@tramwbear_63: “Tỉnh dậy sau đống đổ nát…” #acmongdep #datg #tramwbear

TRẠM w/ BEAR
TRẠM w/ BEAR
Open In TikTok:
Region: VN
Saturday 29 August 2026 04:00:00 GMT
38781
2807
0
152

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @tramwbear_63, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kampung Bena adalah salah satu kampung adat tertua dan paling terkenal di Pulau Flores, terletak di kaki Gunung Inerie, sekitar 19 kilometer dari Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kampung ini merupakan simbol kuat dari identitas budaya masyarakat suku Ngada, yang masih memegang teguh tradisi nenek moyang hingga saat ini. Ciri Khas Kampung Bena: Arsitektur Tradisional: Rumah-rumah adat di Kampung Bena tersusun memanjang mengikuti kontur bukit dan menghadap ke tengah, di mana terdapat ngadhu (tiang simbol leluhur laki-laki) dan bhaga (rumah kecil simbol leluhur perempuan). Atap rumah terbuat dari alang-alang dan dinding dari kayu, menggambarkan kekuatan dan kesederhanaan. Struktur Sosial Leluhur: Kampung ini dihuni oleh sekitar 9 suku utama, seperti suku Dizi, Deru, dan Bena. Setiap suku memiliki ngadhu dan bhaga masing-masing sebagai representasi leluhur mereka, dan area ini menjadi pusat upacara adat. Budaya Megalitikum: Di tengah kampung, banyak terdapat batu-batu megalitikum yang digunakan sebagai altar persembahan atau tempat ritual adat. Ini menunjukkan bahwa tradisi megalitik masih hidup dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bena. Pemandangan Alam: Karena berada di dataran tinggi dan dekat Gunung Inerie, Kampung Bena menyuguhkan pemandangan spektakuler ke arah pegunungan, lembah hijau, dan Laut Sawu di kejauhan. Aktivitas Wisata Budaya: Wisatawan yang datang dapat melihat langsung kegiatan tenun ikat, mendengar cerita tentang mitos leluhur, hingga merasakan atmosfer sakral dalam kampung. Pengunjung diharapkan menghormati adat, termasuk aturan berpakaian sopan dan tidak mengganggu area keramat. Makna Kampung Bena: Lebih dari sekadar destinasi wisata, Kampung Bena adalah museum hidup yang memelihara warisan leluhur Flores. Keberadaannya penting sebagai pengingat bahwa kearifan lokal dan spiritualitas masyarakat adat masih sangat relevan di tengah perubahan zaman.
Kampung Bena adalah salah satu kampung adat tertua dan paling terkenal di Pulau Flores, terletak di kaki Gunung Inerie, sekitar 19 kilometer dari Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kampung ini merupakan simbol kuat dari identitas budaya masyarakat suku Ngada, yang masih memegang teguh tradisi nenek moyang hingga saat ini. Ciri Khas Kampung Bena: Arsitektur Tradisional: Rumah-rumah adat di Kampung Bena tersusun memanjang mengikuti kontur bukit dan menghadap ke tengah, di mana terdapat ngadhu (tiang simbol leluhur laki-laki) dan bhaga (rumah kecil simbol leluhur perempuan). Atap rumah terbuat dari alang-alang dan dinding dari kayu, menggambarkan kekuatan dan kesederhanaan. Struktur Sosial Leluhur: Kampung ini dihuni oleh sekitar 9 suku utama, seperti suku Dizi, Deru, dan Bena. Setiap suku memiliki ngadhu dan bhaga masing-masing sebagai representasi leluhur mereka, dan area ini menjadi pusat upacara adat. Budaya Megalitikum: Di tengah kampung, banyak terdapat batu-batu megalitikum yang digunakan sebagai altar persembahan atau tempat ritual adat. Ini menunjukkan bahwa tradisi megalitik masih hidup dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bena. Pemandangan Alam: Karena berada di dataran tinggi dan dekat Gunung Inerie, Kampung Bena menyuguhkan pemandangan spektakuler ke arah pegunungan, lembah hijau, dan Laut Sawu di kejauhan. Aktivitas Wisata Budaya: Wisatawan yang datang dapat melihat langsung kegiatan tenun ikat, mendengar cerita tentang mitos leluhur, hingga merasakan atmosfer sakral dalam kampung. Pengunjung diharapkan menghormati adat, termasuk aturan berpakaian sopan dan tidak mengganggu area keramat. Makna Kampung Bena: Lebih dari sekadar destinasi wisata, Kampung Bena adalah museum hidup yang memelihara warisan leluhur Flores. Keberadaannya penting sebagai pengingat bahwa kearifan lokal dan spiritualitas masyarakat adat masih sangat relevan di tengah perubahan zaman.

About