@sandovalpov: the only way to experience real love is to be remain vulnerable #hitch #relationshiptips #datingadvice #Love #perspectiveshift

adrian sandoval
adrian sandoval
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 29 August 2026 01:05:41 GMT
18391
2545
20
60

Music

Download

Comments

l0rekylei
kylei :
extremely chill angle im messing with it
2026-08-29 04:10:13
63
lauren.magana
lauren ᨒ ོ ☼ :
I wear my heart on my sleeve even after heartbreak and it’s my favorite thing about me
2026-10-13 02:20:04
5
quietviolence_substack
quietviolence_creative :
I get your idea, but at what point does giving grace starts being disrespect ? Ah what point does understanding becomes self abandonment? I feel like the reality of life is so much more complicated 😫
2026-09-04 12:49:20
1
carlijn777
carlijn :
Great message 🤍 This also goes for the relationship with yourself by the way
2026-08-29 12:08:52
17
sdb038
sdb038🇨🇦 :
Respectfully we also underestimate the risk of emotional and mental health damage from relationships so these people are responding out of fear from past relationships that were careless. Boundaries help weed out the wrong people.
2026-09-01 23:49:24
4
chris.lara7
Christian :
Love this, so tuff
2026-08-29 03:09:00
12
jazlynv_
Jazzywazzy :
This is absolutely so true Omgoodness… It’s sad because I am so afraid of getting hurt again. I do the most to avoid getting hurt rather than keeping my heart on the table. .. thanks for the reminder.
2026-09-25 16:44:32
1
spam132890
Spam :
2026-08-29 01:07:21
9
frey_mccalfy
freya :
So so true, man
2026-09-21 14:33:05
0
chianalites
Chiana Lites :
Needed
2026-08-31 19:35:09
0
peachluna1
Steph :
So true
2026-09-01 05:41:31
0
heavensmusee
heavensmuse :
🎯
2026-08-29 17:06:32
1
isaiahsalterx
Isaiah Salter :
😏♾️
2026-08-29 01:41:34
2
To see more videos from user @sandovalpov, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak di sudut kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku baru saja digugat cerai oleh suamiku sendiri hanya karena aku tidak bisa melayani kebutuhan batinnya setiap hari, padahal saat itu hipertensiku sedang kambuh parah dan rasanya kepalaku pusing kayak mau meledak tanpa henti. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh.  Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli.  Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang.  Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah jadi berkeping-keping, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit.  Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak di sudut kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku baru saja digugat cerai oleh suamiku sendiri hanya karena aku tidak bisa melayani kebutuhan batinnya setiap hari, padahal saat itu hipertensiku sedang kambuh parah dan rasanya kepalaku pusing kayak mau meledak tanpa henti. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah jadi berkeping-keping, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika "Ibu mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu ancaman Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf, membuat fisik melemah total, dan butuh istirahat total serta pengobatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga lemas tersiksa menahan pusing luar biasa, tidak bisa lagi menjalankan kewajiban sebagai istri, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, suami yang paling kuandalkan justru tega melayangkan gugatan cerai di saat aku paling butuh dukungan hidupnya. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kesibukan harian, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang disiksa, tapi keutuhan rumah tangga, harga diri, dan hati kita ikut dihancurkan tak tersisa. #viral #fyp #hipertensi #darahtinggi #tekanandarahtinggi

About