@wiinworld: ❗️FLASH WARNING❗️ #fw #wallpaper

WIINWORLD
WIINWORLD
Open In TikTok:
Region: HN
Friday 28 August 2026 23:32:05 GMT
33663
1460
18
268

Music

Download

Comments

louisharveybetyl
Louis :
Le bro il veut qu’on fasse une crise d’épilepsie
2026-08-29 00:43:27
1
user36860162170801
user36860162170801 :
ayi Gecho & Ayi say again
2026-08-29 17:54:28
0
user4154531198119
Ванчик Планчик :
🖤🖤🖤🖤
2026-08-29 17:22:14
0
volviafreejj
. :
a quien le salió en la noche
2026-08-29 03:07:48
0
user7373416199455
ヤシャグサ :
目が痛い
2026-08-29 02:23:37
0
austin.ros.garcia
Austin Ríos garcia :
😁😁😁
2026-08-29 01:32:41
0
5august43
paketik :
1
2026-08-28 23:40:09
0
brianpimo
brian🦖 :
me dego siego
2026-08-29 01:05:10
0
this.man662
This man :
2026-08-29 00:19:21
0
awesdrew
user1729071938696 :
How many wallpapers per second is this?
2026-08-28 23:47:26
0
To see more videos from user @wiinworld, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : “Lo punya utang sama nyokap gue, dan gue gamau tau. Lo bayar sekarang!” ucap pria berkulit putih dan jangkung itu tanpa memasang ekspresi ramah sedikit pun padamu. Kamu yang sejak tadi cuma berdiri mematung di depannya langsung mengerutkan kening, berusaha mengingat-ingat siapa sebenarnya pria menyebalkan yang tiba-tiba menghadang langkahmu sepulang sekolah itu. Tanpa sadar pikiranmu langsung tertuju pada kejadian beberapa hari yang lalu, tepatnya saat kamu dan temanmu sedang berada di stasiun kereta api, lalu baru menyadari kalau dompet kalian berdua tertinggal di rumah. Karena tidak punya uang sama sekali untuk membeli minuman, kamu akhirnya memberanikan diri meminta bantuan kepada seorang ibu-ibu yang kebetulan duduk tidak jauh darimu. Ibu itu bukannya marah atau mengusirmu, malah tersenyum ramah sambil memberikan sejumlah uang, bahkan ketika kamu berniat mengembalikannya, wanita itu langsung menggeleng. Katanya, uang itu tidak perlu diganti karena jumlahnya juga tidak seberapa dan sekalian saja digunakan untuk membeli cemilan. Yang tidak kamu ketahui, ternyata kejadian itu sempat dilihat oleh anak laki-laki ibu tersebut. Dan sekarang, anak laki-laki itu berdiri tepat di hadapanmu dengan wajah datar seperti sedang menagih utang jutaan rupiah. “Utang apa?” tanyamu akhirnya, masih tidak percaya. Keonho mendengus pelan, kemudian mengeluarkan dompet dari saku jaket hitamnya sebelum mengambil beberapa lembar uang dan memperlihatkannya di depan wajahmu. “Uang yang dikasih nyokap gue waktu di stasiun.” ucap Keonho santai Kamu langsung membelalakkan mata. “Lah, itu? Bukannya kata ibu lo nggak usah diganti?” ucapmu  “Nyokap gue yang bilang nggak usah.” “Nah, terus?” tanyamu “Gue yang bilang harus diganti.” ucap Keonho sambil menyilangkan tangan di dada Kamu menatapnya beberapa detik dengan ekspresi tidak percaya, sampai akhirnya tanganmu terangkat untuk menunjuk wajahnya. “Lo aneh.” Keonho langsung menaikkan alis. “Gue aneh?” “Iya. Nyokap lo aja ikhlas, kenapa lo yang ribet?” ucapmu terus terang. Keonho maju mendekat dan mensejajarkan wajahnya padamu. “Karena gue nggak suka orang punya utang sama keluarga gue.” “Yaudah, gue bayar nanti.” katamu setengah kesal “Sekarang.”  “Gue nggak punya uang.” ucapmu “Bukan urusan gue.” Kamu menghela napas panjang, lalu melihat isi dompetmu yang memang cuma berisi beberapa lembar uang receh. Bahkan kalau seluruhnya diberikan kepada Keonho, jumlahnya belum tentu cukup untuk membeli minuman di kantin. “Gue serius nggak punya.” ucapmu lagi sambil memasang mimik wajah sok imut padanya  Keonho terdiam sebentar, lalu tatapannya turun dari wajahmu sampai ke tas sekolah yang sedang kamu pegang. Senyum tipis tiba-tiba muncul di sudut bibirnya. “Kalau gitu, ada cara lain.” ucapnya tiba-tiba dan entah kenapa mendengar kalimat itu justru membuat firasatmu memburuk. “Cara apa?” tanyamu penasaran. “Lo kerja buat gue.” “HAH?” •• Sejak hari itu, hidupmu yang awalnya biasa-biasa saja mendadak berubah menjadi sesuatu yang bahkan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Kamu tidak harus membayar uang tersebut dengan uang. Keonho memberimu pilihan untuk menggantinya dengan membantu dirinya dan teman-temannya melakukan berbagai macam pekerjaan kecil sampai menurutnya utangmu lunas. Masalahnya, definisi “pekerjaan kecil” menurut Keonho ternyata sangat berbeda dengan definisimu. Hari pertama, kamu disuruh membelikan minuman. Hari kedua, kamu diminta mengambil jaket Keonho yang tertinggal di kelas. Hari ketiga, kamu harus membantu membawa beberapa barang milik anak-anak geng motor itu. Dan hari keempat, kamu bahkan disuruh membersihkan meja di tempat mereka biasa berkumpul. “Gue ini pembantu lo?” gerutumu sambil meletakkan beberapa botol minuman di atas meja. Keonho yang sedang duduk santai bersama teman-temannya hanya melirik sekilas. “Babu.” Kamu langsung menoleh cepat. “Apaan?!” “Babu gue.” “Gue bukan babu!” teriakmu penuh emosi. Berdasarkan kisah nyata. #keonho #sunghoon #pov #enhypenpov #cortispov
