@reina.oreo: #reinaoreo #esleyter #moca @Janecita💕🐇 @vieja y pelleja @Tio Percy @orgánico sin desperdicio 🌴😘 @TILSA LA UNICA (OFICIAL) 💟 #LIVEIncentiveProgram #SideHustleLIVE

Reina.Oreo
Reina.Oreo
Open In TikTok:
Region: PE
Saturday 29 August 2026 06:14:15 GMT
135561
1491
66
43

Music

Download

Comments

aixa1503
Aixa Ofiuco :
ella no tiene nada de boba escogió la fecha de su parto
2026-08-29 20:27:24
118
fiorella.h.s
W. Fiorella :
Se vieron en la casa ade Tilsa, no tengo pruebas, pero tampoco dudas.
2026-08-29 16:15:46
28
roxyflores732
roxy⭐⭐⭐ :
Entonces no es de el para que el bb nazca en setiembre ella tuvo que salir embarazada en diciembre
2026-08-29 13:36:17
28
jhoselynmartinezs
Jhosy🤍 :
Pero ella está enbarazada desde noviembre
2026-08-29 18:27:43
50
vanessaalfarolopez0
Pamela 😍 :
Miren la verdad que el bebé es lacio. Se parece a moca y si fuera de sleyter sería más onduladito
2026-08-29 19:33:27
5
jaquita349
Jaquita :
La. Moca ya estuvo embarazada y es del hay y no de estebchico
2026-08-29 16:11:42
4
carlatrigoso168
Carla :
se embarazo en el mes de nov.
2026-08-30 05:31:49
5
fionahuanca
Marihuanca :
A PRINCIPIOS DE ESTE AÑO SI SE SEGUÍAN VIENDO SUPUESTAMENTE IBA A LA CASA DE GABO A VENDER ROPA EN VIVO Y A CASA SE TILSA HACER PIJAMADA
2026-08-29 20:43:56
10
gatagomez3
ofelia20amor :
y que tiene ella estuvo embarazada desde fines de Noviembre
2026-08-29 11:09:15
9
karinamoises02
karinaMoises :
Ella ya staba embarazada este año
2026-08-29 12:07:07
5
miguelestebanb0
etsteban :
@ pu
2026-08-31 08:39:05
0
melissa.p1837
Melissa P💛 :
EL ESTUVO CON ELLA EN QUINCENA DE NOVIEMBRE Y LA ULTIMA ENCONTRADA FUE EN PRINCIPIO DE AÑO .
2026-08-29 17:31:30
4
karenquezada473
karenquezada473 :
yo creo que se embarazo en mes 28 o 30 de noviembre o primera semana de diciembre
2026-08-31 03:44:43
0
marisol1997.29
Marisol :
y camaraman lo quiere firmar 😂😁
2026-08-30 11:24:13
0
ale281318
Oc Alee 🩷 :
Ella estuvo en noviembre
2026-08-29 12:26:24
2
lamaracucha3001_
la maracucha🇻🇪🇵🇪 :
si fue en febrero están coreto los meses
2026-08-29 17:53:29
1
nahomi.chata.poderosa
Nahomi.Tu.Chata.Poderosa😎 :
si coincides las fechas
2026-08-30 21:45:38
0
lamaracucha3001_
la maracucha🇻🇪🇵🇪 :
esta bien de febrero a noviembre está bien si es así es
2026-08-29 17:55:29
7
erosgutierrez6
eros :
queeee
2026-08-29 20:15:44
0
thamirpozorequena
thamir :
2026-08-29 09:37:01
0
esmeraldamuoz016
Esme 🌸 🦋 :
Me da risa que la jente comenta hue.. De verdad que mrd les importa si es su hijo de él o del otro acaso ustedes los crían aparte acaso ustedes saben el culo de ella quien boto primero la leche o que
2026-08-29 19:07:11
9
rociopili
rociopili :
x eso será q pidios cesaría así no se sepa bien las fechas
2026-08-29 12:49:02
18
amg_1709gam
🫆 :
te hacemos acordar, fue más o menos en el cumple de pecas ahí fue el desenlace, y después moca fue a buscar a haybin , para enyucar a haybin 🤣🤣🤣
2026-08-29 13:48:04
15
sandrajaviera320
sandrita🌟💫⭐ :
Entonces ya estaba embrazada, un embarazo dura 9 meses
2026-08-29 12:25:38
5
