@rap_channel6: #onlygoats #gunna #skyisthelimit #blowthisup #unreleased

RAP channel
RAP channel
Open In TikTok:
Region: KE
Saturday 29 August 2026 06:09:39 GMT
5244
359
11
75

Music

Download

Comments

rich_lyric
COZY LIFE ⛱️⛱️🌛 :
Gunna never dissapoints
2026-08-29 19:33:53
8
kattymoney
Krizbukatti :
gunna ❤️🖤
2026-08-29 18:52:12
2
kirk.frederick6
Kirk Frederick :
name of song
2026-08-30 00:35:55
2
dryhumor2
DryHumor :
2026-08-29 06:24:42
2
bookieboo199
🥰Adorable🌟Adult🥰 :
@prettiipetite_by_te
2026-09-03 15:07:19
1
To see more videos from user @rap_channel6, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi pada Sabtu (5/9/2026). Dampaknya, hujan abu vulkanik dilaporkan mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Pesisir Barat dan Tanggamus, Lampung. Warga Bengkunat, Pesisir Barat, Rizky Fajar, mengatakan hujan abu mulai terasa sejak subuh. Kondisi udara disebut berbeda dari biasanya dan membuat sejumlah warga merasa tidak nyaman, bahkan debu yang mengenai mata terasa perih. Sekitar pukul 08.00 WIB, debu vulkanik disebut semakin intens hingga membuat lantai rumah warga dipenuhi abu. Warga Pesisir Tengah juga melaporkan abu di udara, sementara sejumlah anak mulai mengalami batuk akibat kondisi tersebut. Di Tanggamus, hujan abu dilaporkan terjadi di Kecamatan Pematang Sawa sejak sekitar pukul 06.00 WIB. Abu disebut cukup tebal dan disertai gempa kecil yang dirasakan berulang, sementara kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Pulung Bayang dan Cukupala di kawasan Pulau Tabuan. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus Hendarman Wahid mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang berasal dari sumber tidak resmi. Dinas Kesehatan Tanggamus juga telah mengerahkan bidan dan perawat ke sejumlah lokasi terdampak untuk membuka layanan kesehatan serta membagikan masker, obat-obatan, dan vitamin. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau menggunakan masker saat beraktivitas dan terus memantau perkembangan erupsi melalui informasi resmi dari BPBD, BMKG, pemerintah daerah, serta instansi terkait. 📸: Dok. instagram @/rifawiyo. ⁠ Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ ⁠ 📝: newsupdate | update | news | svl | R059 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan
Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi pada Sabtu (5/9/2026). Dampaknya, hujan abu vulkanik dilaporkan mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Pesisir Barat dan Tanggamus, Lampung. Warga Bengkunat, Pesisir Barat, Rizky Fajar, mengatakan hujan abu mulai terasa sejak subuh. Kondisi udara disebut berbeda dari biasanya dan membuat sejumlah warga merasa tidak nyaman, bahkan debu yang mengenai mata terasa perih. Sekitar pukul 08.00 WIB, debu vulkanik disebut semakin intens hingga membuat lantai rumah warga dipenuhi abu. Warga Pesisir Tengah juga melaporkan abu di udara, sementara sejumlah anak mulai mengalami batuk akibat kondisi tersebut. Di Tanggamus, hujan abu dilaporkan terjadi di Kecamatan Pematang Sawa sejak sekitar pukul 06.00 WIB. Abu disebut cukup tebal dan disertai gempa kecil yang dirasakan berulang, sementara kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Pulung Bayang dan Cukupala di kawasan Pulau Tabuan. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus Hendarman Wahid mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang berasal dari sumber tidak resmi. Dinas Kesehatan Tanggamus juga telah mengerahkan bidan dan perawat ke sejumlah lokasi terdampak untuk membuka layanan kesehatan serta membagikan masker, obat-obatan, dan vitamin. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau menggunakan masker saat beraktivitas dan terus memantau perkembangan erupsi melalui informasi resmi dari BPBD, BMKG, pemerintah daerah, serta instansi terkait. 📸: Dok. instagram @/rifawiyo. ⁠ Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ ⁠ 📝: newsupdate | update | news | svl | R059 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan

About