@kapuasraya.id: Panglima Jilah mengatakan masyarakat adat memiliki mekanisme pengawasan ketika membuka lahan untuk berladang. Ia menegaskan, masyarakat tidak sembarangan membakar lahan dan melakukan pemantauan langsung di lokasi ladang. “Kita masyarakat adat itu memang selalu monitoring. Kalau kita membakar, di mana lahan ladang kita dibakar, di situlah kita yang akan monitoring,” kata Panglima Jilah. Menurut dia, tradisi berladang masyarakat Dayak telah berlangsung sejak lama, jauh sebelum perkebunan berkembang di Kalimantan. Namun, ia menyebut kebakaran besar seperti yang terjadi belakangan ini tidak identik dengan aktivitas berladang masyarakat adat. “Sebelum adanya perkebunan, di Kalimantan itu sudah ada namanya berladang, dari zaman dulu, ribuan tahun yang lalu bahkan. Dan tidak pernah kita melihat kejadian-kejadian seperti ini,” ujarnya. Panglima Jilah kembali menegaskan bahwa masyarakat Dayak tidak melakukan aktivitas berladang di lahan gambut. “Karena orang Dayak tidak berladang di lahan gambut. Gambut-gambut itu tebal soalnya, Pak,” katanya. Ia mengatakan masyarakat adat juga terus melakukan sosialisasi melalui tokoh-tokoh adat agar warga tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. “Masyarakat adat bersosialisasi lewat tokoh-tokoh adat agar tidak sembarangan membakar hutan,” tuturnya. Menurut Panglima Jilah, menjaga lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat adat. Hubungan masyarakat adat dengan alam, kata dia, telah berlangsung secara turun-temurun. “Masyarakat adat itu identik dengan dekat dengan alam. Tentunya tidak ada alam, tidak ada masyarakat adat. Begitu, kita menjaga,” kata Panglima Jilah.
kapuasraya.id
Region: ID
Saturday 29 August 2026 01:07:57 GMT
Music
Download
Comments
khariz21 :
ini yang benar...pemimpin yang cerdas bergerak dengan senyap langsung ke jantung pusat pemerintahan
2026-08-29 02:42:56
186
Yang Mulia :
Ga ada larangan berladang, asal jangan di bakar.
Di kaltim asapnya tebel banget cok.
2026-08-29 03:26:58
59
damianus14323 :
sebelum terbentuk NKRI org Dayak,memang berladang,dgn cara membakar ladangnya,sellu berhati2.Bahkn kami org Dayak menjaga kelestarian hutan di sekitar kami,bersentuh dgn alam setiap hari.
2026-08-29 06:40:26
44
ahmad :
sangat betul itu, jangan mengkambinghitamkan peladang tradisional, mrk sdh paham ttg berladang dan sngat berhati²
2026-08-29 01:55:01
38
KEN AROK :
WARGA DAN PT SAMA SAJA,,,TANGKAP KLO EMANG MEMBAKAR LADANG
2026-08-29 12:05:35
11
27 :
Di tempat ku kalau membakas lahan yaa cuman lahan nya aja yg dibakar, kena lahan org lain itu udah siap-siap kena sangsi adat,
2026-08-29 02:28:10
40
Marsell Hary Ane :
2026-08-29 02:06:07
6
Zero Eight :
mau berladang sih gapapa,kami paham yg itu..tapi liat" la dampaknya juga..udah tau musim kering kemarau lagi,lahan dibakar secara meluas,kan bahaya tu namanya bisa nular ke hutan..
2026-08-29 05:07:33
5
Yepta Hendrawanto :
kalo kemarau panjang kami tidak berani membakar ladang
2026-08-29 02:27:15
15
udin :
udah parah ni asap ny, jgn bakar dulu lah
2026-08-29 07:07:30
7
rivaldo5316 :
tegas sikit panglima bicaranya.jangan kayak takut kayak gitu
2026-08-29 08:14:01
11
Theon :
buat siapapun dan suku apapun tlg lah jgn bakar2 di saat kemarau, memperburuk kondisi cuaca + hujan susah turun, imbasnya nti bisa gagal panen + air langka
2026-08-29 18:21:49
3
_INDONINJA_ :
Kebakaran nya kan di lahan gambut orang dayak ga mungkin berladang di lahan gambut betul itu, yg berldang di lahan gambut ya COMPANY SAWIT
2026-08-29 07:53:38
12
Harold Pasaribu :
ya kalau begitu simpul nya .siapa? pelakunya.carilah faktanya jgn main fitnah terhadap org dayak !
2026-08-29 03:33:01
7
Leo hondro✏️ :
adat tapi bisa berdiri IKN
2026-08-29 15:43:59
0
cacingkedinginann :
tradisi tapi merugikan orang banyak..
kasian yang punya bayi.
emang kenapa sih kalau tradisi itu ga dilaksanakan apakah bakal turun bencana gimana sih, heran
2026-08-29 17:35:32
2
joehari :
dulu sebelum ada perusahan masyarakat selalu membakar ketika berladang di bakar tapi tidak pernah begini karna masyarakat selalu menjaga api nya itu sebelum api nya benar padam pesti masih di tunggu.
2026-08-29 16:00:31
1
Thomas Maxvield :
betul....kita berladang sdh pohon kayu sdh ditebang dan di potong dan buat sekat..ngak pernah kebakaran dari dulu..masuk sawit mrk langsung bakar ...baru org buka ladang di salahkan
2026-08-29 02:38:19
5
x :
gini ya om, izin om 🙏
berladang itu hak kalian, "kami" yg tidak berladang berhak mendapatkan udara tanpa asap dari berladang
2026-08-29 16:51:10
1
hendry :
tak boleh bakar hutan LG.semua ngk bisa dipercaya LG.tegakkan hukum dan UUD negara kita jgn. main"negara ini bisa hancur kalian buat.
2026-08-29 07:06:00
1
Nadai ku nemu..😎 :
beladang tidak salah pasti kan api terkawal
2026-08-29 06:11:31
1
_lanang :
intinya sebelum ada sawit kda pernah terjadi karhutla🙏🙏
2026-08-29 09:42:21
1
Baim(bandang) :
berarti mereka mau mengkambing hitamkan kita orang Kalimantan, biadab pemerintahan ini
2026-08-29 04:35:49
1
remaung bungsu :
masuknya investor ke tanah kalimantan kebakaran dimana2.yg jadi kambing hitamnya peladang bertahun tahun,save peladang save guruku pangalangok jilah🙏
2026-08-29 12:05:06
1
Wonderboy23 :
SEMUA KARENA SAWIT
2026-08-29 04:22:31
1
To see more videos from user @kapuasraya.id, please go to the Tikwm
homepage.