To see more videos from user @reina.oreo, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Matthew Gallagher punya ide sederhana: kalau AI bisa ngerjain hampir semua hal, kenapa masih butuh banyak karyawan? Dengan modal sekitar Rp300 juta, dia bikin bisnis bernama MEDVi. Strateginya agresif, pakai AI untuk jualan obat pelangsing, didukung lebih dari 800 akun Facebook palsu yang nyamar jadi dokter, lengkap dengan foto profil hasil AI. Akun-akun ini dipakai buat kasih review dan membangun kepercayaan. Hasilnya kelihatan luar biasa. Bisnis ini diklaim menghasilkan sampai Rp28 triliun. Bahkan sempat dipuji media seperti The New York Times sebagai “kisah sukses” AI-driven company. Tapi di balik itu, masalah mulai muncul. Pada Februari 2026, badan pengawas obat AS, Food and Drug Administration (FDA), mengirim surat peringatan karena metode marketing MEDVi dianggap menyesatkan, seolah-olah produknya sudah disetujui resmi. Ironisnya, ini terjadi hanya sekitar enam minggu sebelum liputan positif media terbit. Lalu muncul kebocoran data besar, sekitar 1,6 juta data pasien terekspos. Kasus ini berujung pada gugatan class action di Delaware. Saat ditelusuri lebih dalam, banyak klaim bisnisnya ternyata tidak bisa diverifikasi. Tidak ada audit independen, dan angka-angka yang diumumkan diragukan. Investigasi dari Futurism mengungkap hal yang lebih serius. Foto before-after pasien ternyata deepfake, dibuat dari hasil editan AI. Pertumbuhan bisnisnya juga didorong oleh ratusan halaman Facebook yang berpura-pura jadi dokter untuk menargetkan perempuan usia 35–55 tahun. Bahkan di bagian kecil situs mereka sendiri, MEDVi mengakui bahwa orang-orang di iklan bisa saja aktor atau hasil AI, bukan tenaga medis sungguhan. Akhirnya, narasi “bisnis miliaran dolar berbasis AI” mulai runtuh. Banyak analis menilai cerita suksesnya jauh lebih besar daripada realitas bisnisnya. #artificialintelligence #aiupdates #aitrends #contentAI #aicontent
Matthew Gallagher punya ide sederhana: kalau AI bisa ngerjain hampir semua hal, kenapa masih butuh banyak karyawan? Dengan modal sekitar Rp300 juta, dia bikin bisnis bernama MEDVi. Strateginya agresif, pakai AI untuk jualan obat pelangsing, didukung lebih dari 800 akun Facebook palsu yang nyamar jadi dokter, lengkap dengan foto profil hasil AI. Akun-akun ini dipakai buat kasih review dan membangun kepercayaan. Hasilnya kelihatan luar biasa. Bisnis ini diklaim menghasilkan sampai Rp28 triliun. Bahkan sempat dipuji media seperti The New York Times sebagai “kisah sukses” AI-driven company. Tapi di balik itu, masalah mulai muncul. Pada Februari 2026, badan pengawas obat AS, Food and Drug Administration (FDA), mengirim surat peringatan karena metode marketing MEDVi dianggap menyesatkan, seolah-olah produknya sudah disetujui resmi. Ironisnya, ini terjadi hanya sekitar enam minggu sebelum liputan positif media terbit. Lalu muncul kebocoran data besar, sekitar 1,6 juta data pasien terekspos. Kasus ini berujung pada gugatan class action di Delaware. Saat ditelusuri lebih dalam, banyak klaim bisnisnya ternyata tidak bisa diverifikasi. Tidak ada audit independen, dan angka-angka yang diumumkan diragukan. Investigasi dari Futurism mengungkap hal yang lebih serius. Foto before-after pasien ternyata deepfake, dibuat dari hasil editan AI. Pertumbuhan bisnisnya juga didorong oleh ratusan halaman Facebook yang berpura-pura jadi dokter untuk menargetkan perempuan usia 35–55 tahun. Bahkan di bagian kecil situs mereka sendiri, MEDVi mengakui bahwa orang-orang di iklan bisa saja aktor atau hasil AI, bukan tenaga medis sungguhan. Akhirnya, narasi “bisnis miliaran dolar berbasis AI” mulai runtuh. Banyak analis menilai cerita suksesnya jauh lebih besar daripada realitas bisnisnya. #artificialintelligence #aiupdates #aitrends #contentAI #aicontent

About