Bertahan bukan karena ingin, melainkan karena pilihan yang mesti terjaga.
Meskipun bisikan usai sering mampir tanpa jeda, bersamaan dengan gelombang bising ekspektasi yang tak pernah memberi kesempatan untuk menguntai keluhan.
Raga ini bukan benteng kokoh yang ribuan kali dihantam badai dan gelombang semesta tetap berdiri kokoh.
Raga ini hanya sebatas wadah jiwa diupayakan tetap terjaga, meski sebagian isinya sudah tercecer di tiap pijakan belantara bimbang.
Hanya satu pasak doa yang tetap menjaga jiwa ini tetap mencoba tegar ditengah gonggongan cibiran dan penghakiman, seakan diri ini duduk sebagai terdakwa yang tak layak dimanusiakan.
Di keheningan, diri ini menenun setiap ceceran doa dan iman yang tinggal sisa, karena hanya ruang ini yang tak pernah menolak raga penuh ragu untuk bertandang dan singgah melepaskan lelah.
Hingga kesepian tak lagi mampu mampu mengintimidasi diri ini, karena bagaiman mungkin sepi mampu mengintimidasi sedangkan diri ini senantiasa duduk berlama-lama di ruang hening dipeluk sunyi.
Karena di luar, riuh ekspektasi tak pernah memberinya jeda untuk sekedar mengeluh atas retorika taqdir yang alur ceritanya terlalu mencekam.
2026-08-30 09:24:21
0
To see more videos from user @coretanjiwaa_, please go to the Tikwm
homepage.