang. Tiba-tiba, terdengar suara tawa lirih dari atas pohon beringin. "Hehehe..." Arga menghentikan langkahnya dan mendongak. "Manusia..." bisiknya. Biasanya, orang-orang akan berlari ketakutan saat melihat sosok seperti itu. Namun Arga hanya mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya, lalu menatap kuntilanak itu. "Oh, kamu." Kuntilanak itu berkedip. "Oh, kamu?" ulangnya bingung. Ia lalu mendekat sambil memperlihatkan senyum menyeramkan. "Aku ini kuntilanak! Tidakkah kamu takut?" Arga menggeleng. "Tidak." Kuntilanak itu mulai kesal. Ia terbang mengitari Arga, membuat angin malam bertiup kencang. "Aku bisa membuat orang pingsan karena ketakutan!" "Bagus." "Aku bisa muncul di jendela rumah!" "Oh." "Aku juga bisa tertawa tengah malam!" Arga mengangguk pelan. "Suaramu lumayan merdu." Kuntilanak itu terdiam. Belum pernah ada manusia yang bereaksi seperti ini. Dengan kesal, ia melayang tepat di depan Arga. "Kalau begitu, apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tantangnya. Arga berpikir sejenak. "Lagi pula sudah malam..." katanya. Kuntilanak itu tersenyum puas. "Nah, sekarang kamu takut, kan?" Arga menggeleng. "Bukan. Aku cuma berpikir..." Arga menatap kuntilanak itu dari ujung rambut sampai gaunnya. "...daripada kamu sendirian terus di sini, bagaimana kalau ikut pulang ke rumah?" Kuntilanak membeku di udara. "Apa?" "Rumahku cukup besar. Ada kamar kosong." Wajah kuntilanak yang semula menyeramkan berubah panik. "T-tidak usah!" "Kenapa?" "Aku... aku lebih nyaman di sini." "Kasihan. Kamu bilang kesepian." Kuntilanak mundur beberapa langkah di udara. "Tapi bukan berarti aku mau ikut manusia pulang!" Arga tetap terlihat tenang. "Ibuku juga senang kalau ada tamu." Kuntilanak membelalakkan mata. "Ibumu?" "Iya. Mungkin nanti kamu ditanya sudah makan atau belum." Wajah pucat kuntilanak mendadak semakin pucat. "Tidak! Jangan!" "Kalau belum makan, biasanya beliau memasak banyak." "Aku tidak bisa makan rendang!" "Kalau begitu mungkin dibuatkan sayur." "Tidak! Aku tidak mau diperkenalkan dengan keluargamu!" Arga mengernyit. "Kenapa? Bukannya kamu kesepian?" "Itu bukan masalahnya!" seru kuntilanak panik. "Aku tidak tahu cara bersosialisasi dengan manusia!" Arga menggaruk kepala. "Jadi kamu takut?" "Aku bukan takut!" bantahnya cepat. Arga tersenyum tipis. "Kamu gemetar." Kuntilanak langsung menyembunyikan tangannya di balik gaun. "Itu karena udara dingin!" "Kamu mundur terus." "Itu... itu kebetulan!" Arga melangkah satu langkah mendekat. "Ayo, ikut." Kuntilanak langsung melayang tinggi ke atas pohon beringin. "Tidak mau!" Arga menatap ke atas. "Kenapa?" Kuntilanak menunduk dengan wajah gelisah. "Aku lebih takut dibawa pulang oleh manusia sepertimu daripada menakut-nakuti satu kampung," katanya pelan. Arga tertawa kecil. Untuk pertama kalinya dalam ratusan tahun, mungkin ada kuntilanak yang ketakutan bukan karena diusir, melainkan karena diajak tinggal bersama manusia. Sejak malam itu, setiap Arga melewati jalan setapak di bawah pohon beringin, kuntilanak itu selalu bertanya dengan cemas. "Kamu tidak sedang mengajakku pulang, kan?" Arga hanya tersenyum. "Tergantung." Kuntilanak langsung terbang naik ke dahan tertinnggi takut dibawa pulang.
भोटेकोशी बाढीले रसुवागढी, नुवाकोट, धादिङ क्षेत्रमा ठूलो विपत्ति निम्त्याएको यस कठिन घडीमा हाम्रो टिम सहयोग वितरणका लागि नुवाकोट पुगिसकेको छ। हामी पनि छिट्टै त्यहीँ उपस्थित भएर सहयोग वितरण अभियानमा सहभागी हुनेछौ। यस दुःखद घडीमा प्रभावित परिवारहरूप्रति हार्दिक समवेदना व्यक्त गर्दै, सबैलाई सक्दो सहयोग र प्रार्थनामा साथ दिन अनुरोध गर्दछु। 🙏 #rasuwagadhi #FloodRelief #staysafeeveryone
bou lèen ko fattè di gnianal waay 🙏🙏❤️#ia #motivacion #creatorsearchinsights #pourtoi #viralvideos @Babs &Lamzo 🤩 @la patriote🇸🇳
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy