@secret.em89: A real slick mouth #secretem #xyzbca #fyp #yartyfarty #ihatemylife

secret.em
secret.em
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 29 August 2026 07:42:00 GMT
427
42
1
0

Music

Download

Comments

joker_19021
joker_19021 :
Looking good
2026-08-29 13:44:24
0
To see more videos from user @secret.em89, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Cara merangkai kail dasaran untuk mancing laut dalam (bottom fishing / deep drop) cukup sederhana, tapi harus kuat dan anti kusut karena tekanan dalam, arus, dan risiko snag di karang/batu. Bahan yang dibutuhkan Leader utama (mono atau fluorocarbon 40–100 lb, atau lebih tebal untuk dalam sekali): panjang 1,5–3 meter (bisa sampai 5 meter). Kail: circle hook atau ordinary hook ukuran sesuai target (biasanya 5/0–10/0 untuk ikan besar). Swivel (kili-kili): barrel swivel atau 3-way swivel (sangat berguna). Pemberat (timah/sinker): 200 gram – 1–2 kg tergantung kedalaman & arus (semakin dalam & deras, semakin berat). Senar PE/mainline (bisa langsung sambung ke leader dengan FG knot atau uni knot). Opsional: snap, split ring, bead, crimp, atau tubing anti gesek. Rangkaian paling umum & efektif untuk laut dalam 1. Rangkaian Sederhana 1–2 Kail (Paling praktis) Ikat swivel di ujung atas leader (tempat sambung ke PE). Buat loop atau ikat kail pertama sekitar 30–50 cm dari bawah (pakai dropper loop / blood loop atau snell knot). Buat kail kedua 30–40 cm di atas kail pertama (jarak agar tidak saling kusut). Di ujung paling bawah, buat loop atau pasang snap untuk timah. → Timah di bawah agar kail melayang sedikit di atas dasar (lebih natural & kurang snag). Variasi anti-snag: Gunakan “rotten bottom” – sambungkan timah dengan senar lebih lemah (misalnya 20–30 lb) supaya kalau nyangkut hanya timah yang putus. 2. Rangkaian 3-Way Swivel (Sangat direkomendasikan) Ikat PE/mainline ke salah satu mata 3-way swivel. Dari mata kedua, pasang leader pendek (20–40 cm) + kail. Dari mata ketiga, pasang leader lebih panjang (50–100 cm) yang ujungnya ke timah. → Bisa ditambah kail kedua di leader ke timah. Keuntungan: kail terpisah dari jalur pemberat, lebih sedikit kusut, dan mudah diganti. 3. Dropper Loop Rig (Klasik multi-kail) Di sepanjang leader 1,5–3 m, buat 2–3 dropper loop dengan jarak 30–40 cm. Pasang kail di setiap loop (bisa snelled). Ujung bawah untuk timah (loop atau snap). Ujung atas ke swivel atau langsung ke PE. Tips penting untuk laut dalam Jarak antar kail: minimal 30–40 cm supaya tidak saling melilit. Panjang leader kail (snood): 15–40 cm. Lebih pendek = lebih kuat, lebih panjang = lebih natural. Gunakan circle hook supaya ikan lebih mudah terhook di sudut mulut dan mudah dilepas. Timah harus cukup berat agar cepat sampai dasar dan tidak terbawa arus. Selalu sediakan beberapa rangkaian cadangan karena mudah nyangkut di karang. Untuk kedalaman sangat dalam (100 m+), gunakan leader lebih tebal dan swivel berkualitas bagus (bearing swivel lebih anti putar). Umpan: cumi, ikan potong, udang, atau umpan hidup sesuai target (kerapu, kakap, dll). Simpul yang sering dipakai Uni knot / clinch knot → untuk kail & swivel. Dropper loop / blood loop → untuk cabang kail. FG knot atau PR knot → sambung PE ke leader. Snell knot → sangat kuat untuk circle hook. Rangkaian paling ampuh biasanya 2–3 kail + timah di bawah dengan 3-way swivel atau dropper loop. Sesuaikan ukuran kail, kekuatan leader, dan berat timah dengan kedalaman serta target ikan di lokasi kamu. Kalau mau versi spesifik (misalnya hanya 1 kail, multi-kail, atau anti snag ekstrem), bilang saja ya! #mancing #mancingmania
