@allidoismissher: Js come back bru 😂😂😣 #sad #ex #fyp #blowup #viral

.
.
Open In TikTok:
Region: CA
Saturday 29 August 2026 00:41:13 GMT
15134
1740
14
174

Music

Download

Comments

j5m3z
james :
if she liked u once it doesn’t stop her from liking h again
2026-09-07 10:21:44
0
jxbbour
viko :
Fr bruh 2nd chances
2026-08-29 02:13:17
1
whatcanidobru
warewhare :
Come back 🫩
2026-09-29 11:21:45
0
keyyyysmasster2
keyyyysmasster2 :
Real
2026-08-29 06:06:32
1
lilskierandbiker
Émole :
Bro delete that
2026-08-29 00:47:10
3
thatsjscoby
coby :
This so lame, focus on the positive side of life
2026-08-29 10:30:06
2
amalgamatedbehemoth
havoc :
Yo bro delete ts.
2026-08-29 22:59:03
2
nathan_lyfts
nathanbenchestortas :
yea you can delete this now
2026-08-29 00:52:08
2
exhaleandsqueeze
𝓢𝓽𝓮𝓵𝓵𝓪 ひ :
can you delete this
2026-08-29 02:42:32
1
To see more videos from user @allidoismissher, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Hari Santri bukan hanya tentang memakai sarung, mengenakan peci, mengibarkan bendera, atau mengikuti berbagai seremoni. Lebih dari itu, Hari Santri adalah momentum untuk kembali bertanya kepada diri sendiri: sudah sejauh mana kita bersungguh-sungguh dalam mengaji dan mengamalkan ilmu? Mbah Maimoen Zubair pernah mengingatkan bahwa ketika berbicara tentang Hari Santri, jangan sampai kita hanya sibuk dengan perayaan, tetapi melupakan jati diri santri yang sesungguhnya, yaitu mengaji dan terus mendalami ilmu agama. Sebagaimana sebuah ungkapan: لَا طَرِيقَ إِلَى اللَّهِ عَلَى وَجْهِ الْحَقِّ إِلَّا بِالْعِلْمِ الشَّرْعِيِّ “Tidak ada jalan menuju Allah dengan cara yang benar kecuali melalui ilmu syariat.” Inilah yang seharusnya menjadi refleksi setiap santri. Sebab, identitas santri bukan sekadar pakaian yang dikenakan atau status yang disandang, melainkan kesungguhannya dalam menuntut ilmu, menjaga adab kepada guru, dan mengamalkan apa yang telah dipelajari. Jangan sampai Hari Santri dirayakan dengan meriah, tetapi semangat mengaji justru semakin melemah. Jangan sampai kita bangga menyebut diri sebagai santri, tetapi semakin jauh dari kitab, majelis ilmu, dan nasihat para guru. Sebab, santri sejati bukan hanya mereka yang merayakan Hari Santri, tetapi mereka yang terus mengaji, menjaga adab, dan menjadikan ilmunya sebagai jalan untuk mendekat kepada Allah. #guskautsar #guskautsarploso #terasgubuk #dawuhterasgubuk #nderekpusatofficial
Hari Santri bukan hanya tentang memakai sarung, mengenakan peci, mengibarkan bendera, atau mengikuti berbagai seremoni. Lebih dari itu, Hari Santri adalah momentum untuk kembali bertanya kepada diri sendiri: sudah sejauh mana kita bersungguh-sungguh dalam mengaji dan mengamalkan ilmu? Mbah Maimoen Zubair pernah mengingatkan bahwa ketika berbicara tentang Hari Santri, jangan sampai kita hanya sibuk dengan perayaan, tetapi melupakan jati diri santri yang sesungguhnya, yaitu mengaji dan terus mendalami ilmu agama. Sebagaimana sebuah ungkapan: لَا طَرِيقَ إِلَى اللَّهِ عَلَى وَجْهِ الْحَقِّ إِلَّا بِالْعِلْمِ الشَّرْعِيِّ “Tidak ada jalan menuju Allah dengan cara yang benar kecuali melalui ilmu syariat.” Inilah yang seharusnya menjadi refleksi setiap santri. Sebab, identitas santri bukan sekadar pakaian yang dikenakan atau status yang disandang, melainkan kesungguhannya dalam menuntut ilmu, menjaga adab kepada guru, dan mengamalkan apa yang telah dipelajari. Jangan sampai Hari Santri dirayakan dengan meriah, tetapi semangat mengaji justru semakin melemah. Jangan sampai kita bangga menyebut diri sebagai santri, tetapi semakin jauh dari kitab, majelis ilmu, dan nasihat para guru. Sebab, santri sejati bukan hanya mereka yang merayakan Hari Santri, tetapi mereka yang terus mengaji, menjaga adab, dan menjadikan ilmunya sebagai jalan untuk mendekat kepada Allah. #guskautsar #guskautsarploso #terasgubuk #dawuhterasgubuk #nderekpusatofficial

About