@markasdatakita: Sosok Melva Maria Rosa Pardede, perempuan berjaket ojol yang viral setelah mengecam Supriyono alias Botok dan massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu atau AMPB, ternyata sudah menjadi perhatian massa Pati selama demonstrasi di Jakarta. Perwakilan AMPB, Teguh, mengaku telah memperhatikan keberadaan Melva selama beberapa hari sebelum aksi pada 27 Agustus 2026. Menurut Teguh, Melva beberapa kali terlihat berada di sekitar posko AMPB di depan Gedung DPR RI. Bahkan, Teguh menyebut ada sejumlah sikap Melva yang menurutnya sempat membuat pihak AMPB merasa heran. Namun, Teguh memilih tidak mempermasalahkannya untuk menghindari perselisihan di tengah massa aksi. "Kalau saya amati dari kemarin, itu memang saya amati karena (Melva) selalu mendekati posko dan selalu ngatur-ngatur," ujar Teguh, dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Instagram @komunitasanakaslipati, Sabtu (29/8/2026). Teguh mengatakan dirinya sempat memaklumi sikap tersebut karena Melva dianggap lebih tua. "Supaya tidak terjadi perselisihan, saya diam saja. Karena saya pendatang di sana, mungkin dia sebagai orang tua, dia terlalu ngatur, tapi saya diam saja," katanya. Salah satu persoalan yang disebut Teguh terjadi berkaitan dengan bantuan logistik berupa jeruk. Menurut Teguh, bantuan tersebut merupakan donasi dari masyarakat yang ditujukan untuk siapa saja yang membutuhkan di sekitar lokasi aksi. Namun, Melva disebut beberapa kali meminta agar bantuan tersebut dimasukkan ke dalam posko AMPB. "Misalnya untuk bantuan jeruk, ini dari rakyat untuk rakyat silakan ambil, ini ditaruh di luar posko. Kemudian dia memaksa (jeruknya) dimasukan. Saya keluarkan lagi," ungkap Teguh. Teguh menjelaskan, jeruk tersebut sengaja diletakkan di luar karena jumlahnya banyak dan keranjangnya berukuran besar. Dengan begitu, warga yang membutuhkan dapat mengambil secukupnya. Namun, menurut Teguh, Melva kembali memasukkan jeruk tersebut ke dalam posko. Bahkan, ia mengaku sempat melihat Melva melarang warga mengambil bantuan tersebut. "Padahal saya bilang, ini silakan ambil semua jangan takut, ini bukan untuk AMPB dan Pati. Tapi dia marah-marah, 'jangan ambil, tidak berhak', dia selalu ngatur," kata Teguh. Meski sempat merasa heran dengan sikap Melva, Teguh mengaku memilih menahan diri. Ia khawatir persoalan kecil justru memicu benturan antarwarga. "Memang butuh kesabaran ekstra," ujarnya. Sikap Teguh tersebut kemudian kembali diingat ketika Melva viral setelah melontarkan kekecewaan kepada Botok dan massa Pati. Dalam video yang beredar, Melva terlihat marah setelah mengetahui massa AMPB meninggalkan lokasi demonstrasi usai melakukan audiensi dengan pimpinan DPR RI. Melva mempertanyakan keputusan massa Pati yang pulang setelah mendapatkan kesepakatan mengenai RUU Perampasan Aset. Ia juga menuding Botok dan massa AMPB telah menerima sesuatu setelah bertemu pimpinan DPR RI. Tudingan tersebut kemudian dibantah pihak AMPB yang meminta pihak yang menuduh menunjukkan bukti. Teguh sendiri mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan apabila Melva merasa kecewa dengan keputusan massa Pati untuk pulang. Namun, ia keberatan dengan pernyataan yang meminta warga Pati tidak kembali ke Jakarta. "(Kalau) kecewa, kami sadar diri, kami akui, enggak apa-apa. Tapi kalau ada kalimat 'jangan lagi ke Jakarta' itu kalimat yang tidak bijak. Semua orang boleh datang ke Jakarta," tegas Teguh. Teguh juga memastikan dirinya maupun massa AMPB tidak mengenal Melva sebagai bagian dari pihak yang berkomunikasi resmi dengan mereka selama aksi. Meski demikian, ia mengaku sudah memperhatikan keberadaan Melva di sekitar posko sebelum perempuan tersebut viral karena mengecam Botok Cs.#fyp #ojolindonesia #gojek #grab #berita

Markas Data
Markas Data
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 29 August 2026 07:28:19 GMT
7314
90
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @markasdatakita, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About