Cara merangkai kail dasaran untuk mancing laut dalam (bottom fishing / deep drop) cukup sederhana, tapi harus kuat dan anti kusut karena tekanan dalam, arus, dan risiko snag di karang/batu. Bahan yang dibutuhkan Leader utama (mono atau fluorocarbon 40–100 lb, atau lebih tebal untuk dalam sekali): panjang 1,5–3 meter (bisa sampai 5 meter). Kail: circle hook atau ordinary hook ukuran sesuai target (biasanya 5/0–10/0 untuk ikan besar). Swivel (kili-kili): barrel swivel atau 3-way swivel (sangat berguna). Pemberat (timah/sinker): 200 gram – 1–2 kg tergantung kedalaman & arus (semakin dalam & deras, semakin berat). Senar PE/mainline (bisa langsung sambung ke leader dengan FG knot atau uni knot). Opsional: snap, split ring, bead, crimp, atau tubing anti gesek. Rangkaian paling umum & efektif untuk laut dalam 1. Rangkaian Sederhana 1–2 Kail (Paling praktis) Ikat swivel di ujung atas leader (tempat sambung ke PE). Buat loop atau ikat kail pertama sekitar 30–50 cm dari bawah (pakai dropper loop / blood loop atau snell knot). Buat kail kedua 30–40 cm di atas kail pertama (jarak agar tidak saling kusut). Di ujung paling bawah, buat loop atau pasang snap untuk timah. → Timah di bawah agar kail melayang sedikit di atas dasar (lebih natural & kurang snag). Variasi anti-snag: Gunakan “rotten bottom” – sambungkan timah dengan senar lebih lemah (misalnya 20–30 lb) supaya kalau nyangkut hanya timah yang putus. 2. Rangkaian 3-Way Swivel (Sangat direkomendasikan) Ikat PE/mainline ke salah satu mata 3-way swivel. Dari mata kedua, pasang leader pendek (20–40 cm) + kail. Dari mata ketiga, pasang leader lebih panjang (50–100 cm) yang ujungnya ke timah. → Bisa ditambah kail kedua di leader ke timah. Keuntungan: kail terpisah dari jalur pemberat, lebih sedikit kusut, dan mudah diganti. 3. Dropper Loop Rig (Klasik multi-kail) Di sepanjang leader 1,5–3 m, buat 2–3 dropper loop dengan jarak 30–40 cm. Pasang kail di setiap loop (bisa snelled). Ujung bawah untuk timah (loop atau snap). Ujung atas ke swivel atau langsung ke PE. Tips penting untuk laut dalam Jarak antar kail: minimal 30–40 cm supaya tidak saling melilit. Panjang leader kail (snood): 15–40 cm. Lebih pendek = lebih kuat, lebih panjang = lebih natural. Gunakan circle hook supaya ikan lebih mudah terhook di sudut mulut dan mudah dilepas. Timah harus cukup berat agar cepat sampai dasar dan tidak terbawa arus. Selalu sediakan beberapa rangkaian cadangan karena mudah nyangkut di karang. Untuk kedalaman sangat dalam (100 m+), gunakan leader lebih tebal dan swivel berkualitas bagus (bearing swivel lebih anti putar). Umpan: cumi, ikan potong, udang, atau umpan hidup sesuai target (kerapu, kakap, dll). Simpul yang sering dipakai Uni knot / clinch knot → untuk kail & swivel. Dropper loop / blood loop → untuk cabang kail. FG knot atau PR knot → sambung PE ke leader. Snell knot → sangat kuat untuk circle hook. Rangkaian paling ampuh biasanya 2–3 kail + timah di bawah dengan 3-way swivel atau dropper loop. Sesuaikan ukuran kail, kekuatan leader, dan berat timah dengan kedalaman serta target ikan di lokasi kamu. Kalau mau versi spesifik (misalnya hanya 1 kail, multi-kail, atau anti snag ekstrem), bilang saja ya! #mancing #mancingmania

About