Ira Prischanara :
meski tak pernah kudengar ucapan perpisahan,
meski tak pernah ada kata maaf
yang singgah di antara diam kita.
Aku sudah memaafkanmu,
bukan karena luka itu tak pernah ada,
tetapi karena aku tak ingin membawa beban
yang Allah ajarkan untuk dilepaskan.
Mungkin kau pergi tanpa penjelasan,
mungkin kau memilih diam sebagai akhir cerita.
Dan aku tak lagi menuntut jawaban,
sebab tidak semua yang terjadi
harus selesai dengan kata-kata.
Aku serahkan yang telah berlalu kepada-Nya,
Dzat yang mengetahui isi hati
yang tak sanggup diucapkan manusia.
Jika aku pernah tersakiti,
Allah melihatnya.
Jika kau pernah khilaf,
Allah juga mengetahuinya.
Hari ini aku memilih tenang.
Bukan karena lupa,
melainkan karena telah belajar ikhlas.
Aku memaafkanmu demi ketenangan jiwaku,
dan demi mengharap ampunan Tuhanku.
Maka pergilah dengan damai,
dan biarkan aku melangkah dengan damai pula.
Tak ada lagi dendam yang kusimpan,
tak ada lagi sesal yang kupelihara.
Aku sudah memaafkanmu,
meski kau tak pernah mengucapkan,
"nyah, tuan,"
atau kata perpisahan apa pun.
Karena pada akhirnya,
yang paling penting bukanlah kata yang terucap,
melainkan hati yang telah selesai
belajar mengikhlaskan karena Allah
2026-09-01 11:32:05