@raeliishae: Being consistent it literally the hardest part! Take before pictures because you’ll be blown away at how well this red light therapy mask delivers! #redlighttherapy #acnescars #rosaceaskincare

RaeliiShae
RaeliiShae
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 29 August 2026 00:00:07 GMT
98
9
1
0

Music

Download

Comments

healthcoach_ash
AshLyn :
I heard the ones that don’t show the light through the eye holes are actually legit and work! Adding to cart!
2026-08-29 02:48:36
0
To see more videos from user @raeliishae, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Mak, aku kalau makan selalu disuapi pakai tangan Mamak, uh enak kali. Kenapa ya, Mak?” Celetukan polos itu keluar begitu saja di sela-sela kunyahan. Sang ibu hanya tersenyum tipis sambil mengusap pinggir bibir anaknya yang belepotan. “Alah, kamu itu alasan aja biar malas makan sendiri,” sahut ibunya santai, lalu kembali menyendokkan nasi. Anak itu mungkin tidak pernah benar-benar mendapat jawaban ilmiah atas pertanyaannya. Tapi lidahnya tidak pernah bohong. Nasi dan lauk yang sama, ketika berpindah lewat jemari ibunya, selalu punya rasa yang berbeda. Bukan soal bumbu rahasia atau kepandaian memasak. Ini tentang jemari yang sabar menanti saat anak enggan menelan, tangan yang tetap mengusap walau lelah menumpuk seharian, dan doa-doa halus yang tak terdengar di setiap usapan. Itulah Karena Tangan Seorang Ibu Dibasuh dengan Cinta dan Dorongan Kasih Sayang yang Tak Akan Kamu Temukan di Tangan Siapa Pun! 🥺 Sebab bagi seorang ibu, menuapi anak bukan sekadar urusan mengenyangkan perut—tetapi cara paling sederhana untuk menyalurkan seluruh cinta yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata. Selagi suapan itu masih bisa kamu rasakan, dan tangan hangat itu masih bisa kamu genggam, nikmatilah. Jangan tunggu tangan itu melayu dan dingin baru kamu merindukan kehangatannya. Sebab suatu hari nanti, saat meja makan terasa makin sepi, kamu akan menyadari bahwa yang paling kamu rindukan bukanlah kelezatan makanannya—melainkan sentuhan jemari lembutnya yang tak akan pernah bisa digantikan oleh siapa pun di dunia ini. Selagi beliau masih ada, peluklah, nikmati setiap suapannya, dan syukuri setiap detiknya. . . Konten dari TT/ @ lidyatambun77
“Mak, aku kalau makan selalu disuapi pakai tangan Mamak, uh enak kali. Kenapa ya, Mak?” Celetukan polos itu keluar begitu saja di sela-sela kunyahan. Sang ibu hanya tersenyum tipis sambil mengusap pinggir bibir anaknya yang belepotan. “Alah, kamu itu alasan aja biar malas makan sendiri,” sahut ibunya santai, lalu kembali menyendokkan nasi. Anak itu mungkin tidak pernah benar-benar mendapat jawaban ilmiah atas pertanyaannya. Tapi lidahnya tidak pernah bohong. Nasi dan lauk yang sama, ketika berpindah lewat jemari ibunya, selalu punya rasa yang berbeda. Bukan soal bumbu rahasia atau kepandaian memasak. Ini tentang jemari yang sabar menanti saat anak enggan menelan, tangan yang tetap mengusap walau lelah menumpuk seharian, dan doa-doa halus yang tak terdengar di setiap usapan. Itulah Karena Tangan Seorang Ibu Dibasuh dengan Cinta dan Dorongan Kasih Sayang yang Tak Akan Kamu Temukan di Tangan Siapa Pun! 🥺 Sebab bagi seorang ibu, menuapi anak bukan sekadar urusan mengenyangkan perut—tetapi cara paling sederhana untuk menyalurkan seluruh cinta yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata. Selagi suapan itu masih bisa kamu rasakan, dan tangan hangat itu masih bisa kamu genggam, nikmatilah. Jangan tunggu tangan itu melayu dan dingin baru kamu merindukan kehangatannya. Sebab suatu hari nanti, saat meja makan terasa makin sepi, kamu akan menyadari bahwa yang paling kamu rindukan bukanlah kelezatan makanannya—melainkan sentuhan jemari lembutnya yang tak akan pernah bisa digantikan oleh siapa pun di dunia ini. Selagi beliau masih ada, peluklah, nikmati setiap suapannya, dan syukuri setiap detiknya. . . Konten dari TT/ @ lidyatambun77

About