Dr Cipy :
Jangan terlalu mabuk agama sampai semua bencana langsung dianggap “balasan Tuhan” hanya karena ada video orang membakar atau merusak masjid. Kalau memang ada yang melakukan itu, tentu salah dan pelakunya harus bertanggung jawab. Tapi mengklaim ribuan orang yang terkena banjir sebagai korban “azab” karena dosa orang lain, itu cuma spekulasi dan merasa sipaling tahu kehendak Tuhan.
Yang jadi korban bukan cuma orang yang kalian tuduh zalim, tapi warga biasa, keluarga, anak-anak, dan orang-orang yang mungkin sama sekali nggak tahu apa-apa. kalau benar peduli agama, kutuk perbuatannya—bukan malah bersorak melihat manusia kehilangan rumah, keluarga, bahkan nyawa.
Miris banget melihat orang-orang yang sampai sebegituny. Bencana alam dijadikan bahan cocoklogi untuk membenarkan kebencian, hanya karena terhasut potongan video dan narasi TikTok. kalian bahkan nggak tahu siapa korban di sana, apa yang mereka lakukan, atau apakah mereka ada hubungannya dengan kejadian yang kalian tuduhkan.
Kita manusia, bukan juru bicara Tuhan yang bisa memastikan setiap bencana adalah azab untuk kelompok tertentu. Kalau melihat manusia kehilangan nyawa lalu yang muncul justru rasa puas karena menganggap mereka “pantas mendapatkannya”, coba tanyakan lagi dehh: kalian sedang membela agama, atau sedang mencari alasan agar kebencian kalian terasa suci?
Membela agama nggak membutuhkan kematian orang lain untuk dirayakan ya. Jangan sampai mulut merasa paling dekat dengan Tuhan, tapi hati justru paling jauh dari rasa kemanusiaan.
2026-08-29 17:16:06