POV : “Lo punya utang sama nyokap gue, dan gue gamau tau. Lo bayar sekarang!” ucap pria berkulit putih dan jangkung itu tanpa memasang ekspresi ramah sedikit pun padamu. Kamu yang sejak tadi cuma berdiri mematung di depannya langsung mengerutkan kening, berusaha mengingat-ingat siapa sebenarnya pria menyebalkan yang tiba-tiba menghadang langkahmu sepulang sekolah itu. Tanpa sadar pikiranmu langsung tertuju pada kejadian beberapa hari yang lalu, tepatnya saat kamu dan temanmu sedang berada di stasiun kereta api, lalu baru menyadari kalau dompet kalian berdua tertinggal di rumah. Karena tidak punya uang sama sekali untuk membeli minuman, kamu akhirnya memberanikan diri meminta bantuan kepada seorang ibu-ibu yang kebetulan duduk tidak jauh darimu. Ibu itu bukannya marah atau mengusirmu, malah tersenyum ramah sambil memberikan sejumlah uang, bahkan ketika kamu berniat mengembalikannya, wanita itu langsung menggeleng. Katanya, uang itu tidak perlu diganti karena jumlahnya juga tidak seberapa dan sekalian saja digunakan untuk membeli cemilan. Yang tidak kamu ketahui, ternyata kejadian itu sempat dilihat oleh anak laki-laki ibu tersebut. Dan sekarang, anak laki-laki itu berdiri tepat di hadapanmu dengan wajah datar seperti sedang menagih utang jutaan rupiah. “Utang apa?” tanyamu akhirnya, masih tidak percaya. Keonho mendengus pelan, kemudian mengeluarkan dompet dari saku jaket hitamnya sebelum mengambil beberapa lembar uang dan memperlihatkannya di depan wajahmu. “Uang yang dikasih nyokap gue waktu di stasiun.” ucap Keonho santai Kamu langsung membelalakkan mata. “Lah, itu? Bukannya kata ibu lo nggak usah diganti?” ucapmu “Nyokap gue yang bilang nggak usah.” “Nah, terus?” tanyamu “Gue yang bilang harus diganti.” ucap Keonho sambil menyilangkan tangan di dada Kamu menatapnya beberapa detik dengan ekspresi tidak percaya, sampai akhirnya tanganmu terangkat untuk menunjuk wajahnya. “Lo aneh.” Keonho langsung menaikkan alis. “Gue aneh?” “Iya. Nyokap lo aja ikhlas, kenapa lo yang ribet?” ucapmu terus terang. Keonho maju mendekat dan mensejajarkan wajahnya padamu. “Karena gue nggak suka orang punya utang sama keluarga gue.” “Yaudah, gue bayar nanti.” katamu setengah kesal “Sekarang.” “Gue nggak punya uang.” ucapmu “Bukan urusan gue.” Kamu menghela napas panjang, lalu melihat isi dompetmu yang memang cuma berisi beberapa lembar uang receh. Bahkan kalau seluruhnya diberikan kepada Keonho, jumlahnya belum tentu cukup untuk membeli minuman di kantin. “Gue serius nggak punya.” ucapmu lagi sambil memasang mimik wajah sok imut padanya Keonho terdiam sebentar, lalu tatapannya turun dari wajahmu sampai ke tas sekolah yang sedang kamu pegang. Senyum tipis tiba-tiba muncul di sudut bibirnya. “Kalau gitu, ada cara lain.” ucapnya tiba-tiba dan entah kenapa mendengar kalimat itu justru membuat firasatmu memburuk. “Cara apa?” tanyamu penasaran. “Lo kerja buat gue.” “HAH?” •• Sejak hari itu, hidupmu yang awalnya biasa-biasa saja mendadak berubah menjadi sesuatu yang bahkan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Kamu tidak harus membayar uang tersebut dengan uang. Keonho memberimu pilihan untuk menggantinya dengan membantu dirinya dan teman-temannya melakukan berbagai macam pekerjaan kecil sampai menurutnya utangmu lunas. Masalahnya, definisi “pekerjaan kecil” menurut Keonho ternyata sangat berbeda dengan definisimu. Hari pertama, kamu disuruh membelikan minuman. Hari kedua, kamu diminta mengambil jaket Keonho yang tertinggal di kelas. Hari ketiga, kamu harus membantu membawa beberapa barang milik anak-anak geng motor itu. Dan hari keempat, kamu bahkan disuruh membersihkan meja di tempat mereka biasa berkumpul. “Gue ini pembantu lo?” gerutumu sambil meletakkan beberapa botol minuman di atas meja. Keonho yang sedang duduk santai bersama teman-temannya hanya melirik sekilas. “Babu.” Kamu langsung menoleh cepat. “Apaan?!” “Babu gue.” “Gue bukan babu!” teriakmu penuh emosi. Berdasarkan kisah nyata. #keonho #sunghoon #pov #enhypenpov #cortispov

About