@jacque_03: @Sahaydingg! @Hazel Mae Libres @SAKURA

Jacqueline Cuering Nemeño
Jacqueline Cuering Nemeño
Open In TikTok:
Region: PH
Saturday 29 August 2026 10:29:30 GMT
71
4
0
3

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @jacque_03, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sepiring nasi menjadi perkara serius bagi Darmi (63) dan suaminya, Dayat (77). Bagi pasangan lansia yang tinggal sederhana di Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan tersebut, bantuan sosial (bansos) bukan sekadar uang tambahan. Bansos menjadi salah satu tumpuan agar dapur tetap mengepul dan beras tetap tersedia. Namun, hampir setahun lamanya bantuan yang selama ini mereka terima tak lagi cair. Ironisnya, keluarga yang disebut perangkat desa masuk desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terbawah itu terhapus dari daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) karena terindikasi judi online. Persoalannya, Dayat yang berusia 77 tahun disebut tidak pernah memiliki HP, tidak bisa membaca maupun menulis, bahkan tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah. Lantas, bagaimana bisa keluarga lansia tersebut terindikasi menggunakan bantuan untuk judi online (judol)? Pertanyaan itulah yang kemudian membuat pihak Desa Kayugeritan mengajukan sanggahan. Perangkat Desa Kayugeritan, Neli Setyowati, Jumat, 28 Agustus 2026, mengatakan, terdapat sekitar 18 penerima bansos yang dicoret karena terindikasi judi online. Namun, dari belasan penerima tersebut, pihak desa secara khusus menyanggah status keluarga Dayat. Alasannya, kondisi keluarga tersebut dinilai memang sangat membutuhkan bantuan.
Sepiring nasi menjadi perkara serius bagi Darmi (63) dan suaminya, Dayat (77). Bagi pasangan lansia yang tinggal sederhana di Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan tersebut, bantuan sosial (bansos) bukan sekadar uang tambahan. Bansos menjadi salah satu tumpuan agar dapur tetap mengepul dan beras tetap tersedia. Namun, hampir setahun lamanya bantuan yang selama ini mereka terima tak lagi cair. Ironisnya, keluarga yang disebut perangkat desa masuk desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terbawah itu terhapus dari daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) karena terindikasi judi online. Persoalannya, Dayat yang berusia 77 tahun disebut tidak pernah memiliki HP, tidak bisa membaca maupun menulis, bahkan tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah. Lantas, bagaimana bisa keluarga lansia tersebut terindikasi menggunakan bantuan untuk judi online (judol)? Pertanyaan itulah yang kemudian membuat pihak Desa Kayugeritan mengajukan sanggahan. Perangkat Desa Kayugeritan, Neli Setyowati, Jumat, 28 Agustus 2026, mengatakan, terdapat sekitar 18 penerima bansos yang dicoret karena terindikasi judi online. Namun, dari belasan penerima tersebut, pihak desa secara khusus menyanggah status keluarga Dayat. Alasannya, kondisi keluarga tersebut dinilai memang sangat membutuhkan bantuan. "Kami sanggah, Pak Dayat, karena memang betul-betul orang tidak mampu. Kebetulan kita cek juga desilnya 1," ungkap Neli, saat mengunjungi rumah Dayat didampingi pendamping PKH desa, Jumat pagi. Kondisi Dayat semakin membuat pihak desa mempertanyakan indikasi tersebut. Menurut Neli, Dayat memiliki keterbatasan pendidikan yang sangat mendasar. "Beliau itu SDM rendah, ngapunten, untuk pendidikan saja tidak bersekolah, membaca tulis saja tidak bisa." Bahkan, Dayat tidak memiliki HP. "HP saja tidak memegang," tegas Neli. Karena itu, pihak desa menilai perlu ada klarifikasi lebih lanjut sebelum keluarga tersebut benar-benar kehilangan hak bantuan yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari. Sumber artikel: radarpekalongan.com https://www.google.com/amp/s/radarpekalongan.disway.id/amp/114556/lansia-tak-bisa-baca-tulis-bansos-dicoret-gegara-terindikasi-judol-kalau-tak-punya-uang-ya-tidak-makan

About