@aljanobe15:

عبادي العمري 💙🕺🏻
عبادي العمري 💙🕺🏻
Open In TikTok:
Region: SA
Friday 28 August 2026 23:20:07 GMT
62
4
0
2

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @aljanobe15, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#POV 5 | 'How to win his heart'  Pagi ini, suasana lounge maskapai terasa tenang dengan aroma kopi yang menguar di udara dan gumaman rendah para pelancong. Di tengah kemewahan kursi beludru yang nyaman, kamu duduk termenung, menatap nanar sebuah tiket pesawat yang tergenggam di tanganmu. Tujuan penerbangan, Melbourne, Australia. Kamu menghela napas panjang, mencoba membuang sisa-sisa sesak yang tertinggal dari kejadian di lapangan basket kemarin sore. Rencanamu memang untuk membuatnya terusik, tapi kamu tidak pernah mengira Heeseung akan sampai melontarkan kata-kata sejahat itu.
#POV 5 | 'How to win his heart' Pagi ini, suasana lounge maskapai terasa tenang dengan aroma kopi yang menguar di udara dan gumaman rendah para pelancong. Di tengah kemewahan kursi beludru yang nyaman, kamu duduk termenung, menatap nanar sebuah tiket pesawat yang tergenggam di tanganmu. Tujuan penerbangan, Melbourne, Australia. Kamu menghela napas panjang, mencoba membuang sisa-sisa sesak yang tertinggal dari kejadian di lapangan basket kemarin sore. Rencanamu memang untuk membuatnya terusik, tapi kamu tidak pernah mengira Heeseung akan sampai melontarkan kata-kata sejahat itu. "Gue udah bikin dia meledak. Sisanya, gue bergantung sama takdir," gumam mu pelan, seolah sedang meyakinkan dirimu sendiri. Kamu menyandarkan kepala, membiarkan matamu menatap jadwal keberangkatan yang terpampang di layar besar. Tepat di bulan ketiga ini, kamu memutuskan untuk benar-benar melakukan apa yang dia minta, enyah dari pandangannya. Tapi bukan untuk menyerah, melainkan untuk memulai babak terakhir yang paling berisiko. Jika ketidakhadiran mu tidak sanggup mengetuk hatinya, maka setidaknya kamu pergi dengan harga diri yang masih utuh. Kamu sudah memberikan segalanya—waktu, perhatian, hingga ciuman pertamamu. Sekarang, biarlah jarak ribuan kilometer yang membuktikan apakah Lee Heeseung benar-benar muak, atau justru mulai tersiksa oleh keheningan yang kamu tinggalkan. "Selamat tinggal untuk sementara, Kak," bisikmu saat suara pengumuman boarding mulai menggema. Sementara itu, ritme hidup Lee Heeseung di kantor tak lagi berjalan semulus biasanya. Sejak insiden di lapangan basket—saat kata-kata tajamnya menyuruhmu enyah dari dunia ini meluncur tanpa kendali—Heeseung seolah kehilangan kompas fokusnya. Di meja kerja yang biasanya rapi, tumpukan kertas kini berserakan. Ia berulang kali merobek kertas, mencoretnya dengan kasar, lalu meremasnya hingga membentuk bola-bola sampah yang memenuhi sudut ruangan. Wajahnya menunjukkan kekesalan yang amat sangat, bukan pada pekerjaan, melainkan pada dirinya sendiri. "Aihhhhh, gue mikir apaan sih?!" gerutunya frustrasi, mengacak rambutnya hingga berantakan. "Tindakan gue udah bener. Ya, gue yakin kalau gue udah bener. Dia emang harus dikasih pelajaran supaya nggak lancang." Namun, egonya tak sejalan dengan instingnya. Saat berada di kampus, ia tanpa sadar sering celingukan. Matanya secara otomatis memindai sudut-sudut bangunan, menoleh ke arah pintu setiap kali ada mahasiswi lewat, seolah sedang mencari kehadiran seseorang yang biasanya selalu ada di sana. Heeseung sendiri tidak menyadari bahwa ia sedang merindukan 'gangguan' itu. Di lapangan basket, keadaan makin parah. Tidak ada lagi tangan yang menyodorkan air mineral dingin tepat waktu. Tidak ada lagi sapu tangan wangi yang siap menyeka keringat di rahangnya. Keheningan di pinggir lapangan terasa mencekik. "Hee, lo kenapa sih? Dari tadi nggak fokus banget mainnya. Operan lo berantakan semua," tegur Sunghoon sambil mengatur napas di pinggir lapangan. Heeseung terduduk lesu di bangku pemain, menumpu kepalanya dengan kedua tangan. "Gue juga nggak tahu. Ada yang salah sama otak gue kayaknya." Ia mendongak, menatap langit-langit gedung olahraga dengan tatapan kosong. "Nama cewek gila itu... muter-muter terus di sini, bikin gue pusing." Sunghoon menghela napas panjang, menatap sahabatnya dengan tatapan menghakimi. "Kalau boleh jujur, tindakan lo waktu itu—omongan lo emang keterlaluan sih. Parah banget malah. Gue yang denger aja sakit hati, apalagi dia." Rasa sesak yang menghimpit dada Heeseung kian menjadi ketika ponsel di atas meja kerjanya bergetar. Sebuah nama muncul di layar—wanita yang tempo hari memberinya tamparan pedas di tengah lapangan. Dengan ragu, Heeseung menggeser tombol hijau, bersiap untuk makian lainnya. Namun, bukan makian yang ia terima. +💬⬇️ #heeseung #heeseungenhypen #enhypenedit #enhypen

About