@oneheartd: #coldplay

🕷️
🕷️
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 29 August 2026 16:03:23 GMT
178253
35442
157
4402

Music

Download

Comments

batrisyamusa
mina :
udh lama yaa kita ga chatan....☹️
2026-08-30 06:23:31
58
sayanggcapiiw
endskyy :
call aku please, aku kangn tpi aku malu buat bilang kekamu soalnya kamu udah fine' aja tnpa aku🥺
2026-08-29 17:58:50
113
kanaya.lxc0
-na_yyy-🕷 :
malu rasanya jika aku masih merindukan nya, sedangkan dia sudah bahagia dengan orang barunya
2026-08-30 07:32:27
21
alyzz449
alyssa :
kgn karna LDR sihh
2026-08-29 16:41:11
15
liarhm.24
24 :
smpe mimpi 2 hri brturut' 🙇🏻‍♀️
2026-08-30 13:35:18
1
nova.siahaan69
nova siahaan :
tapiii diaa udah punya yang baluuyy🙃
2026-08-31 08:44:18
1
nayyla1997
nnay :
kangen ketawa brg dia 🙁
2026-08-29 16:24:53
2
lexxa.isabbela3
_<𝐋𝟑𝐗𝐗𝐀> :
kapan ya dia balik lagi🌚
2026-09-06 01:30:35
0
syhm0908
𐙚🪼 :
kangen sama yang udah di surgaa ☹️🥀
2026-08-30 04:50:02
1
jihansecond
🌸 :
sama aja aku ngabisin waktu aku buat ngelakuin hal' yg ga guna biar bisa ngelupain kmu tpi ujung' nya hati aku ttp mikirin kmu setelah aku ngejalanin aktivitas yg ga guna itu. pls come back... aku bnr' rapuh wktu ga sma kmu. i miss you so much syang☹️💗
2026-08-29 18:46:47
3
reallmunaa
reallmunaa :
kangen, tapi sadar diri.
2026-08-31 22:34:53
1
rsmaa_imaa
kharisss :
kangen era 2023 itu sama dia😕
2026-08-31 04:17:23
1
uullaaa._aaa
gracciaaa🅰️ :
ily jeje
2026-08-30 10:09:52
0
yan_zer4
ܓܓܛܓ :
gw mlh di tinggal tdr sma dia😞.
2026-08-30 10:29:19
1
vvallntt_
userr08 :
2026-09-07 16:03:21
0
alkha.and.salim.a
allźvy6z★ :
when ya bisa yapping sama dia lagi🌚
2026-09-05 17:02:07
0
caxkkaaxca
🌀 :
ga berani repost
2026-08-30 15:19:06
1
To see more videos from user @oneheartd, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dulu, ia menggenggam dunia dengan telapak sekecil embun, mengira setiap pelukan akan tinggal, setiap senyum akan menetap, dan langit hanya mengenal musim yang teduh. Waktu lalu berjalan membawa tubuhnya tumbuh, namun diam-diam menyelipkan duri di setiap jalan yang ia sebut pulang. Ia belajar bahwa tidak semua kehilangan bersuara, dan tidak semua luka memilih darah untuk membuktikan dirinya ada. Anak kecil itu kini telah dewasa. Matanya masih menyimpan cahaya yang sama, meski berkali-kali dipadamkan kecewa. Ia menjahit retak dengan sabar, menyembunyikan hujan di balik wajah yang tampak baik-baik saja. Betapa panjang perjalanan dari tawa yang tanpa beban menuju senyum yang lahir setelah bertahan. Tak ada yang tahu berapa kali ia merapikan dirinya sendiri, setelah dunia selesai mengacak seluruh isi dadanya. Kini ia mengerti, menjadi dewasa bukan tentang bertambah usia, melainkan tentang tetap memilih lembut setelah berkali-kali disentuh getir; tetap percaya pada fajar, meski malam pernah mengajarinya betapa pekat arti kesunyian. Dan di dalam dirinya, anak kecil itu belum benar-benar pergi. Ia hanya belajar memeluk dirinya sendiri ketika tak lagi menemukan tangan yang dahulu dijanjikan akan selalu ada. Sebab dari semua rasa sakit yang pernah singgah, lahirlah seseorang yang tak lagi rapuh karena badai, melainkan setenang laut yang telah berkali-kali berdamai dengan ombaknya sendiri. Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih sendu, lebih filosofis, atau lebih pendek dengan diksi yang lebih dalam lagi.
Dulu, ia menggenggam dunia dengan telapak sekecil embun, mengira setiap pelukan akan tinggal, setiap senyum akan menetap, dan langit hanya mengenal musim yang teduh. Waktu lalu berjalan membawa tubuhnya tumbuh, namun diam-diam menyelipkan duri di setiap jalan yang ia sebut pulang. Ia belajar bahwa tidak semua kehilangan bersuara, dan tidak semua luka memilih darah untuk membuktikan dirinya ada. Anak kecil itu kini telah dewasa. Matanya masih menyimpan cahaya yang sama, meski berkali-kali dipadamkan kecewa. Ia menjahit retak dengan sabar, menyembunyikan hujan di balik wajah yang tampak baik-baik saja. Betapa panjang perjalanan dari tawa yang tanpa beban menuju senyum yang lahir setelah bertahan. Tak ada yang tahu berapa kali ia merapikan dirinya sendiri, setelah dunia selesai mengacak seluruh isi dadanya. Kini ia mengerti, menjadi dewasa bukan tentang bertambah usia, melainkan tentang tetap memilih lembut setelah berkali-kali disentuh getir; tetap percaya pada fajar, meski malam pernah mengajarinya betapa pekat arti kesunyian. Dan di dalam dirinya, anak kecil itu belum benar-benar pergi. Ia hanya belajar memeluk dirinya sendiri ketika tak lagi menemukan tangan yang dahulu dijanjikan akan selalu ada. Sebab dari semua rasa sakit yang pernah singgah, lahirlah seseorang yang tak lagi rapuh karena badai, melainkan setenang laut yang telah berkali-kali berdamai dengan ombaknya sendiri. Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih sendu, lebih filosofis, atau lebih pendek dengan diksi yang lebih dalam lagi.

About